Lady Dai, Mumi dengan Kondisi Terbaik yang Pernah Ditemukan Manusia!

Lady Dai, Mumi dengan Kondisi Terbaik yang Pernah Ditemukan!
Lady Dai, Mumi dengan Kondisi Terbaik yang Pernah Ditemukan! | womenofhistory.blogspot.com

Kenapa mumi Lady Dai bisa gini ya?

Budaya pengawetan mayat atau mumifikasi memang berasal dari peradaban Mesir Kuno. Akan tetapi, di belahan dunia yang lain, telah dilakukan proses mumifikasi yang nyatanya lebih sempurna dibandingkan dengan yang dilakukan masyarakat Mesir Kuno. Salah satu buktinya adalah seorang mumi bernama Lady Dai.

Mumi ini berasal dari peradaban Cina Kuno dan diyakini telah berusia lebih dari 2.100 tahun. Seperti apa kisah dari mumi yang dikenal dengan sebutan Mumi Diva ini? Berikut ulasannya untuk kamu semua!

1.

Putri Dai sang diva mumi

Lady Dai, Mumi dengan Kondisi Terbaik yang Pernah Ditemukan!
Putri Dai sang diva mumi | womenofhistory.blogspot.com

Seperti yang telah disebutkan di atas kalau Lady Dai diyakini telah berusia lebih dari 2.100 tahun. Ia berasal dari Dinasti Han Barat. Ketika melihat kondisi dari mumi ini, para arkeolog dan ilmuwan merasa takjub lantaran masih memiliki bentuk yang sempurna.

Putri Dai sendiri ditemukan secara tidak sengaja. Semua bermula pada tahun 1971 ketika Perang Dingin tengah berlangsung.

Pada saat itu, para pekerja sedang melaksanakan pembangunan bunker sebagai benteng yang mampu menahan serangan udara di dekat Kota Changsa. Nah, di sanalah mereka menemukan reruntuhan makam dari peradaban Dinasti Han.

Ketika para pekerja melakukan pengecekan lebih jauh, mereka menemukan ada artefak dengan kondisi yang masih bagus. Mereka pun menemukan makam berisi jasad Xin Zhui, istri wilayah Dai pada masa Dinasti Han.

Xin Zhui sendiri merupakan sosok yang dikenal sebagai Lady Dai. Ia diperkirakan meninggal antara tahun 178 hingga 145 SM pada usia sekitar 50 tahunan. Selain jasad Xin, ditemukan pula benda-benda mewah di sekitarnya yang menunjukkan kalau Xin semasa hidup menyukai kekayaan dan hal-hal yang menyenangkan.

Meski banyak benda mewah bergelimpangan, namun perhatian para arkeolog ketika memeriksa makam Xin Zhui tertuju pada jasad dari sang putri. Hal itu disebabkan kondisinya yang masih terawat seakan-akan jasadnya masih belum lama dimakamkan.

Meski telah dikubur lebih dari 2.000 tahun yang lalu, kulit sang putri masih terasa lentur dan lembab ketika dipegang. Persendiannya pun masih terasa fleksibel.

Selain itu, rambut dan bulu matanya masih terlihat dalam kondisi yang sangat baik. Darah pun masih ditemukan di dalam pembuluhnya. Ketika dilakukan pemeriksaan, diketahui bahwa Putri Xin Zhui memiliki jenis golongan darah A.

Ketika para arkeolog mengeluarkan jasadnya, tubuh dari Lady Dai secara tiba-tiba langsung berubah. Hal itu ternyata lantaran oksigen langsung menyergap dan menggerogoti tubuhnya.

Akibatnya, jasad Xin mulai mengalami kerusakan dan kondisinya tidak lagi sama ketika pertama kali ditemukan. Meski demikian, mumi sang putri ini tetap saja membuat para arkeolog dan ilmuwan takjub sekaligus terheran-heran.

Baca juga: Inilah 5 Mumi Binatang Paling Fenomenal Yang Pernah Ada

2.

Otopsi

Ketika mumi Xin Zhui diotopsi, para ilmuwan forensik yang bertugas terkejut lantaran kondisi jasadnya yang menunjukkan seolah-olah jasadnya baru saja dimakamkan.

