Viral Banjir Surabaya Surut Dalam 2 Jam, Netizen : Melanggar Sunnatullah!

ilustrasi
ilustrasi | google.com

Pantes Risma mau diboyong ke Jakarta!

Rabu Sore, tepatnya pada tanggal 15 Januari 2020, pukul 17.30 WIB, seluruh sosial media membicarakan Kota Pahlawan Surabaya, bagaimana tidak, kota yang digadang-gadang sebagai kota kedua terbesar di Indonesia itu ternyata bisa terkena banjir juga layaknya Ibu Kota.

Genangan air setinggi 30 cm - 80 cm pun menyebar ke berbagai wilayah di Surabaya, contohnya seperti di depan Ciputra World hingga kompleks pertokoan Darmo Park II Jalan Mayjen Sungkono. Tak lupa kawasan lainnya seperti etintang, Kupang Indah, Jalan Indragiri, Bogowonto, Jalan dr Soetomo, kawasan Tandes, Lidah Kulon dan Lidah Wetan, serta Simo Hilir Raya dan Sememi.

Serupa dengan Ibu Kota DKI Jakarta, banjir yang melanda Surabaya juga ibarat tradisi tahunan, pemandangan sepeda motor dan mobil yang terendam banjir juga selalu terjadi dari tahun ke tahun, penyebabnya karena pada areal terdampak kontur tanahnya memang lebih rendah dari daerah lainnya sehingga air hujan lebih murah merembet masuk dan menjadi kolam.

Baca juga : Soal Banjir Jakarta Anies Sebut Terima Air dari Hulu, Netizen: "Salah Tetangga"

ilustrasi
Salah satu halte yang terendam banjir di Surabaya | kumparan.com

Meski sempat menjadi trending topik di berbagai media sosial, namun berbicara soal banjir di Surabaya, ibarat angin lalu saja, kok bisa? Separah-parahnya curah hujan yang melanda Kota Pahlawan Surabaya, tetap saja banjirnya cepat surut, gilanya lagi tidak dalam waktu berhari-hari, tapi dalam durasi jam, yah tepatnya hanya dua jam, wilayah yang sempat terendam sudah surut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya, Erna Purnawati, juga menjelaskan meski curah hujan tinggi, kota ini tetap bisa menyerap air karena sepanjang tahun 2019 pihaknya sudah menambah 7 bozem baru hingga total mencapai 72 bozem sebagai daya tampung air yang umumnya mencapai 6.164.889 meter kubik.

Tak cuma bozem, Pemkot Surabaya juga bergerak cepat dengan menambah pembangunan rumah pompa hingga total mencapai 58 di seluruh kota Surabaya.

Keberadaan dua hal inilah yang menjadi alasan kenapa Surabaya kalau terkena banjir, banjirnya tidak berlama-lama di kota ini, karena sudah diserap dengan bozem dan disedot dengan rumah pompa dan dialirkan kembali ke laut.

Tak hanya itu saja, pihak Pemkot dibantu warga setempat juga sadar akan kebersihan, sungai-sungai di Surabaya dikeruk dan setiap saluran air dibersihkan dari sampah.

Baca juga : Jakarta Terendam Air, Anies: Anak-Anak Pada Senang Tuh Saat Banjir

kondisi banjir di surabaya
kondisi banjir di surabaya | kumparan.com

Viralnya banjir Surabaya yang cepat surut dalam waktu dua jam tentu membuat jari jemari netizen turut berkomentar, dilansir dari kumparan.com, Kamis (16/1/20), tak sedikit dari netizen yang menyoroti kondisi banjir di Surabaya yang sangat jauh berbeda dengan yang terjadi sebelumnya di Jakarta. Berikut komentarnya,

@Nur Fauzi kok dialirkan ke laut sih, itu kan melanggar sunnatullah

@taufan shepherd Surabaya tidak mengikuti Sunatullah... Awowkwowkwok

@AkalSehatKalianMana Jakarta kan yg mimpin gabener

@Chris Surabaya menjadi kota yang berbeda jauuhhhhh dengan walikota terakhir.. Itu saya akui.. Surabaya menjadi lebih tertata dan asri

Artikel Lainnya

@Ali Said Surabaya sangat terjaga dan bisa mengantisipasi mengenai banjir,sebab mengikuti aturan pemerentah sekali ada pendapat dari peresiden walkotnya langsung terjun atas pembangunan yg sekiranya surabaya tidak kebanjiran ,bu risma sangat cekatan membangun banyak bozem untuk menampung air yg akan di pompa di alirkan ke laut bukan bicara sunnatullah ini banjir bung anies,kelelep kelelep kota Jakarta banyak merenggut korban nyawa,kelelep kelelep

Tags :