Nggak Hanya Joget Peti Mati, Di Ghana Juga Ada Pelayat yang Dibayar untuk Menangis

Pelayat bayaran di Ghana
Pelayat bayaran di Ghana | www.dailyadvent.com

Bagi mereka, prosesi pemakaman tidak kalah meriah seperti pernikahan!

Ada berbagai pekerjaan tak biasa yang dilakukan untuk mendapatkan uang. Namun, mungkin pekerjaan sebagai pelayat adalah profesi yang sangat anti-mainstream dan tak pernah terpikirkan. Bayangkan saja, kamu membayar orang untuk menangis tersedu sedan di pemakaman anggota keluarga. Mereka akan menangis di tengah-tengah para pelayat dan anggota keluarga.

Profesi ini laku keras di masyarakat Ghana. Bagi masyarakat setempat, semakin banyak orang yang menangis di acara pemakaman, tandanya almarhum merupakan orang dengan strata sosial tinggi. Artinya, almarhum sangat dicintai oleh keluarga dan handai taulan sehingga kepergiannya ditangisi begitu kencang. Namun, menangis juga ada batasnya.

Nggak mungkin kan keluarga menangis terus menerus selama berjam-jam. Makanya, keluarga membayar pelayat profesional untuk menangis saat prosesi pemakaman.

Baca juga: Anak Sutopo Bisikkan Pesan Khusus Ke Ganjar Saat Melayat: Ayah Tak Sakit Lagi

Beberapa orang tidak bisa menangis saat pemakaman kerabat terdekat, jadi mereka bergantung pada mereka (pelayat profesional) untuk meratap, kata Ami Dokli, salah satu ketua dari pelayat profesional dalam wawancara kepada BBC Africa.

Bayarannya tergantung dengan ratapan para pelayat. Semakin kencang mereka menangis dan tahan lama, maka bayarannya akan makin tinggi. Pemakaman tokoh penting juga biasanya memberikan bayaran lebih besar. Di Ghana, prosesi pemakaman memang tidak kalah meriah dengan upacara pernikahan. Biaya pemakaman bahkan bisa mencapai angka Rp 200 juta.

Biaya itu meliputi peti mati, pengumuman kematian, dan tentu saja biaya untuk pelayat profesional. Uniknya, keluarga bisa "balik modal" karena semakin banyak yang menangis maka para pelayat lain akan ikut terharu dan memberi uang duk alebih banyak.

Kita dapat secara profesional menangis untuk membuat orang menjadi lebih simpati untuk memberikan uang secara lebih kepada keluarga yang berduka, kata Madam Awo Yaadonkoh, salah satu leader kelompok penangis profesional yang bertalenta di Ghana.

Gaya para pelayat dan penangis profesional ini juga bisa diatur. Mulai dari menangis histeris berteriak, menangis sampai berguling di tanah, menangis sampai muntah, hingga menangis kayak tupai. Apapun permintaan penyewa akan mereka laksanakan, yang penting bayaran lancar. Profesi unik ini diperkirakan sudah ada sejak 2000 tahun yang lalu.

Meskipun populer di Ghana, namun tradisi pelayat profesional ini justru pertama kali muncul di China. Mereka akan menangis, menyanyi, atau menari di pinggir peti jenazah. Semakin berkembang, profesi ini juga semakin digeluti secara serius. Bahkan, pekerjanya harus mendapatkan training terlebih dahulu agar tidak bikin kesal penyewa di hari H.

Baca juga: BPN Ungkap Alasan Prabowo Sebut Pilihan Politik Ibu Ani Saat Melayat, Demokrat: Ngawur!

Selain Ghana, profesi pelayat profesional kini sudah merambah ke Inggris, dan Goma –bagian Timur Kongo, Afrika Tengah. Di Inggris, pelayat profesional mendapat bayaran sekitar US$ 70. Upah yang terbilang cukup besar hanya untuk menghadiri pemakaman.

Sementara itu, di Goma profesi pelayat ini dipelopori oleh Gilbert Kubali. Tak disangka, bisnisnya moncer dan membuatnya mendapatkan keuntungan berlimpah. KUbali pun mulai mencari-cari pekerja untuk menggeluti bisnis makelar pelayat profesional. Dia mengutamakan perempuan paruh baya dan lansia, karena tangisan mereka biasanya lebih mengharukan hati banyak orang.

Salah satunya Deborah Nzigire, 65 tahun. Dia mengaku lelah hidup di kota yang penuh konflik antar kelompok militan. Bahkan, untuk mendapatkan uang Rp 20.000 saja sudah sangat berat baginya. Jadi, ketika ditawari pekerjaan ini, dia langsung mengangguk setuju.

Baca juga: Nggak Cuma Beli Makanan, Di Negara Ini, Melayat ke Rumah Duka Pun Pake Sistem Drive Thru!

Selalu saja ada masalah. Pikiranmu dipenuhi pertanyaan ‘di mana aku bisa dapat uang?’ Ini bikin aku sedih dan menangis. Kami selalu siap menangis Kalau kamu tidak menangis di acara pemakaman, leluhur akan marah dan mengganggu hidupmu, kata Nzigire.

Artikel Lainnya

Bagi orang Afrika, bila tak ada air mata di pemakaman, tandanya tak ada kepedulian kepada orang yang meninggal. Menarik banget kan profesinya? Kalau kamu kesulitan dalam hal keuangan, mungkin kamu bisa mempertimbangkan bisnis ini. Cuma modal air mata, kamu bisa jadi orang kaya. Tertarik?

Tags :