Sandi Bolehkan Cantrang Demi Kesejahteraan Nelayan, Kesampingkan Lingkungan Untuk Kepentingan Ekonomi?

Kampanye Sandiaga Uno
Cawapres 02, Sandiaga Uno janji akan bolehkan penggunaan cantrang pada nelayan. | news.detik.com

Bu Susi langsung merasa kasihan!

Calon wakil presiden (Cawapres) 02, Sandiaga Uno berencana mencabut larangan penggunaan cantrang agar para nelayan bisa sejahtera jika dirinya terpilih. Namun, janji kampanye ini mendapatkan beberapa tentangan.

Salah satu yang paling keras menentang adalah Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Hal ini tidak lepas dari perjuangan mati-matian Susi dalam mengubah pola pikir nelayan selama lima tahun terakhir.

Sandi pun disebut telah mengesampingkan kelestarian lingkungan demi kepentingan ekonomi semata, benarkah hal tersebut?

1.

Janji Sandi pada nelayan

Kampanye Sandiaga Uno
Sandi saat melakukan kunjungan pada nelayan di Indramayu. | pontas.id

Dilansir dari detikcom, Rabu (27/3), janji Sandi terkait dibolehkannya cantrang untuk para nelayan disampaikan saat dirinya berkampanye di Desa Sedayu Lawas, Lamongan.

Dalam narasinya, Sandi akan membuat kebijakan yang tidak akan merugikan masyarakat hanya karena lebih peduli pada lingkungan.

“Kebijakan (larangan cantrang) itu sangat merugikan nelayan. Jangan hanya karena kita memperhatikan lingkungan, lantas membuat para nelayan dibatasi mencari ikan. Insya Allah di bawah Prabowo-Sandi nelayan Pantura sejahtera,” ucapnya.

2.

Susi merasa kasihan

Kampanye Sandiaga Uno
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melarang penggunaan cantrang karena dianggap merusak lingkungan dan mengurangi kekuayaan laut Indonesia. | economy.okezone.com

Janji kampanye Sandi ini sedikit bertolak belakang dengan kebijakan dari Menteri Susi yang dalam lima tahun belakang berjuang mengubah pola pemikiran para nelayan agar lebih peduli lingkungan.

Hal ini tidak lepas dari keinginannya untuk menjaga masa depan sumber daya laut Indonesia agar tidak punah dan habis dikarenakan penangkapan menggunakan cantrang.

Namun, saat diminta tanggapan terkait janji Sandi yang akan mencabut kebijakan larangan cantrang, Susi hanya mengucapkan dua kata.

“Kasihan saja,” ucapnya di kantor Badan Pemeriksa Keungan (BPK) Jakarta, Rabu (27/3).

3.

Dikritik koalisi nelayan

Kampanye Sandiaga Uno
Penggunaan cantrang oleh nelayan sudah dilarang sejak tahun 2015. | mediaindonesia.com

Bukan hanya mendapatkan rasa ‘kasihan’ Menteri Susi, janji Sandi juga mendapatkan kritikan dari Koalisi Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI).

KNTI merasa nelayan sudah sepakat sejak 2015 mereka akan mendukung penuh kebijakan cantrang yang berpotensi merusak lingkungan.

“Ini kemunduran karena teman-teman nelayan sudah lama sepakat untuk mengganti alat-alatnya. Waktu dikeluarkan peraturan melarang itu, kami sudah sepakat dan mendukung,” ucap Ketua KNTI Marthin Hadiwinata dikutip dari Tirto, Kamis (28/3).

4.

Kenapa cantrang dilarang?

Kampanye Sandiaga Uno
Menteri Susi mengeluarkan Permen Keluatan dan Perikanan No. 2 Tahun 2015 untuk menjaga kelestarian ekosistem laut Indonesia agar tidak punah dan habis. | news.kkp.go.id

Menteri Susi dengan tegas melarang cantrang dengan mengeluarkan Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015. Tapi, kenapa cantrang dilarang?

Hasil riset Kementerian Kelautan dan Perikanan menunjukan jika peningkatan penggunaan cantrang membuat indeks keragaman laut indonesia menjadi tidak sehat.

Hal ini tidak lepas dari banyaknya hewan-hewan laut kecil yang ikut terjaring dalam cantrang. Hewan-hewan yang belum dewasa itu akhirnya hanya akan dibuang percuma karena tak bisa dikonsumsi, sedangkan penangkapannya berpengaruh besar pada kelestarian ikan-ikan Indonesia di masa depan.

Cantrang sendiri juga sudah dilarang digunakan di Amerika Serikat, Selandia Baru, dan Australia.

Artikel Lainnya

Penggunaan cantrang memang menjadi perdebatan serius bagi para nelayan dan pemerhati lingkungan. Namun, kepentingan masa depan kelautan dan ekosistemnya juga harus menjadi fokus pemimpin Indonesia.

Bagaimana jadinya jika kelak laut sudah tidak memiliki ikan dan para nelayan tidak mendapatkan apapun lagi karena penggunaan cantrang yang masif di masa sekarang? Maka, anak cucu yang akan rugi dan tidak bisa menyantap ikan dari laut Indonesia.

Tags :