Berniat COD Ponsel, Gadis Ini Malah Digangbang Keponakan dan Paman

Ilustrasi pemerkosaan
Ilustrasi pemerkosaan | pixabay.com

Lebih waspada ya bagi para perempuan!

Hati-hati untuk para gadis, jangan sampai melakukan transaksi jual beli dengan sistem Cash of Delivery (COD) dan menemui calon pembeli sendirian. Bisa-bisa kalian bertemu dengan lelaki tak bertanggung jawab dan hanya akan merenggut harga diri kalian.

Sebagaimana yang dialami oleh gadis 16 tahun asal Desa Negararatu, Kecamatan Natar, Lampung Selatan ini. Gadis di bawah umur yang berinisial DC tersebut dirudapkas oleh seorang lelaki yang hendak membeli ponselnya, bahkan pelaku melibatkan sang paman dalam melancarkan aksinya.

Baca Juga : Biadab! Predator Pedofil Ini Berhasil Ditangkap, di Laptopnya Tersimpan 305 Video Korban

Ilustrasi pemerkosaan
Salah satu pelaku pemerkosaan gadis di bawah umur | m.lampost.co

Mengutip dari Lampost.co (9/7/2020), awalnya DC (16) menawarkan ponselnya melalui media sosial facebook. Tidak lama kemudian, ada yang melakukan penawaran dengannya dan membuat janji untuk melakukan COD. di Chandra Supermarket, Desa Merakbatin, Kecamatan setempat pada Senin (6/7/2020) sekira pukul 17.00.

Saat sudah bertemu di tempat janjian, pelaku malah mengajak korban untuk ke rumahnya dan mengatakan bahwa rekannya akan membeli ponsel milik DC. Percaya begitu saja, korban kemudian menurut dan ikut pelaku ke rumahnya.

Tanpa curiga, korban dibonceng pelaku menuju kediamannya, ungkap AKP Budi Purnomo selaku Kasubag Humas Polres Lampung Selatan, Kamis (9/7/2020).

Baca Juga : Gila! Ibu Ini Jual dan Lihat Anaknya Diperkosa Pedofil di Dalam Mobil

Ilustrasi pemerkosaan
Ilustrasi korban pencabulan | radarlombok.co.id

Saat sudah berada di rumah pelaku, bukannya langsung melakukan transaksi sesuai perjanjian, korban malah diajak ke kebun belakang rumah pelaku. Dia beralasan akan mengambil uang untuk membayar ponsel milik korban.

Korban diajak ke kebun dengan alasan mengambil uang, ucapnya.

Nah, di kebun belakang dekat rumahnya itulah pelaku kemudian melancarkan aksi bejatnya. Di sana telah menunggu paman pelaku yang berinisial JA, yang kini masih menjadi buronan polisi. Pelaku dan pamannya tersebut kemudian menyetubuhi DC secara bergilir sampai dini hari.

Di kebun itu korban digilir kedua pelaku, tambahnya.

Baca Juga : Heboh Ketua Gay Tulungagung Ditangkap Polisi, Cabuli 11 Anak di Bawah Umur!

Ilustrasi pemerkosaan
Ilustrasi penangkapan | rakyatjateng.fajar.co.id

AKP Budi Purnomo juga mengatakan bahwa pelaku kemudian mengantarkan korban ke Pasar Natar seusai melampiaskan nafsu bejatnya bersama sang paman. Merasa sakit hati, gadis itu menangis dan meminta tolong terhadap warga yang kemudian menolongnya dengan mengantar ke Mapolsek Natar untuk melapor.

Tidak menunggu lama, jajaran Polsek Natar langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengungkap identitas dari pelaku.

Tim Tekab 308 langsung membekuk pelaku di kediamannya, Perumnas Tanjung Baru, Desa Negararatu, imbuhnya.

Kepada polisi, pelaku mengaku telah memperkosa korban bersama sang paman di kebun yang tak jauh dari rumahnya.

Sayangnya saat dilakukan penangkapan paman pelaku melarikan diri, katanya.

Dari peristiwa itu, polisi telah mengamankan beberapa barang bukti seperti celana dalam anak warna hitam, gamis warna pink hitam, celana training hijau, jilbab panjang warna abu-abu, BH warna merah muda, ponsel Xiaomi serta sepeda motor Mio.

Sudah diamankan dan dalam pemeriksaan penyidikan, pungkasnya.

Artikel Lainnya

Dari kejadian tersebut, para perempuan benar-benar harus ekstra waspada ketika melakukan pertemuan terhadap orang asing. Setidaknya harus mengajak teman, atau jika terpaksa bertemu sendiri jangan pernah mau jika diajak bertemu di tempat yang sepi. Bukannya berpikiran negatif terhadap semua orang, namun tidak ada salahnya untuk selalu waspada.

Tags :