Pilu! Pembunuh Alumni IPB Tertangkap, Ini Permintaan dari Keluarga Amelia ke Polisi

Pembunuhan Amelia Ulfa | jabar.tribunnews.com

Keluarga Amelia minta pelaku dihukum seberat-beratnya

Misteri kematian alumni IPB, Amelia Ulfah Supandi, akhirnya terungkap. Pelaku merupakan sopir angkot di Sukabumi yang kini telah diamankan polisi. Dari pengakuan pelaku berinisial RH, ia telah membunuh Amelia. Sebelum dibunuh, RH mengambil barang berharga Amelia seperti ponsel dan dompet. Tak hanya itu, RH juga memperkosa Amelia sebelum akhirnya dibunuh dengan cara mencekik lehernya.

Mendengar pelaku sudah ditangkap, keluarga Amelia sangat bersyukur dan mengapresiasi kerja polisi. Keluarga yang masih terpukul atas kepergian Amelia, meminta kepada kepolisian untuk mengusut kasus ini dan menghukum pelaku seberat-beratnya.

1.

Sempat dikira pembunuhan berencana

Paman Amelia saat berada di Polrestabes Sukabumi | jabar.tribunnews.com

Mayat Amelia ditemukan di area persawahan di Sukabumi. Amelia sempat hilang kontak dengan keluarganya saat pulang dari Bogor menuju Cianjur usai mendaftar S1 di IPB. Mendengar kematian Amelia secara mengenaskan membuat keluarga sangat terpukul. Setelah 11 hari menjadi misteri, akhirnya pembunuhan alumni IPB itu terungkap.

Sebelum terungkap, banyak info simpang siur terkait kematian Amelia. Paman Amelia, Gunala (40), menceritakan keluarga sempat mengira bahwa kematian Amelia karena pembunuhan berencana.

“Luar biasa kinerja kepolisian Polresta Sukabumi. Keluarga sempat bingung dengan misteri terbunuhnya Amelia, banyak dugaan dan prediksi yang membuat simpang siur. Semula kami menduga pembunuhan berencana,” ujar Gunala dikutip dari Tribunnews.com.

Baca juga: Misteri Pembunuhan Alumni IPB Terungkap

2.

Minta pelaku dihukum seberat-beratnya

Pelaku pembunuhan | jabar.tribunnews.com

Keluarga sangat mengapresiasi kinerja polisi dalam mengungkap misteri pembunuhan Amelia. Gunala mewakili pihak keluarga Amelia menginginkan pelaku dihukum seberat-beratnya. Hukuman berat layak diterima pelaku karena tak hanya menghabisi nyawa Amelia namun juga telah melakukan tindakan pemerkosaan.

“Saya melihat ada juga pasal maksimal hukuman mati, polisi sudah menyiapkan pasal berlapis, kalau bisa seberat-beratnya ini perlakuan biadab dan baj**gan,” tegas Gunala.

Gunala juga berharap kepada media untuk selalu mengawal persidangan hingga pelaku dijatuhi vonis oleh pengadilan.

RH merupakan pelaku tunggal namun beberapa orang ikut ditahan untuk dimintai keterangan terkait kematian Amelia.

“Pelaku hanya satu, karena yang lain penadahan penjualan telepon selular. Katanya sudah berpindah tangan beberapa kali,” kata Gunala.

3.

Motif pembunuhan terungkap

Motif pembunuhan Amelia terungkap | news.detik.com

Penangkapan pelaku pembunuh Amelia dilakukan pada hari Jumat (2/8). RH dibekuk polisi saat mengendarai mobil pick up yang mengangkut tabung gas di Jalan Veteran, Kampung Waas, Desa Bojong, Kecamatan Karang Tengah, Cianjur.

Di hadapan penyidik Polrestabes Sukabumi, RH mengaku telah membunuh Amelia. Motif pembunuhan diketahui bahwa pelaku ingin merampas barang berharga Amelia yaitu ponsel dan dompet.

Namun tak hanya mengambil barang Amelia, RH juga memperkosa Amelia. Saat melakukan aksi bejatnya, Amelia melawan hingga akhirnya pelaku mencekik leher korban hingga tewas. Lalu mayat Amelia dibuang ke sawah begitu saja.

"Dalam kondisi korban masih tidak sadarkan diri, di wilayah Sukabumi tepatnya di Jalan Baru Sukaraja, pelaku memerkosa korban. Saat itu tiba-tiba korban terbangun dan berontak. Melihat hal itu, pelaku panik dan nekat mencekik korban hingga tewas," tutur Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo.

Artikel Lainnya

Sebelum dikabarkan tewas, Amelia yang saat itu menaiki angkot yang dibawa oleh RH mengirim pesan ke orangtua. Amelia mengatakan kalau dirinya takut karena angkot yang ia tumpangi kosong. Tak lama kemudian Amelia sudah tak lagi bisa dihubungi. Mayat Amelia ditemukan di area sawah dalam keadaan setengah telanjang pada 22 Juli lalu.

Tags :