Bilang Komunikasi Itu Penting, Tapi Perempuan Tetap Kerap Bersikap Pasif Agresif. Kenapa?

Komunikasi dalam hubungan
Komunikasi jadi senjata penting untuk mempertahankan hubungan |

"Kamu kenapa?" "NGGAK APA-APA!"

Dinamika hubungan pasangan pasti pernah mengalami naik turun. Dari masa honeymoon saat pasangan masih mesra-mesranya, hingga pertengkaran pertama dan masa-masa jenuh yang rawan memisahkan.

Mengalami dinamika seperti itu tentu merupakan hal yang sangat wajar. Setiap pasangan pasti pernah mengalami pertengkaran, baik yang berskala kecil dan mudah diselesaikan hingga pertengkaran hebat yang membuat hubungan berada di ujung tanduk.

Senjata utama pasangan dalam menghadapi naik turunnya hubungan adalah komunikasi yang baik antara satu sama lain. Saat pasangan mampu mengkomunikasikan perasaan dan pikirannya kepada pasangan dengan baik, maka pasangan pun jadi memiliki ruang untuk mengambil keputusan dengan lebih jernih.

Itulah kenapa para pakar cinta kerap menyatakan bahwa komunikasi yang baik adalah faktor paling penting dalam hubungan. Berkat kemampuan komunikasi, kita jadi terhindar dari berbagai pertengkaran remeh hanya karena salah paham semata.

Komunikasi dalam hubungan
Studi tahun 1994 menemukan perempuan lebih cenderung bersikap pasif agresif dalam menghadapi konflik |

Namun tidak dapat dipungkiri pula bahwa banyak dari kita yang suka bersikap pasif agresif. Terutama perempuan yang suka bermain kode dan tidak mengkomunikasikan perasaannya secara jelas dengan pasangan.

Sebuah studi yang dilakukan tahun 1994 menemukan bahwa perempuan memang lebih cenderung bersikap pasif agresif, sedangkan laki-laki lebih menyukai konfrontasi langsung.

Biasanya dalih yang digunakan untuk sikap pasif agresif ini adalah keinginan perempuan agar pasangannya lebih peka terhadap gejolak emosinya. Namun, mengapa perempuan sering bersikap pasif agresif?

Dilansir dari The Guardian, sikap pasif agresif ini sering dimiliki perempuan karena dalam kehidupan sehari-hari perempuan diajarkan untuk tidak menunjukkan agresi secara langsung.

Perempuan yang bersikap asertif akan berpotensi untuk menghadapi lebih banyak masalah, karena itu strategi pasif agresif jadi cara yang sering dipilih oleh perempuan.

Jika ditilik langsung, sebenarnya sikap pasif agresif dalam hubungan berakar dari keinginan pasangan untuk diperhatikan kebutuhannya. Sehingga saat pasangan melakukan kesalahan, respon yang diberikan adalah tuntutan bagi pasangan untuk memahami dan memenuhi kebutuhan.

Artikel Lainnya

Namun perlu diingat lagi, pasangan bukanlah cenayang dengan kemampuan membaca pikiran. Manusia hanya mampu menyampaikan maksud melalui komunikasi baik verbal maupun non-verbal. Sehingga permasalahan pun hanya akan mampu selesai melalui komunikasi yang jelas.

Kalau kamu dan pasanganmu, sering bersikap pasif agresif juga nggak nih?

Tags :