Viral Cerita Horor 'Mbak Yushicus' di Jogja, Ini Kesaksian Warga Soal Makam Hitam

Makam nisan hitam di Jogja
Makam nisan hitam di Jogja | kumparan.com

Pengakuan warga sekitar 'makam hitam'

Beberapa hari lalu, warganet Twitter dihebohkan dengan cerita horor dari akun Instagram @yushicus yang diunggah kembali di akun Twitter @cochoopiie berjudul "Horror Story mbak Yushicus di Jogja". Sebelum utas tersebut dihapus oleh pemilik akun masing-masing, namun cerita horor yang berlatar belakang di Jogja itu sudah terlebih dulu ramai dibaca oleh warganet.

Selain menceritakan pengalaman horor @yushicus di Pantai Parangtritis, akun tersebut juga menceritakan pengalaman horornya saat menginap di sebuah apartemen yang terletak di Sleman. Akun @yushicus kaget saat melihat ada kompleks makam yang terletak di bawah apartemen. Disebutkan makam tersebut hampir seluruh nisannya berwarna hitam.

1.

Kisah horor @yushicus di Jogja

Makam nisan hitam di Jogja
Screenshot unggahan @yushicus | jogja.suara.com

Dalam utas yang dibuat oleh akun Twitter @cochoopiie itu mengunggah kembali kisah dari akun Instagram @yushicus saat berlibur di Jogja. Sebelumnya akun @yushicus menceritakan pengalaman horornya saat berada di pantai selatan. Tak hanya itu, dia juga menceritakan kejadian-kejadian mistis saat menginap di sebuah apartemen di daerah Selokan Mataram, Sleman, Yogyakarta.

Akun @yushicus mengalami banyak kejadian mistis saat menginap di apartemen tersebut bersama rekan-rekannya. Pemilik akun merekam sebuah video yang memperlihatkan pemandangan di bawah apartemen yang ternyata adalah kompleks makam di mana hampir semua nisannya berwarna hitam.

Baca juga: Ungkap Misteri Alas Mantingan, Lokasi Angker yang Renggut Nyawa Artis Sophan Sophiaan

“EH TRS AKU KAGET DONG DI BAWAH BALKON TERNYATA KUBURAN DAN KUBURANNYA HITAM SEMUA KAGET BANGET,” begitu bunyi tangkapan layar yang disebarkan lewat tweet.

2.

Cerita warga sekitar makam

Makam nisan hitam di Jogja
Sasono Loyo Puluh Dadi, Sleman | kumparan.com

Dilansir dari Kumparan.com, Senin (28/10/19), makam tersebut adalah Sasono Loyo Puluh Dadi yang letaknya tak jauh dari Jalan Seturan Raya, Kabupaten Sleman. Untuk sampai ke lokasi makam setiap orang harus melalui jalan gang.

Makam tersebut memang benar-benar didominasi oleh nisan berwarna hitam. Namun juga ada nisan berwarna putih, merah dan biru. Bagi warga Jogja, makam dengan dominasi warna hitam itu sudah biasa ditemui dan tak ada maksud khusus.

Baca juga: Ngeri! Deretan Makhluk Mitologis Ini Diyakini Penyebab Terjadinya Bencana di Bumi

Yani, salah seorang pemilik laundry yang letaknya berdekatan dengan makam tersebut mengungkapkan makam tersebut bukan makam yang dikeramatkan atau angker. Makan Sasono Loyo Puluh Dadi itu adalah pemakaman umum biasa.

“Ah mboten (tidak angker) wong malah sebelum wayangan ada doa bersama, pengajian, terus malam minggunya wayangan,” kata Yani.

Endo, Salah seorang warga yang sering melintasi makam tersebut menyebutkan jika gang dekat makam selalu ramai dilalui warga karena merupakan jalan pintas menuju selokan mataram.

“Kebetulan kos dekat Selokan Mataram dan nggak ada yang aneh mas. Biasa saja,” katanya.

3.

Menggunakan baju hijau di Pantai Selatan

Makam nisan hitam di Jogja
Foto @yushicus saat di Pantai Selatan | jogja.suara.com

Rombongan penghuni apartemen yang diceritakan angker itu juga tak hanya mengalami kejadian mistis di apartemen. Salah seorang rombongan tak sengaja memakai baju berwarna hijau pupus saat berwisata ke Parangtritis - warna yang konon larangan bagi pengunjung Pantai Selatan. Wanita dalam foto tersebut mengaku ketakutan saat melihat dirinya sendiri dalam foto dengan memakai baju hijau.

Baca juga: 5 Siswa SMP Jakarta Tewas Usai Berenang di Sungai Terlarang Suku Baduy

Staf Peneliti Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) DIY, Mudjijono, mengatakan jika kebudayaan bersifat dinamis dan berubah mengikuti masyarakat. Begitu pula dengan mitos larangan memakai baju hijau di Parangtritis.

“Sebenarnya kita bisa membandingkan tidak hanya mitos terkait larangan memakai baju hijau pada saat kita di Parangtritis atau pantai selatan. Kita harus memahami bahwa sebenarnya generasi yang telah lalu orang-orang tua kita, nenek moyang kita mempunyai banyak cara untuk sebenarnya memberi dalam tanda petik pendidikan. Pendidikan dalam laku berkehidupan yang baik,” ujar Mudji Senin (22/7).

Artikel Lainnya

Kini utas yang diunggah oleh akun @yushicus maupun @cochoopiie sudah dihapus oleh pemilik akun. Meski begitu, kisah horor tersebut berhasil menarik perhatian warganet. Bahkan sempat mendapatkan 34 ribu reetweet dan disukai 76,9 ribu akun saat itu.

Tags :