Mitos Gaib Tempuran Randusongo, Jadi Lokasi Ritual Para Penari untuk Dapatkan Kekuatan Magis
03 Maret 2020 by Idham
Lokasi pertemuan sungai yang berbeda memang dipercaya oleh sebagian orang sebagai portal menuju dimensi lain.
Masyarakat Indonesia, khususnya yang tinggal di daerah-daerah yang jauh dari wilayah metropolitan, masih sangat akrab dengan kegiatan atau aktivitas tertentu yang berkaitan dengan hal-hal gaib. Aktivitas yang berkenaan dengan hal-hal tersebut, biasanya memang sulit untuk dicerna secara kritis melalui akal sehat.
Sebab ritual-ritual magis yang dilakukan oleh masyarakat-masyarakat tradisional biasanya memang mengandung unsur-unsur yang sulit untuk dipahami oleh logika semata.
Namun, berhubung kepercayaan merupakan hal yang lebih fundamental pada masyarakat primordial dibanding ilmu pengetahuan modern, bentuk-bentuk ritual khusus yang biasanya diwariskan secara turun-temurun oleh leluhur masih cukup lumrah dilakukan.

Dilansir dari Kumparan.com (25/02/20), di Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, terdapat lokasi yang kerap dipakai sebagai tempat pelaksanaan ritual magis. Warga menyebut tempat itu Tempuran Randusongo.
Lokasinya sendiri disebut “tempuran” karena di sana merupakan tempat pertemuan antara dua sungai yang melintas di Kabupaten Sleman, yaitu Sungai Sempor dan Sungai Kuning.
Baca juga: Disebut Bisa Bikin Bangkrut, Kisah Mistis Makam Nyonya Kompi Ini Bikin Kamu Penasaran
Sungai Kuning lebih dikenal oleh masyarakat sebagai tempat wisata alam, namun lokasinya yang berdekatan dengan lereng Merapi seolah sudah menancapkan unsur mistis kepada sungai yang pada tahun lalu sempat menjadi sorotan banyak media karena adanya lubang besar yang tiba-tiba muncul di sana.
Sementara itu, Sungai Sempor memang dikenal oleh banyak warga sekitar sebagai lokasi yang mengandung unsur mistis.

Salah seorang narasumber yang enggan dicantumkan identitasnya mengungkapkan bahwa isu tentang Tempuran Randusongo yang kerap dijadikan sebagai lokasi ritual memang benar adanya. Biasanya, orang akan datang ke sana untuk melakukan ritual khusus sebelum melaksanakan Jathilan.
Baca juga: Mengerikan! Pondasi Dasar Bendungan di Bali Ini Konon Terbuat dari Jasad Manusia
Jathilan adalah salah satu kesenian tertua di Yogyakarta dan sebagian besar wilayah Jawa Tengah. Di daerah-daerah lain, misalnya di Jawa Barat, kesenian Jathilan yang memiliki nama lain Jaran Kepang ini dikenal dengan nama Kuda Lumping.
Seni Jathilan memang dikenal sebagai jenis kesenian tari yang dipercaya memiliki hubungan erat dengan roh halus. Saat kesenian ini dipertontonkan, kabarnya para pemain yang terlibat akan dirasuki oleh roh halus. Sehingga mungkin tidak aneh rasanya jika para pemainnya tidak merasa asing dengan ritual-ritual khusus yang berkaitan dengan hal-hal gaib.

Suryanto, narasumber yang lain, bahkan mengaku bahwa dia terkadang mengantarkan orang yang mau melakukan ritual di Tempuran Randusongo. Menurut kesaksian Suryanto, tempat itu biasanya ramai dikunjungi orang saat malam suro dalam kalender primbon.
Selain itu, terkadang ada juga orang-orang yang datang ke sana untuk melakukan ritual pada Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon.
Baca juga: Deretan Makhluk Gaib yang Ada di Kalimantan Ini Bakal Bikin Tidurmu nggak Nyenyak
"Kalau ramai kadang pas 1 suro. Ada yang meditasi, mandi di situ," ujarnya.
Suryanto sendiri mengatakan bahwa dia sudah lama tidak mengunjungi tempat yang dianggap memiliki kekuatan magis oleh warga Kecamatan Turi. Dia sering ke sana waktu dirinya masih menginjak usia anak-anak.
Sama seperti orang-orang yang datang ke sana, waktu dulu pun Suryanto sering mengunjungi Tempuran Randusongo untuk mempersiapkan diri sebelum melaksanakan Jathilan.