Miris! Takut nggak Laku, PSK di Garut Ogah Pakai Masker dan Tetap Layani Pelanggan
09 Mei 2020 by Mabruri Pudyas Salim
Ternyata tidak hanya pengusaha UKM dan buruh harian saja yang terdampak COVID-19.
Tidak diragukan lagi jika pandemi COVID-19 telah memberikan dampak yang luar biasa terhadap buruh harian dan pelaku usaha. Tapi siapa yang menyangka jika pandemi ini ternyata juga berdampak bagi para Pekerja Seks Komersial (PSK).
Aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat para PSK terpaksa berdiam diri di rumah dan tidak beroperasi. Meski begitu ada sebagian PSK di Kota Garut, Jawa Barat, yang nekat tetap beroperasi dan mencari lelaki hidung belang.
Dilansir dari Viva.co.id, Selasa (5/5/2020), salah seorang PSK yang masih nekat beroperasi adalah Maya (35). Ibu dua anak ini tetap menjalankan profesinya sebagai PSK meski harus menghadapi risiko terinfeksi virus corona.
Dia masih tetap mangkal di salah satu sudut Kota Garut. Kendati demikian, Maya kini menjadi lebih hati-hati dalam memilih calon pelanggannya.
Baca Juga: Dikubur Hidup-hidup, Wanita Ini Bangkit dari Kuburnya dengan Luka Mengerikan

"Ya saya juga takut tertular corona, jadi memilih laki-laki yang sudah dikenali dan berdomisili di Garut," kata Maya.
Memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari menjadi alasan utama, mengapa Maya tetap berani beroperasi di tengah situasi pandemi seperti saat ini.
Terlebih lagi, kebutuhan menjelang Lebaran yang biasanya membengkak memaksa Maya harus bekerja keras lagi. Dia juga memiliki tanggungan dua anak.
Baca Juga: Nggak Ada Akhlak! Viral Video Pria Beri Bantuan Nasi Kotak ke PSK, Saat Dibuka Isinya Kosong
"Apalagi sekarang puasa sebentar lagi Lebaran, anak-anak juga ingin seperti anak lainnya," katanya.
Usai melayani laki-laki hidung belang, Maya pun tetap merasa was-was. Dia khawatir jika lelaki hidung belang yang ia layani terpapar COVID-19.
Meski demikian, Maya mengaku bahwa saat mangkal dia sendiri tak menggunakan masker atau membawa hand sanitizer seperti yang dianjurkan pemerintah.
Baca Juga: Gadis 16 Tahun Diperkosa 2 Pria, Korban Bunuh Diri Usai Tahu Pelaku Dibiarkan Pergi
"Kalau saya pakai masker, enggak laku dong," katanya.

Maya juga mengungkapkan bahwa semenjak pandemi berlangsung, penghasilannya jadi menurun drastis. Sebagai PSK jalanan, biasanya dia bisa membawa uang ke rumah antara Rp250 ribu hingga Rp300 ribu.
Namun ketika pandemi berlangsung, penghasilannya jauh dari biasanya, bahkan sering kali dia tak membawa uang sama sekali ke rumah.
Baca Juga: Hobi Berburu Berondong, Nenek 60 Tahun Ini Ngaku Kuat Bercinta 28 Kali Sehari
"Asal dapat buat makan saja sudah untung, uyuhan (masih untung) ada pelanggan juga," katanya sambil berlalu.
Mengingat banyak sekali pihak yang terdampak pandemi COVID-19, penting bagi kita semua untuk mematuhi aturan PSBB agar mata rantai penyebaran virus corona ini bisa segera terputus dan pandemi segera berakhir. Dengan begitu, dampak buruk yang terjadi pada perekonomian bisa segera teratasi.
Pastikan untuk tetap berada di rumah jika tidak punya kepentingan yang mendesak, dan kenakan masker jika memang harus keluar rumah.