Dulunya Dicintai Pacar Karena Cantik dan Seksi, Tapi Setelah Kena Kanker Otak Wanita Ini Langsung Dicampakkan

Perubahan karena penyakit
Perubahan karena penyakit |

Inilah ruginya punya pasangan yang menilai fisik doang

Dalam menjalin hubungan dengan seseorang, tidak bisa dipungkiri banyak orang yang lebih mementingkan fisik daripada sifat dan kepribadian pasangan. Keuntungannya, pasangan bisa membuat kita bangga kalau berjalan kemana-mana dan juga lebih menyenangkan mata sendiri. Kerugiannya, ketika fisik mulai berubah, maka rasa cinta itu juga bakalan luntur

Seperti yang dialami oleh seorang mantan model dari Inggris. Gara-gara penyakit yang dideritanya, fisiknya mulai berubah dan dia dicampakkan begitu saja oleh tunangannya. Padahal, mereka sebentar lagi akan melangsungkan pernikahan, seandainya dia tidak terkena penyakit. Yang makin parah, dia dicampakkan lewat pesan Facebook Messenger doang.

Perubahan karena penyakit
Sebelum kena kanker otak | www.mirror.co.uk

Model itu bernama Emily Nicholson. Pada tahun 2012, dia dan keluarganya pindah ke Perth, Australia dan sukses menjadi manajer sebuah bar. Selain itu, dia juga mendapatkan penghasilan tambahan dengan menjadi model dan host di sebuah kelab malam. Kerja keras dan keuletannya membuat dia menjadi wanita sukses dan mampu membeli rumah sendiri dari hasil keringatnya.

Dia lalu menjalin hubungan dengan seorang pria bernama Jamie Smith, seorang pria berusia 24 tahun yang berasal dari Selandia Baru. Hubungan mereka baik-baik saja sampai Emily divonis menderita Astrositoma, sejenis kanker otak pada bulan Februari 2016. Setelah divonis penyakit kanker, Emily dan Jamie memutuskan untuk menikah pada bulan Agustus 2016.

Perubahan karena penyakit
Setelah kena kanker otak | www.mirror.co.uk

Namun, rupanya Emily harus menjalani operasi sehingga rencana pernikahan itu pun ditunda hingga bulan Maret 2017. Tidak hanya itu, berat badan Emily yang tadinya langsing dan seksi, naik 44 kilogram sehingga membuatnya seperti penderita obesitas. Dia juga diberitahukan kabar buruk oleh tim dokter, yaitu hanya memiliki sisa umur satu tahun saja.

Oleh sebab itu, Emily dan Jamie ingin segera menikah sebelum semuanya terlambat. Sayangnya, seminggu sebelum pernikahan digelar, Jamie mengirimkan pesan kepada Emily melalui Facebook Messenger. Dalam pesan yang dia kirimkan, Jamie mengakhiri hubungannya dengan Emily saat itu juga.

Perubahan karena penyakit
Bersama mantan pacar | www.mirror.co.uk

Jamie mengirim pesan kepadaku dan mengatakan tidak ingin bersamaku. Dia mengaku tidak mencintaiku sejak lama. Padahal, kami ingin membangun kehidupan bersama di saat-saat terakhir kami," kata Emily.

Tentu saja hal ini membuat Emily sangat sedih, marah, dan kecewa. Dunia seakan tiba-tiba bersepakat untuk menyakitinya. Sudah kena kanker, divonis tinggal berumur satu tahun, dan diputuskan oleh pacar seminggu sebelum pernikahan. Emily menilai Jamie memutuskan dirinya karena penampilannya yang berubah drastis dan tidak seperti dulu.

Namun, kini Emily belajar untuk move on dan fokus menyembuhkan penyakitkan. Dia mulai lelah marah-marah dan mengutuk nasib. Dia bertekad untuk melalui semua ini dengan semangat. Keluarga Emily lalu pindah ke Inggris dan menggalang dana melalui GoFundMe untuk membiayai pengobatan vaksin Emily yang mencapai 30 ribu poundsterling atau Rp554,4 juta.

Setelah kena kanker
Setelah kena kanker | www.mirror.co.uk
Artikel Lainnya

Namun, Jamie membantah tuduhan tersebut. Dia mengatakan bahwa dirinya mencintai Emily apa adanya dan justru Emily lah yang memutuskan hubungan. Dia menegaskan tidak akan meninggalkan Emily meskipun badannya berubah menjadi gemuk sekalipun.

Jika itu terjadi, aku sudah meninggalkannya berbulan-bulan sebelum kami berpisah. Karena dia mulai gemuk sebelum itu terjadi," jelas Jamie.

Tapi, dari chat yang diunggah oleh Emily, Jamie memang memanggilnya dengan sebutan bit*h. Kini, hubungan mereka resmi berakhir dan Emily berjuang untuk mengobati penyakitnya. Memang tidak ada yang salah dengan memilih pasangan berdasarkan fisik. Tapi, fisik bisa menua atau rusak karena satu dan lain hal. Saat itu terjadi, akankah kamu masih tetap setia?

Tags :