Dunia Miskin Empati, Bagaimana Cara Menimbulkan Rasa Empati Pada Anak?

Empati
Rasa empati perlu ditumbuhkan pada anak sejak dini |

Empati adalah bekal penting bagi masa depan anak

Tragedi Selandia Baru kemarin menjadi peristiwa yang menggugah rasa empati dalam diri kita. Mayoritas masyarakat dunia berduka akan kepergian 50 korban penembakan tersebut dan mengutuk perbuatan pelaku teror.

Namun nyatanya tidak semua orang merasakan hal yang sama. Beberapa pihak justru mewajarkan aksi penembakan di Selandia Baru dan menyalahkan Islam, seperti yang dilakukan oleh Senator Australia Fraser Anning atau kolumnis sekaligus pemikir Milo Yiannopoulos yang kini menuai kontroversi.

Perspektif yang berbeda ini mungkin bisa didiskusikan dan diperdebatkan dalam forum intelektual. Akan tetapi tentu saja komentar tersebut jika diucapkan di situasi seperti ini merupakan langkah yang menunjukkan kurangnya empati terhadap korban.

Tidak bisa dipungkiri, empati merupakan salah satu keahlian yang harus dibangun dan dilatih. Kita mungkin tidak dilahirkan dengan rasa empati begitu saja. Namun cara orang tua dalam membesarkan serta mendidik anaknya akan mempengaruhi kemampuan anak dalam berempati.

Dilansir dari The Conversation, ahli dari Universitas Toronto dan Calgary menemukan bahwa untuk membesarkan anak dengan rasa empati yang kuat, maka orang tua harus menunjukkan bahwa perasaan itu memiliki nilai yang tinggi.

Banyak dari kita yang sering mengesampingkan perasaan atau emosi dan menganggapnya sebagai kelemahan. Sehingga kita pun malu menunjukkan perasaan atau emosi kita dan berupaya menutupinya sebisa mungkin.

Sebagai contoh, saat anak kehilangan hewan kesayangannya dan menangis, kadang orang tua justru menanggapi dengan menyepelekan kematian dan nyawa binatang alih-alih mengajarkan anak bahwa nyawa binatang sekalipun itu penting dan harus dijaga sedemikian rupa.

Hal ini akan membuat rasa empati anak jadi kurang terbentuk karena pertama, orang tua justru menekan perasaan anaknya dan tidak menghargainya. Kedua, orang tua membuat anak kurang menghargai nyawa makhluk hidup lain.

Artikel Lainnya

Di kemudian hari, jika anak besar dalam lingkungan yang tidak mendukung terbentuknya rasa empati, anak pun akan lebih mudah menyakiti makhluk hidup lain atau kesulitan berempati pada mereka yang sedang mengalami kesulitan.

Bagaimanapun, menjadi orang tua adalah tanggung jawab besar yang bisa mempengaruhi karakter anak. Sehingga kita harus berhati-hati dan terus belajar mengenai berbagai trik parenting untuk membimbing anak ke arah yang baik.

Tags :