Banderol Rujak Cingur Seharga Rp 60 Ribu, Penjual Ngaku Diteror Orang Misterius

Marmila
penjual rujak cingur 60ribu | food.detik.com

Usai viral karena menjual rujak cingur harga Rp 60 ribu, penjual mengaku diteror orang misterius.

Rujak cingur merupakan salah satu kuliner yang tak boleh dilewatkan para pelancong saat berkunjung ke Jawa Timur. Rujak cingur disajikan dengan aneka sayuran, buah dan yang membuatnya khas adalah menggunakan cingur atau hidung sapi yang disiram dengan saus kacang.

Setelah dihebohkan dengan lesehan bu Anny di Tegal yang memasang harga tak wajar, kini ada lagi rujak cingur yang harganya dinilai kelewat mahal. Yaitu satu porsi rujak cingur yang dijual oleh Marmila (43) ini dibanderol dengan harga Rp 60 ribu!

1.

Harga rujak cingur yang dinilai pembeli tidak wajar

Marmila
Lapak rujak cingur Marmila | food.detik.com

Viral sebuah video percakapan antara pembeli dan penjual rujak cingur di jalan Raya Wiguna Timur, Gunung Anyar yang mendadak viral di media sosial. Dalam video tersebut terdengar seorang laki-laki mempertanyakan mengapa rujak cingur Marmila dibanderol dengan harga hingga Rp. 60ribu.

“Ngapunten nggih mbak. Rujak yang tadi itu benar Rp. 300 ribu? Oh gitu satu porsinya Rp. 60 ribu sama esnya Rp. 15 ribu. Jadi empat porsi Rp. 315 ribu ya,” kata pembeli dilansir dari Detik.com.

Saat mengetahui harga rujak cingur kelewat mahal, pembeli tersebut seakan tidak percaya dan kaget. Namun Marmila segera menjelaskan mengapa rujak cingur yang ia jual bisa mahal.

Baca juga: Nasib Terbaru Warung Bu Anny yang Jual Makanan Super Mahal

2.

Menurut penjual ‘ada harga ada rasa’

Marmila
Ada harga ada rasa | food.detik.com

Marmila mengaku sudah berjualan rujak cingur selama 20 tahun. Menurut Marmila mengapa harga rujak cingurnya mahal karena bahan-bahan rujak yang memang mahal dan juga satu porsi rujak cingur Marmila termasuk banyak.

“Kalau memang rujak cingur itu bahannya banyak. Kacang sekarang mahal, terutama cingur itu sekarang mahal, petis mahal dan buah-buahan juga mahal semua. Sekarang itu di pasar itu nggak ada barang yang murah,” kata Marmila.

Menurut Marmila harga rujak cingur miliknya setara dengan kualitas dan rasa. Marmila bisa saja menjual dengan harga murah tapi tentu saja kualitas dari rasa rujak cingurnya akan turun karena ada pengurangan bahan.

“Bisa jual murah tapi kualitasnya beda. Kalau kita jual harga Rp. 15ribu atau Rp 20ribu tapi petis rujaknya itu pahit. Kita nggak mau yang murah-murah. Kalau murah nggak enak akhirnya rujaknya nggak laku, orang juga nggak akan kembali. Orang itu jualan ada harga ada rasa,” jelas Marmila.

Marmila mengaku selama 20 tahun ia berjualan rujak cingur baru kali ini mendapat komplain hingga viral di media sosial.

3.

Usai viral, penjual mengaku sempat mendapat teror

Marmila
Marmila mengaku mendapat teror dari orang misterius | bonsaibiker.com

Usai videonya viral, Marmila mengaku sampai mendapat teror. Marmila menerima teror dan dimaki orang tak dikenal melalui telepon. Tak hanya itu barang-barang di lapaknya dirusak oleh orang tak dikenal bahkan gelas-gelas untuk berjualan pecah.

“Kejadiannya itu kan Sabtu (8/6), sehabis itu saya selalu diteror, ditelepon, di SMS ngomongnya nggak karu-karuan seperti rujak larang (mahal), rujak nggak enak, seperti mau beli nggak apa-apa. Nggak mau beli juga nggak apa-apa. Langgananku juga masih banyak,” jelas Marmila.

Marmila tidak mau menuduh siapa yang melakukan teror kepadanya.

“Saya nggak berani nuduh siapa pelaku yang membuang lapak ke kali dan merusak banner dagangan saya. Tapi itu yang beli dan merekam semua cowok-cowok, pas beli pakai kendaraan mobil Avanza plat B. Plat nomernya saya nggak nyatat. Tapi bilangnya anak Bulak Banteng,” terang Marmila.

Usai videonya viral, Marmila mengaku sudah didatangi Satpol PP dan lurah untuk menanyakan kebenarannya. Satpol PP tidak mempermasalahkan harga yang dipatok Marmila dan meminta untuk mencantumkan harga di menunya.

Artikel Lainnya

Satu lagi pelajaran untuk kita semua bahwa bertanya harga sebelum memutuskan untuk membeli memang sangat penting. Supaya saat membayar pun kita tidak kaget dengan nominal yang harus dibayar.

Tags :