Jemput Santri Positif Corona, Bupati Madiun Sempat Dibacakan Dalil Oleh Ortunya!

penjemputan santri oleh bupati Madiun
penjemputan santri oleh bupati Madiun | regional.kompas.com

Akhirnya setelah satu jam beradu argumen, kedua orang tua bersedia kooperatif

Jumlah pasien positif corona masih tetap bertambah, tragisnya masih ada saja masyarakat yang memberi stigma negatif terhadap para pasien yang terinfeksi sehingga membuat mereka takut, malu dan depresi. Beberapa orang yang tidak terima karena positif dites corona juga bahkan ada yang ingin menularkannya kepada orang lain.

Pasien juga ada yang merasa malu dan takut untuk mengakui saat diperiksa sehingga malah membahayakan orang lain di sekitarnya. Perasaan tersinggung dan takut mungkin juga dialami oleh orang tua dari pasien positif asal Madiun ini.

Baca Juga : Miris! Bukan Menghindar, Warga Ramai-Ramai Nonton Pasien Corona di RSUD Tasikmalaya

Sebagaimana dikutip dari Kompas.com pada Sabtu (16/5/2020), penjemputan pasien positif corona di Desa Sewulan, Kecamatan Dagangan, Madiun tidak berjalan dengan lancar pada awalnya, petugas sempat dihadang oleh orang tua pasien lantaran tak terima anaknya dijemput karena terinfeksi virus corona.

Hal itu membuat Bupati Madiun Ahmad Dawami aliasKaji Mbing harus turun tangan langsung sebab para petugas medis tidak sanggup membawa pasien karena dilarang orang tua pasien. Pasien yang dinyatakan positif tersebut merupakan santri yang berasal dari pondok Temboro, Magetan.

Baca Juga : Pengakuan Pilu Pasien Positif Corona di Depok: Saya Tertekan Bukan karena Sakitnya

Orang tua santri positif corona sempat menghadang bupati dan petugas medis yang akan menjemput anaknya
Orang tua santri positif corona sempat menghadang bupati dan petugas medis yang akan menjemput anaknya | Kompas.com
penjemputan santri oleh bupati Madiun
Ambulans untuk menjemput pasien positif corona | SURYA.co.id

Sama halnya dengan petugas medis yang menjemput, Kaji Mbing juga sempat dihadang oleh orang tua santri dengan menyebut bahwa anaknya tidak sakit.

Santri yang dikatakan positif corona itu memang tidak mengalami gejala apapun yang mengarah ke infeksi corona (Covid-19) atau disebut juga Orang Tanpa Gejala (OTG).

Kami pun sudah menjelaskan bahwa anaknya termasuk pasien yang positif, namun tidak memiliki gejala klinis Covid-19. Mereka tetap bersikukuh anaknya dalam kondisi sehat dan tidak sakit, jelas Kaji Mbing ketika dihubungi pihak Kompas.com pada Kamis (14/5/2020) malam.

Selain dihadang oleh orang tua santri, Kaji Mbing juga dibacakan dalil dengan suara lantang yang mana mengarah pada sang bupati yang dianggap menyakiti dan menzalimi keluarga mereka, karenasang anak dianggap tidak sakit sama sekali oleh orang tua.

penjemputan santri oleh bupati Madiun

Meski tujuan dari para petugas medis dan Kaji Mbing adalah untuk kebaikan anaknya, mereka masih teguh pada keyakinannya bahwa sang anak baik-baik saja.

Justru mereka malah memiliki paham tersendiri yang katanya saya malah menyakiti, menzalimi. Tetapi, saya sampaikan yang namanya pemerintah pasti tidak akan menjerumuskan masyarakatnya, lanjut Kaji Mbing.

Akhirnya setelah satu jam saling adu argumentasi, kedua orang tua bersedia menyerahkan anaknya pada petugas medis untuk kemudian diisolasi di RSUD Dolopo Madiun sampai nanti dinayatakan sembuh.

Baca Juga : Ngeyel! Kabur dari Rumah Sakit, Pasien Corona di Lombok Ini Hobi Bantah Petugas Pakai Hadis

Artikel Lainnya

Sebelumya pada April lalu muncul kabar bahwa Pondok pesantren Temboro, Magetan merupakan klaster baru penularan virus corona. Hal itu disampaikan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang juga telah mengirim sejumlah bantuan berupa masker, vitamin C dan hand sanitizer untuk pondok tersebut.

Tags :