Haru! Demi Menyambung Hidup, Nenek Berusia 110 Tahun Ini Jualan Kerupuk Meski Sulit Berjalan
18 Desember 2019 by Dea DezellyndaKisah nenek 110 tahun yang masih semangat berjualan kerupuk
Di usia senja, para lansia biasanya akan menghabiskan waktunya untuk beristirahat atau menikmati hidup. Namun tak semua lansia memiliki nasib beruntung, banyak dari mereka yang tetap berjuang untuk menyambung hidup saat raga sudah tak lagi kuat.
Seperti kisah seorang nenek berusia 110 tahun asal Yogyakarta ini. Nenek bernama Ngatiyem ini berjualan kerupuk untuk menyambung hidup. Dilihat dari fisiknya, Ngatiyem sudah sulit berjalan, namun hal itu tak mengurangi semangatnya untuk mengais rezeki.
Berjualan kerupuk di usai renta
Seorang nenek penjual kerupuk di Alun-Alun Selatan, Yogyakarta menarik perhatian netizen. Pasalnya nenek ini masih berjualan kerupuk meski sudah berusia 110 tahun dengan kondisi sulit berjalan. Kisah nenek ini dibagikan oleh akun Twitter @Budakbaonk_ri pada hari Minggu (15/12/19) lalu.
“Ya Allah. Penjual kerupuk di Alun-alun Kidul jogjakarta,namanya mbah Ngatiyem umur 110 tahun,bagi yang lihat minta tolong dibeli ya,lebihin uangnya. Beliau berjualan pake tongkat gitu,smga mbah sehat sll&panjang umur serta diberi rezeki yang banyak..aamiin,” tulis @Budakbaonk_ri dalam keterangan unggahannya.
Baca juga: Viral Foto Kucing Digantung Secara Keji hingga Mati, Pria Ini Diburu Polisi
Dalam sebuah video berdurasi 20 detik itu, terlihat Mbah Ngatiyem yang memakai jilbab kuning tampak berjalan tertatih dengan menggunakan alat bantu. Terlihat di alat bantu jalan tersebut tergantung kerupuk jualan Mbah Ngatiyem.
Tanggapan para netizen
Video singkat itu berhasil menarik perhatian netizen. Melihat Mbah Ngatiyem yang masih bekerja di usia senja, membuat netizen merasa iba. Doa-doa dari para netizen pun membanjiri unggahan @Budakbaonk_ri.
@mas_singsareh: “Setiap kali liat orangtua msh kerja keras begini, yg pertamakali terlintas di pikiran pasti 'anaknya kemana ya?”
@dya_11677: “Kdg, org seperti Mbah Ngatiyem lebih suka dibeli jualannya dr pd menerima pemberian secara cuma2...”
Baca juga: Aksi Dosen UGM Gendong Bayi Mahasiswi Saat Ngajar Ini Bikin Haru
@giveyouabell: “Kenapa ya umur segitu masih nyari uang yg ngeliatnya aja ngga tega”
@UNajib4: “Contoh bagi kita, perjuangan utk mendapatkan rezeki yg halal. Senoga rezeki & umur beliau berkah. Aamiin..”
Semangat berjualan di usia senja
Dilansir dari Kompas.com, Senin (27/12/19), Mbah Ngatiyem ternyata memiliki nama Kerto Pawiro yang diambil dari suaminya yang sudah lama meninggal. Mbah Ngatiyem tinggal di Bantul. Dia datang ke Alun-Alun Selatan, Yogyakarta menggunakan becak.
Mbah Ngatiyem yang tak memiliki anak ini mengaku berjualan untuk menyambung hidup dan mengisi waktu. Ia merasa stres apabila hanya berdiam di rumah. Mbah Ngatiyem biasanya menaiki becak dengan membayar Rp100 ribu setiap hari.
Baca juga: Salut! Bocah Ini Langsung Labrak Pengendara Mobil yang Tabrak Ibunya
“Kulo omahe Bantul. Mriki numpak becak bolak-balik le mbayar satus ewu (Saya rumahnya Bantul, ke sini naik becak bolak-balik membayar Rp. 100.000),” ujar Mbah Ngatiyem.
Mbah Ngatiyem mengambil kerupuk dagangannya dari Pasar Beringharjo seharga Rp8.000. Kerupuk itu ia jual kembali dengan harga Rp10.000. Keuntungan Rp2.000 itulah yang ia pakai untuk membayar becak dan sisanya untuk ditabung.
Kerupuk Mbah Ngatiyem laris manis dibeli warga yang sedang berkunjung ke Alun-Alun Selatan. Sosok Mbah Ngatiyem yang sudah renta tentunya menarik rasa iba para pembeli. Mbah Ngatiyem pernah diminta berhenti berjualan oleh kerabatnya, namun ia tetap menolak. Mbah Ngatiyem enggan dibantu kerabatnya dan ingin mencari nafkah sendiri. Ia pun tetap semangat berangkat untuk menjajakan kerupuk dagangannya.