Umat Muslim Jadi Panitia Perayaan Gereja, Gultom: Suka Ditutupi Kelompok Intoleran

toleransi
Toleransi hidup di tengah masyarakat Indonesia | www.facebook.com

Wujud masyarakat Indonesia yang penuh rasa toleran

Pemandangan tak biasa terlihat dalam sebuah posting-an yang diunggah oleh akun Facebook Jeferson Goeltom beberapa waktu lalu. Foto tersebut memperlihatkan suasana kebaktian tutup peti yang dilakukan di depan sebuah masjid di Jakarta Pusat. Unggahan itu pun langsung ramai dibanjiri pujian.

Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Pendeta Gomar Gultom mengatakan bahwa tindakan toleransi yang dilakukan masyarakat sudah biasa terjadi. Bentuk rasa toleransi itu merupakan wujud nyata masyarakat Indonesia. Hanya saja menurutnya sering ditutupi oleh aksi intoleran dari pihak tertentu.

1.

Wujud toleransi masyarakat Indonesia

toleransi
Kebaktian tutup peti di depan Masjid Darussalam | news.detik.com

Dilansir dari Detik.com, Senin (2/9/2019), foto-foto kebaktian tutup peti di depan Masjid Darussalam beberapa waktu lalu menuai pujian dari pihak PGI. Sekretaris Umum PGI, Pendeta Gomar Gultom mengatakan bahwa foto tersebut menunjukan betapa tingginya rasa toleransi antar umat beragama.

"Saya kira peristiwa ini kembali menunjukkan bahwa pada dasarnya masyarakat Indonesia itu sangat toleran, dan sedia tolong menolong tanpa membedakan agama," kata Gultom kepada Detik.com, Senin (2/9/2019).

Menurut Gultom, sikap toleransi ini sudah sering dan biasa terjadi di tengah kehidupan masyarakat. Bahkan selama puluhan tahun, ia sering menemui hubungan baik antar umat beragama.

"Pengalaman masa remaja saya, saya menyaksikan dan mengalami sendiri kerja sama seperti itu antara umat HKBP Pulo Asem dan umat Masjid Pulo Asem, bergotong-royong, bergantian membangun gereja dan masjid. Mereka hidup berdampingan, dan gedung gereja serta masjid pun berhadap-hadapan. Semuanya hidup damai," tutur Gultom.

Baca juga: Miris! Kakak Kelas Sengaja Hajar Bocah SD di Sumut

2.

Toleransi harus selalu dijaga

toleransi
ilustrasi toleransi | icrp-online.com

Gultom juga mengatakan tentang kesaksiannya soal umat Muslim yang kerap menjadi bagian dari kepanitiaan dalam perayaan gereja. Begitu pula pihak gereja kerap membantu kegiatan di masjid.

“Saya menyaksikan hadirnya umat muslim dalam kepanitiaan perayaan-perayaan tersebut. Saya dengar sebaliknya juga terjadi. Sayangnya hal-hal baik demikian tertutupi oleh ulah sekelompok orang yang selalu mengusik hidup yang harmonis tersebut. Dan aksi-aksi intoleran menguasai pemberitaan di publik," kata Gultom

Isu-isu intoleran kerap kali muncul dalam pemberitaan media. Menurut Gultom, adanya isu intoleran selalu ditunggangi oleh kepentingan politik. Untuk itu masyarakat harus berhati-hati dengan provokasi dari pihak tak bertanggung jawab.

"Upaya-upaya yang hendak mengubah masyarakat kita menjadi fanatisme sempit harus kita lawan. Apalagi ternyata hal-hal ini banyak ditunggangi oleh kepentingan politik. Saya percaya, semua agama, pada dasarnya hadir adalah dalam rangka menghargai kemanusiaan, apa pun pilihan agama dari orang tersebut," jelasnya.

3.

Viral di media sosial

Sebuah foto yang di-posting oleh akun Facebook, Jeferson Goeltom pada hari Senin (26/8) lalu ramai dibanjiri pujian. Kebaktian tutup peti yang dilaksanakan di depan masjid ini bukan tanpa alasan. Rumah keluarga yang meninggal berada di dalam sebuah gang sempit.

Peti jenazah terlalu besar sehingga tidak bisa melewati gang. Pihak keluarga meminta izin untuk melaksanakan kebaktian di depan jalan masjid. Pihak Masjid Darussalam, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat memberikan izin untuk mengadakan kebaktian.

"Karena nggak ada masalah ya monggo. Kita 'kan di sini Alhamdulillah begitu. Jadi kejadian kayak gitu nggak pernah aneh. Karena udah biasa seperti itu, di Cempaka Baru begitu," kata pengurus Masjid Darussalam bernama Agus saat ditemui di Masjid Darussalam, Minggu (1/9/2019).

Artikel Lainnya

Sebagai bangsa multikultural, masyarakat Indonesia diwajibkan untuk memiliki rasa toleransi kepada sesamanya. Di tengah isu-isu intoleran yang sering muncul, ternyata masih banyak kisah yang membuktikan bahwa rasa toleransi selalu hidup di tengah masyarakat Indonesia.

Tags :