Kebangetan! Hanya Karena Daging Kambing Diganti Ayam, Baku Pukul Terjadi di Pesta Pernikahan

Pesta pernikahan ricuh karena daging kambing | www.youtube.com

Cuma masalah sepela bisa memicu perkelahian di pesta pernikahan.

Saat ada acara-acara penting, orang-orang selalu merayakannya dengan sebuah pesta. Baik yang diadakan dengan acara kecil-kecilan maupun besar-besaran.

Acara penting itu dimulai dari kelahiran, ulang tahun, dan bisa juga pernikahan. Pada dasarnya mau tidak mau, kita dihadapkan dengan pilihan untuk membuat pesta pada momen-momen penting kita.

Apalagi bila sudah menyangkut tentang pernikahan. Di Indonesia sendiri ada berbagai tata cara untuk melakukan pesta pernikahan. Dari Sabang sampai Merauke memiliki ciri khasnya masing-masing.

Tentu dengan biaya yang tidak sedikit serta pengorbanan yang tidak murah. Eh, tapi cinta tak mengenal pengorbanan kata Sujiwo Tejo. Karena kalau sudah mengatakan berkorban, itu bukan cinta namanya.

Baku pukul di sebuah pesta pernikahan | internasional.kompas.com

Namun, belum lama ini terjadi tentang sebuah momen di Negara Bagian Telangana, India yang membuat dari kita mengerutkan dahi. Sebuah pesta pernikahan menjadi ajang pertarungan.

Pesta yang biasanya digunakan untuk mempererat hubungan ini menjadi pesta yang memperkeruh hubungan karena satu alasan yaitu karena menu daging kambing diganti daging ayam.

Pada mulanya ada media lokal yang menyebarkan berita ini. Pesta pernikahan ini digelar di desa Uppusaka Jumat pekan lalu (22/2/2019) oleh Ajmira Kumari dan Lavudayya Praveen.

Saat itu keluarga Praveen menunggu Mutton, yaitu sebuah olahan daging kambing yang disajikan dengan kare. Akan tetapi, olahan itu tak kunjung sampai ke mejanya. Akhirnya terbitlah kemarahan dari keluarga mempelai pria.

Artikel Lainnya

Pihak Kumari rupanya tak mampu membeli daging kambing. Kemudian dia menjelaskan bahwa akan mengganti dengan daging ayam.

Saat itulah kemarahan keluarga Praveen dari keluarga mempelai pria mulai meluap dan naik pitam. Kemarahannya benar-benar tak bisa dibendung.

Keluarga Praveen pun berteriak dan panaslah suasana pesta pernikahan itu. Diawali dengan cekcok alias adu mulut, lantas dilanjutkan dengan baku pukul di tempat pesta karena sebuah hidangan tentu bukan hal yang elok di mata orang lain.

Akan tetapi, itulah yang telah terjadi. Kursi-kursi tidak lagi menjadi tempat duduk yang nyaman dalam sebuah pesta namun telah menjadi senjata untuk saling lempar. Keluarga dari tuan rumah pun tak mau kalah, tongkat pemukul pun diayunkan. Bertambah gaduhlah pesta itu.

Dari insiden itu, delapan orang mengalami luka-luka. Sedangkan keluarga kedua belah pihak sibuk saling melapor ke kantor polisi lokal.

Sekarang belum diketahui lagi bagaimana nasib dari kedua mempelai yang ingin hidup bersama itu. Buyarkah rumah tangga kedua mempelai hanya karena daging kambing?

Tags :