Viral! Diduga Kekerasan di Panti Jompo, Lansia Dipaksa Makan Cabai hingga Minum Air Kencing

lansia
lansia alami kekerasan oleh pengawas panti | www.facebook.com

Dugaan adanya kekerasan di salah satu panti jompo di Malaysia

Kabar menghebohkan datang dari Negeri Jiran di mana seorang penghuni panti jompo diperlakukan secara buruk oleh pengawas panti. Dalam video berdurasi 23 detik tersebut memperlihatkan seorang perempuan berbaju biru yang diduga merupakan pengawas panti.

Perempuan tersebut tampak mengolok-olok nenek di depannya bahkan menyentuh payudara nenek tersebut. Atas pemberitaan ini, panti asuhan yang baru berdiri pada tahun 2016 tersebut langsung disoroti oleh media.

1.

Perlakukan kepada lansia dengan semena-mena

Video tersebut pertama kali diunggah oleh akun Facebook Cik Pah Cik Ton yang memperlihatkan seorang pengawas panti jompo sedang mengolok-olok bahkan melakukan pelecehan seksual terhadap seorang lansia.

Saat ini video sudah dihapus oleh pemilik akun Cik Pah Cik Ton, namun video ini sudah diunduh oleh pengguna Facebook lainnya dan sudah diunggah kembali.

Atas pemberitaan tersebut, panti asuhan yang baru berdiri pada tahun 2016 ini menjadi sorotan berbagai media. Dilansir dari Tribunnews.com, dari curhatan akun Facebook Cik Pah Cik Ton, para lansia yang ada di panti jompo tersebut bahkan disuruh meminum air kencing.

Tak sampai di situ, pengawas panti bahkan pernah menyuruh lansia untuk memakan cabai. Selain itu, para lansia juga kerap diberi obat tidur yang melebihi dosis anjuran dokter supaya tertidur lebih lama. Para lansia pun juga mengaku sering mendapat kekerasan dari pihak panti.

Baca juga: Kabur dari Panti Jompo, Apa yang Dilakukan 2 Kakek Ini Bikin Geleng-Geleng Kepala

2.

Tingginya jumlah lansia yang meninggal dunia di panti jompo tersebut

lansia
tingginya jumlah lansia yang meninggal | suryamalang.tribunnews.com

Ternyata sebelum munculnya pemberitaan dugaan kekerasan terhadap lansia, panti jompo yang tak diketahui namanya tersebut sudah pernah disoroti media terkait kasus kematian misterius para lansia.

Tercatat ada 16 lansia yang meregang nyawa di panti jompo itu sejak tahun 2017 silam. Sepanjang bulan Agustus 2017 saja, tercatat ada empat lansia yang meninggal dunia.

Alasan pihak panti jompo terbilang klasik dengan menyebutkan bahwa mereka meninggal karena termakan usia.

Selain kekerasan terhadap lansia di panti jompo, karyawan pun juga tak luput dari kekerasan yang dilakukan pengawas panti. Salah satu karyawan mengaku telah dipukuli hingga mengalami cedera.

Pemilik akun mengklaim bahwa penghuni panti jompo ‘dipukuli’, dikurung, dibiarkan kelaparan dan diikat di kursi oleh pengawas wanita di tempat itu.

3.

Australia pasang CCTV untuk cegah kekerasan di panti jompo

lansia
panti jompo di Australia | internasional.republika.co.id

Kejadian serupa terkait kekerasan terhadap lansia juga terjadi di panti jompo Australia. Bermula dari seorang pria tertangkap kamera tersembunyi saat akan mencekik seorang lansia. Untuk mengantisipasi kejadian tersebut terulang kembali, akhirnya panti jompo dipasangi CCTV.

Dilansir dari Detik.com, Menteri Urusan Perawatan Lansia Ken Wyatt menjelaskan, pemasangan CCTV dimaksudkan untuk memastikan keselamatan para lansia.

Menteri Utama (Premier) Australia Selatan Steven Marshall secara terpisah mengatakan pihaknya bekerja sama dengan perusahaan pengawasan panti jompo dari Inggris Raya.

“Melindungi warga Australia Selatan yang paling rentan itu adalah salah satu prioritas tertinggi pemerintahan saya," katanya.

Nantinya keluarga dapat mengawasi orangtua yang ditempatkan di panti jompo melalui CCTV. Namun pemasangan tersebut berdasarkan kesepakatan penghuni kamar. Kamera CCTV lainnya akan dipasang di area fasilitas umum panti jompo.

Artikel Lainnya

Panti jompo yang diharapkan menjadi tempat nyaman bagi para lansia, dalam kasus di atas justru menjadi tempat yang mengerikan dan penuh ancaman. Para lansia diduga diperlakukan secara tidak manusiawi oleh pengawas panti itu sendiri. Kasus ini diharapkan bisa segera ditangani oleh pemerintah setempat.

Tags :