Modus Pura-pura Tanya Alamat, Seorang Pria Diduga Perkosa Bocah 10 Tahun di Rumah Kosong

ilustrasi
Bocah 10 tahun diperkosa | www.sentinelassam.com

Maraknya pemerkosaan anak di bawah umur

Kasus pemerkosaan di Bogor kembali terjadi. Seorang bocah bernama Bunga (bukan nama sebenarnya) mengaku diperkosa oleh pria tak dikenal. Bunga yang masih berumur 10 tahun itu mengatakan jika pelaku bertanya alamat dan minta diantar oleh Bunga.

Tak disangka Bunga saat itu malah diperkosa oleh pria misterius itu. Bersama keluarganya, Bunga melaporkan pemerkosaan itu ke Polres Bogor. Kasus ini sedang dalam penyelidikan polisi.

1.

Kronologi pemerkosaan

ilustrasi
ilustrasi pemerkosaan | kumparan.com

Bunga, bocah 10 tahun warga Desa Tlajungudik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor menjadi korban pemerkosaan pria tak dikenal. Dilansir dari Radar Bogor, Kamis (29/8/19), kasus itu diketahui setelah kakak korban memergoki adiknya dibawa orang tak dikenal dengan sepeda motor. Pelaku diketahui menggunakan modus menanyakan alamat untuk memperdaya korban.

“Jadi adik saya yang tidak tahu apa-apa ikut saja ketika diminta tolong menunjukan alamat,” beber kakak korban yang enggan menyebutkan namanya.

Awalnya ada seorang pria mendekati korban dan menanyakan alamat. Kebetulan korban mengetahui alamat yang ditanyakan pelaku.

Korban bermaksud menunjukan alamat yang dimaksud namun malah dibawa ke sebuah ruang kosong di perumahan Bukit Golf Darmawangsa, Desa Bojong Nangka, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Baca juga: Pelaku Pemerkosa 9 Anak di Mojokerto Sah Dihukum Kebiri

2.

Keluarga korban lapor polisi

ilustrasi
ilustrasi korban pemerkosaan | www.radarbogor.id

Korban melaporkan kejadian pemerkosaan itu ke ibunya. Tak terima, keluarga langsung melaporkan kasus ini ke Polres Bogor.

Kassubag Humas Polres Bogor, AKP Ita Puspita Lena membenarkan adanya laporan dari keluarga korban pemerkosaan. Polisi langsung menangani kasus ini dengan melakukan olah TKP.

"Kejadiannya benar, pelaku sedang dikejar oleh kepolisian," kata Ita, Jumat (30/8) mengutip dari Kumparan.com.

Usai menyampaikan keterangannya di depan tim penyidik, korban langsung dirujuk ke RS Sukamto (RS Polri) untuk melakukan visum. Hal ini disampaikan oleh Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bogor, Iptu Irene Kania.

“Sekarang masih penyelidikan. Visum sudah kami rujukan ke RS Sukamto (RS Polri). Cuma hasil belum bisa sekarang,” kata Irene.

3.

Maraknya predator anak

ilustrasi
ilustrasi pemerkosaan | news.detik.com

Tahun ini setidaknya ada 3 laporan kasus pemerkosaan bocah. Hal ini menandakan bahwa predator anak masih banyak berkeliaran. Psikolog Pusat Terpadu Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Bogor, Retno Lelyani Dewi mengatakan faktor maraknya kasus perkosaan ini disebabkan oleh lingkungan, sosial, ekonomi, motif pelaku dan juga penggunaan internet.

Dikutip dari Radar Bogor, terkait motif pelaku, menurut Retno, dapat dibedakan karena adanya rangsangan, kemarahan, pelaku ingin menunjukan dominan seksual kepada korban, dan lainnya.

“Biasanya ini masuk kategori sedutive rape, pemerkosaan terhadap orang yang dikenal, bisa pacar, teman, atau anak tiri,” ungkapnya.

Retno mengatakan bahwa korban pemerkosaan harus segera ditangani secara psikologis dengan memberikan psychological first aid. Retno juga mengatakan jika baiknya perempuan untuk tidak tampil terlalu mencolok dan selalu menjadi pribadi yang positif.

Artikel Lainnya

Saat ini polisi masih menyelidiki kasus pemerkosaan ini dan sedang mencari terduga pelaku. Kasus ini lagi-lagi harus menjadi perhatian bagi para orangtua untuk selalu mengawasi anak-anaknya. Hal ini dilakukan agar bisa mencegah ancaman predator anak. Semoga pelaku bisa segera diamankan polisi.

Tags :