Cuma Demi Cuti, Pria Ini Nikah 4 Kali dan Cerai 3 Kali, Berhasil Libur Hingga Sebulan!

Ilustrasi gambar pernikahan | www.unsplash.com

Karyawan di Taiwan akali aturan cuti menikah dan gaji

Cuti merupakan salah satu hak yang bisa diperoleh seorang karyawan dan kewajiban bagi pemberi kerja kepada karyawannya. Untuk mengajukan cuti, seseorang bisa mengajukan alasan yang tepat sehingga pihak perusahaan mengeluarkan izin tersebut.

Namun, terkadang ada yang mengajukan izin palsu agar bisa mendapatkan cuti dengan cara anti-mainstream. Seperti yang baru-baru ini terjadi, seorang pria di Taiwan berkali-kali menikah dan cerai hanya demi mendapatkan hak cuti.

1.

Karyawan menikah lalu cerai berulang kali demi dapat hak cuti

Ilustrasi gambar pernikahan | www.unsplash.com

Dalam aturan undang-undang ketenagakerjaan di Taiwan, karyawan yang menikah mendapatkan cuti panjang berbayar alias tetap digaji.

Aturan ini lantas dimanfaatkan oleh seorang karyawan dengan aksi liciknya agar bisa mendapatkan keuntungan tanpa harus bekerja. Namun, aksinya tersebut membuat banyak pihak tak habis pikir.

Bagaimana tidak, si karyawan diduga sengaja meikah dan bercerai hingga 4 kali dengan perempuan yang sama guna mendapatkan keuntungan. Lucunya, hal itu ia lakukan selama kurun waktu 1 bulan lebih 7 hari atau sekitar 37 hari.

Pada Jumat (16/4/2021), pria tersebut nekat menikah lalu cerai karena mengincar cuti berbayar dari perusahaan tempatnya bekerja, lantaran undang-undang di Taiwan memperbolehkan seseorang mendapat hak cuti 8 hari ketika menikah.

Ditambah lagi, ia berhak atas bonus satu kali gaji yang diberikan setelah akta resmi menikah turun. Pria itu awalnya menikah pada 6 April 2020 silam dan mendapat cuti berbayar sebanyak 8 hari.

Usai cutinya habis, ia menceraikan sang istri dan kembali menikahi sang mantan istri di hari berikutnya. Pola tersebut dilakukannya berulang kali hingga ia mendapat total cuti 32 hari.

Artikel Lainnya
2.

Aksi licik terungkap namun karyawan malah menuntut ke pengadilan

Ilustrasi gambar karyawan yang tak terima jatah cutinya tidak ada lagi | tallypress.com

Namun, lama kelamaan perbuatan liciknya kemudian diketahui pihak perusahaan tempat ia bekerja hingga ia tak lagi mendapatkan jatah cuti.

Tak terima dengan keputusan perusahaan tempat ia bekerja, pria itu lalu menuntut pihak perusahaan ke Biro Tenaga Kerja Taipei. Ia mengklaim bahwa perusahaanya telah melanggar aturan cuti berbayar sesuai hukum Taiwan.

Uniknya, pihak perusahaan malah dinyatakan bersalah usai investigasi dilakukan hingga pihak perusahaan dikenakan denda $700 atau sekitar Rp 10,2 juta.

3.

Pihak perusahaan ajukan tuntutan balik penyalahgunaan aturan cuti

Ilustrasi gambar perdebatan antara pihak perusahaan dan karyawan | www.videoblocks.com

Merasa dicurangi, pihak perusahaan balik menuntut dan mengklaim jika karyawan mereka sudah menyalahgunakan aturan cuti pernikahan, namun sayangnya pihak pengadilan tidak setuju.

Meski sikap pria tersebut memang tidak etis, pengadilan menyatakan jika pria tersebut tidak melanggar hukum. Di sisi lain, pihak perusahaan tetap dinyatakan melanggar hukum karena menolak memberikan cuti.

Kasus ini sendiri menjadi viral di media sosial Taiwan dan menuai pro dan kontra. Banyak yang menyayangkan bahwa hukum tenaga kerja di Taiwan masih memiliki celah, sehingga bisa dimanfaatkan dengan mudah oleh karyawan seperti pria ini.

Beberapa benar-benar menegaskan bahwa undang-undang memang mengizinkan siapa pun untuk melakukan aksi yang sama seperti yang dijelaskan di atas, tetapi hingga tahun lalu, tidak ada yang benar-benar melakukannya.

Selain mempermainkan perusahaan ia bekerja, apakah aksi pria ini juga termasuk dalam aksi mempermainkan pernikahan? Bagaimana menurutmu?

Tags :