Perdebatan Makin Panas, Tim Bubur Tidak Diaduk Memberikan Sindiran Pedas kepada Penyuka Bubur Diaduk

Bubur diaduk vs tidak diaduk
Bubur diaduk vs tidak diaduk |

Terus berantem, netizen tidak suka melihat kerukunan

Sudah sejak lama, perbedaan cara memakan bubur menjadi perdebatan serius di media sosial. Netizen terbelah menjadi dua kubu yaitu tim bubur diaduk dan tim bubur tidak diaduk. Ada-ada saja alasan yang mereka lontarkan untuk membenarkan pendapat mereka tentang cara terbaik menikmati bubur tersebut.

Tim bubur diaduk mengatakan bahwa bubur tidak diaduk memperlihatkan keseragaman dan tak suka persatuan. Sementara, tim bubur tidak diaduk menyatakan bahwa bubur yang diaduk memiliki penampilan yang tidak sedap dipandang.

Baru-baru ini, ada argumen yang sangat menohok datang dari kubu bubur tidak diaduk. Foto anatomi bubur ayam ini diunggah oleh akun Facebook Abas Tatami yang sudah tidak tahan melihat penistaan dari kubu bubur diaduk. Kali ini dia tidak mau diam dan akan melawan penistaan tersebut.

Bubur diaduk vs tidak diaduk
Bubur diaduk vs tidak diaduk | www.facebook.com

Dalam foto yang diunggahnya terlihat perbandingan antara bubur diaduk dan bubur tidak diaduk. Bubur tidak diaduk memperlihatkan "komponen penyusun" dengan jelas. Ada suwiran ayam, kerupuk, irisan cakwe, irisan daun seledri dan bubur nasi dengan kuah kuning. Semuanya terlihat dengan jelas dan kita bisa menyebutkan apa saja bahan-bahan yang ada di dalamnya.

Hal berbeda terlihat pada bubur yang sudah diaduk. Karena sudah tercampur, maka komponen penyusunnya sudah tidak bisa lagi disebutkan dengan jelas. Daging ayam, daun seledri, kerupuk, dan bubur semuanya bercampur menjadi satu. Percampuran ini digambarkan membuat orang yang melihatnya menjadi tidak selera makan. Foto ini kemudian mendapat beragam tanggapan dari netizen.

"Apapun bisa dikompromikan kecuali selera makan bubur ayam. Hidup grup bubur diaduk!!!" seru Riana Ririe Wulansari.

"Singkirkan team yg suka mencampur adukkkkk! Tenggelamkan," komentar Ely Laraswatii.

"Dengan di aduk itu akan membuat semua sama, tidak ada perbedaan. Jadi jangan pernah mengekslusivkan golongan bubur sehingga mereka terpecah belah, karena pada hakekatnya di dalam perut mereka juga akan tercampur tanpa ada perbedaan," ujar Indah Mahrus.

"Dulu saya diaduk, namun karena istri saya komplain akhirnya gak diaduk, tapi kalo gak ada istri saya ya diaduk lagi aja," tambah Dede Ariez Setiawan.

Bondan memilih bubur diaduk
Bondan memilih bubur diaduk |
Artikel Lainnya

Perdebatan ini pun sepertinya akan semakin panjang karena tim bubur diaduk mengatakan bahwa Bondan Winarno sebagai pakar kuliner Indonesia sudah menyatakan bahwa dia mendukung tim bubur diaduk. Yah, yang manapun pilihanmu, pastikan buburnya dibayar, ya. Jangan asyik berdebat, tau-taunya untuk makan bubur aja masih ngutang di warung.

Kamu sendiri termasuk kubu yang mana, nih? Jelaskan juga argumennya di kolom komentar, ya.

Tags :