Ada Pohon Keramat, Desa Kecil di India Wajibkan Warganya "Nyeker" dan Melarang Sepatu

Orang-orang yang memasuki desa biasanya melepas sepatu di bahwa pohon Mimba | ichef.bbci.co.uk

Mereka terbiasa memperlakukan desanya seperti ruang hidup yang sakral

Negara-negara asia seperti Jepang, Korea, Thailand, termasuk Indonesia memiliki kebiasaan melepas alas kaki ketika akan masuk ke dalam ruangan, terlebih rumah, baik itu milik sendiri atau orang lain. Biasanya, ini terkait kebersihan, tapi bisa juga tanda 'rasa segan' terhadap suatu tempat.

Berkaitan dengan kebiasaan tersebut, di wilayah negara India bagian selatan terdapat sebuah desa yang memiliki kesepakatan untuk tidak mengenakan alas kaki selama berada di wilayah desa tersebut.

Mengapa demikian? Apakah ini juga terkait kebersihan dan etika? Berikut beberapa ulasan mengenai desa tersebut:

1.

Desa Andaman

Sekitar 130 keluarga tinggal di Andaman, banyak dari mereka bekerja di sawah sebagai buruh tani | ichef.bbci.co.uk

Dilansir dari BBC.com, Desa Andaman terletak di wilayah bagian selatan India. Sekitar 130 keluarga tinggal di sana, kebanyakan mereka bekerja di sawah sebagai buruh tani.

Baca juga: Gim PUBG Diwacanakan Haram oleh MUI, Ternyata Sudah Dilarang Lebih Dulu di India

Di wilayah desa Andaman tak ada seorang pun yang mengenakan sepatu atau sandal. Mereka adalah generasi ke empat yang mematuhi 'kepercayaan' tersebut.

Awalnya, warga desa Andaman tak beda dengan warga desa lainnya, mengenakan alas kaki jika bepergian keluar rumah. Namun, suatu hari terjadi peristiwa yang misterius.

Atas kejadian itu kemudian warga sepakat untuk tidak pernah lagi mengenakan alas kaki selama berada di wilayah desa itu. Perstiwa tersebut berhubungan dengan Pohon Mimba dan Dewi Muthyalamma.

2.

Pohon Mimba: Batas Keramat Desa Andaman

Seorang anak desa Andaman bersepada tanpa alas kaki | ichef.bbci.co.uk

Di Desa Andaman terdapat satu pohon mimba yang keramat. Pohon itu masih sering dijadikan tempat ritual suci, sekaligus menjadi batas desa.

Di bawah pohon itulah biasanya warga Andaman yang hendak pulang dari kampung tetangga mulai mencopot alas kakinya. Sebaliknya, dari sana pula warga yang hendak pergi keluar desa boleh mengenakan alas kaki.

Pohon mimba laiknya pintu rumah atau batas suci bagi desa Andaman. Tapi, apa alasannya?

3.

Mitos Dewi Muthyalamma dan Pemuda yang Terjatuh

Praktek tanpa alas kaki bukanlah suatu aturan agama yang ketat, melainkan tradisi usang yang penuh cinta dan hormat | ichef.bbci.co.uk

Menurut cerita setempat, tujuh puluh tahun yang lalu, penduduk desa memasang patung tanah liat pertama Dewi Muthyalamma di bawah pohon Mimba keramat itu. Menurut cerita, Dewi Muthyalamma dipercayai sebagai dewi pelindung Desa Andaman. Ia adalah seorang dewi yang kuat.

Pada hari suci itu, patung dewi pelindung dihiasi dengan aneka bunga dan perhiasan. Desa Andaman mengadakan sebuah ritual yang meriah. Dalam ritual tersebut semua warga hanyut dalam doa yang khidmat.

Tak lama setelah itu, menurut cerita, ada seorang pria muda yang berjalan melewati patung tersebut dengan tidak sopan. Dia kemudian terpeleset, jatuh di tengah jalan.

Malamnya, ia diserang demam misterius, dan butuh waktu berbulan-bulan untuk pulih. Pria muda tadi berjalan dengan alas kaki. Sejak saat itulah, tak pernah ada lagi warga desa yang mengenakan alas kaki.

Artikel Lainnya

Akhirnya, mereka sepakat untuk tidak mengenakan alas kaki. Mereka memperlakukan desanya seperti ruang hidup yang sakral. Mereka begitu menghormati desa mereka, menganggapnya sebagai kepanjangan dari kuil-kuil suci tempat ibadah.

Menurut pengakuan beberapa warga desa, orang luar cenderung menganggap cerita tersebut hanyalah takhayul. Tapi bagi mereka, paling tidak, legenda itu telah menjadi bagian dari identitas, menjadi sesuatu yang ikut membentuk ciri khas.

Kesamaan itulah kemudian yang menyatukan warga desa. Mereka merasa menjadi sebuah keluarga yang bersama-sama menghormati dan menjaga dengan baik rumahnya.

Tags :