Tega! Opang Larang Pesan Ojol, Wanita yang Sedang Hamil Ini Dipaksa Berjalan Kaki

Ilustrasi ojek pangkalan tolak ojol
Ilustrasi ojek pangkalan tolak ojol | google.com

Rasa kemanusiannya sudah hilang gara-gara ekonomi

Ojek online sudah menjelma menjadi salah satu alat transportasi yang banyak digunakan oleh masyarakat. Keberadaannya nyaris tidak dapat dipisahkan lagi dari kehidupan sekarang ini. Meski begitu, ojek online masih tetap mendapatkan tentangan, terutama dari transportasi konvensional. Mulai dari sopir angkot, sopir taksi, sampai ojek pangkalan, menolak kehadiran ojol.

Menurut mereka, ojek online telah merampas mata pencaharian. Padahal, semua orang berkesempatan mendaftar sebagai driver ojol. Perselisihan ini memang sudah tidak memanas seperti dulu, tapi tetap saja ada. Salah satunya yang baru-baru ini dialami oleh seorang wanita. Wanita hamil ini dilarang memesan ojol di Terminal, karena area itu merupakan zona merah.

Zona merah adalah area dimana ojol tidak boleh beroperasi. Yang boleh beroperasi di zona merah adalah ojek pangkalan, sopir angkot, dan transportasi konvensional lainnya. Biasanya, zona merah meliputi terminal, stasiun, bandara, dan lokasi umum lainnya yang sering dilewati banyak orang. Kala itu, wanita ini hendak memesan ojol di Terminal Depok, Jawa Barat.

Melihat gelagatnya, seorang pria yang merupakan ojek pangkalan langsung mencegahnya. Dia menyuruh wanita itu untuk berjalan agak ke depan, jika ingin memesan ojek online. Pria ini menegaskan daerah tersebut adalah zona merah yang tidak boleh dimasuki ojol. Pria ini sama sekali tidak peduli meskipun wanita itu sedang hamil.

Baca Juga: Ojol ini Curhat Tolak Ajakan ML Pelanggan, Si Cewek: Padahal Udah Birahi Nih!

Ilustrasi ojek pangkalan tolak ojol
Ilustrasi ojol vs opang | muhammadrezafauzi.blogspot.com

Jadi ceritanya gini min, aku lagi hamil 5 bulan 2 minggu mau naik Grab dari Terminal Depok dekat parkiran bus trans dan bus ke bandara itu. tiba-tiba ada bapak-bapak nyamperin bilang gak boleh naek Grab dari sini harus ke depan sana," curhat perempuan tersebut.

Wanita ini bahkan diikuti oleh si opang sampai keluar dari zona merah. Mereka berjalan kaki, padahal ini sangat memberatkan untuk wanita hamil. Namun, wanita ini tak bisa banyak protes. Dia cuma bisa menahan rasa geram dan sedih di dalam hati.

Saat sedang jalan, wanita ini ketemu dengan polisi dan juga petugas dishub. Mereka justru menegaskan bahwa tidak ada kebijakan larangan untuk driver ojol di wilayah tersebut. Si polisi pun menghampiri pria opang tadi untuk memberi teguran.

Tadi pak polisi yg di depan juga ngrespon dan mau samperin oknum bapak tersebut. Semoga oknum tersebut dinasehatin tidak melarang-melarang lagi. Andai emang tidak boleh, tolonglah kebijaksanaan lihat kondisi wanita hamil, sampe minta izin tetep gak dikasih.⁣" kata wanita itu.

Baca Juga: Quotes Coretan Para Tukang Ojek Pangkalan ini Kliatannya Ngasal, tapi Ternyata Menginspirasi Banget!

Artikel Lainnya

Video ini juga membuat netizen berang. Mereka mengutuk si pria tersebut yang tidak memiliki empati dan hati nurani. Masa tega-teganya menyuruh seorang wanita hamil jalan kaki, hanya gara-gara perseteruan opang dan ojol?

yuliana_alitattoosulam: Laki2 ga punya hati nurani... Apa ga punya bini ya... Liat wanita hamil bgtu d suruh jalan... Pak bagaimana mau dapat rejeki kalau bapak saja tidak punya rasa kasih.... Semua Rejeki kita itu datangnya dari perbuatan dan amal baik kita pak... Kasian bapaknya minim hati

rachmawan.bayu: Sebaiknya dimatiin aja bapak2 itu, sdh jahat penuh2in dunia lg...

shoimasyhar: Opang jumlahnya brp sih masak ojol kalah heran gw njir, seharusnya terminal, stasiun dan tempat2 umum itu yg menguasai ojol, bisa gak sih segera bikin tempat mangkal ojol didpan pintu masuk atau keluar disemua terminal atau stasiun pas, knp jauh jauh..jgn biarkan opang berkuasa kalo gak bisa diajak berdampingan, heran gw sama2 cari uang pake batesan2 segala

ranosetyawan: Gimana mau hidup nya mudah, kalau sesama manusia aja dibuat susah, ciri ciri orang yang ketakutan rezeki nya ketuker nih, hadeh hadeh

Ketika kemanusiaan sudah dikalahkan dengan nafsu buta, hal seperti ini bukan tidak mungkin akan sering kita lihat. Tapi, mari berdoa semoga kejadian ini tidak terulang lagi di kemudian hari.

Tags :