Ketika dibedah, mereka menemukan kalau semua organ tubuhnya masih dalam kondisi utuh. Padahal, mumi Mesir Kuno saja akan kehilangan sejumlah organ tubuhnya karena organ tubuh cenderung cepat terurai.

Pemeriksaan pada pembuluh darah Putri Dai menunjukkan jika ia meninggal akibat terkena serangan jantung. Kesimpulan tersebut berdasarkan pada temuan kalau Putri Dai memiliki gangguan kesehatan yang cukup kompleks, seperti diabetes, tekanan darah serta kolesterol tinggi, hingga penyakit hati dan empedu.

Para ilmuwan lantas menduga kalau serangan jantung yang menimpa Putri Dai terjadi akibat menu makannya yang tidak sehat, kurangnya latihan fisik, serta kegemukan.

Selanjutnya, ketika para ilmuwan memeriksa bagian saluran pencernaan, mereka menemukan 138 biji melon di bagian kerongkongan, lambung, dan usus. Seperti yang diketahui bahwa biji melon sendiri memerlukan waktu kurang lebih satu jam agar bisa dicerna oleh tubuh.

Nah, beradasarkan fakta tersebut, ilmuwan menyimpulkan kalau Putri Dai meninggal tidak lama setelah ia mengonsumsi melon.

3.

Metode yang digunakan untuk mengawetkan Putri Dai

Lady Dai, Mumi dengan Kondisi Terbaik yang Pernah Ditemukan!
Metode yang digunakan untuk mengawetkan Putri Dai | victormaxsmith.com

Melihat kondisi jasad sang putri yang begitu baik, pertanyaan pun muncul tentang cara atau metode pengawetan yang dilakukan terhadap sang putri. Setelah melakukan penelitian lebih jauh, kondisi jasad sang putri yang masih baik diperkirakan karena kondisi makamnya yang terisolasi total.

Pada saat ditemukan, Putri Dai berada di dalam bilik kedap udara yang terletak 12 meter di bawah permukaan tanah. Selain itu, jasadnya pun ditempatkan dalam peti mati berjumlah empat lapis.

Arkeolog pun menemukan adanya lapisan tebal berwarna putih dengan tekstur menyerupai tanah di lantai makam. Tubuh Putri Dai dibalut oleh 20 lapis kain sutra.

Ketika ditemukan pertama kali, jasad sang putri ditemukan terendam dalam 80 liter cairan yang sifatnya agak asam serta memiliki kandungan magnesium.

Nah, peti mati yang berlapis-lapis ditemukan berada dalam bilik berbentuk corong yang dilapisi tanah liat. Sebanyak lima ton batu bara ditemukan berada di sekitar biliknya.

Batu bara ini diperkirakan berfungsi sebagai penyerap uap air. Bagian atas bilik sendiri terlihat disumbat menggunakan tanah liat tambahan dengan ketebalan yang mencapai satu meter.

Beralih pada kondisi terowongan yang menghubungkan makam Putri Dai dan permukaan tanah. Di sana ditemukan bongkahan-bongkahan tanah yang sepertinya telah disusun sedemikian rupa sehingga tidak ada organisme ataupun faktor alam yang bisa masuk ke dalam bilik sang putri.

Air tanah yang sifatnya merusak jasad tidak mampu menembus lapisan penghalang yang ditempatkan di luar bilik. Bakteri penyebab pembusukan akan mati seketika begitu masuk ke dalam makam akibat minimnya pasokan oksigen.

Hal ini menyebabkan kondisi liang makam memiliki suhu yang dingin, stabil, dan bebas dari organisme perusak. Sebuah hasil kerja yang luar biasa mengingat teknologi dan pengetahuan pada saat itu masih belum semaju sekarang.

Artikel Lainnya

Itu dia kisah dan fakta tentang Lady Dai, mumi yang dinobatkan sebagai mumi dengan kondisi terbaik dalam sejarah peradaban dunia. Keren emang peradaban manusia di negara yang satu ini.

Tags :