Pilu 3 Bocah di Tapanuli, Sudah 10 Tahun Makan Sabun Gara-Gara Tak Dipedulikan Orang Tua!

Andika, salah satu bocah pemakan sabun di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. | www.suara.com

Tiga bocah kakak beradik itu selalu memilih makan sabun dari pada makanan normal hingga terkena gizi buruk.

Kondisi tiga bersaudara bernama Nofriani (11), Yulana (9), dan Andika (4) di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara mendadak viral setelah dikabarkan kerap memakan sabun karena tak mendapatkan perhatian dari kedua orang tuanya.

Bahkan, akibat kebiasaan tak lazim tersebut Andika mengalami kelainan dan kondisinya begitu memprihatinkan karena badannya kurus kering seperti anak kekurangan gizi.

Seperti apa kisah tiga bersaudara pemakan sabun ini? Simak ulasannya.

1.

Heboh tiga bocah pemakan sabun di Sumatera

Pemerintah setempat saat melihat langsung kondisi 3 bocah pemakan sabun di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. | m.tribunnews.com

Dilansir dari Kompas.com, Kamis (27/2), tiga bocah pemakan sabun di Sumatera Utara merupakan anak dari Ratima Siregar (45) dan Rosul Lubis (48).

Kedua pasangan suami istri itu tidak sanggup lagi memberikan kasih sayang dan perhatian kepada ketiga anaknya karena telah bercerai. Bahkan, si ibu sudah tak pernah menjenguk anak-anaknya selama 3 tahun.

Tiga bocah malang itu pun terpaksa diasuh oleh neneknya, Suryani Batubara (75), yang merupakan warga Desa Mauratais II, Kecamatan Angkola Mauratais, Tapanuli Selatan.

Baca Juga: Gila! Kakak Kelas di NTT Hukum 77 Siswa SMP Makan Tinja Manusia

“Ibu mereka sudah tiga tahun meninggalkan suami dan anak-anaknya, jadi mereka tinggal bersama saya dan ayahnya,” ungkap Suryani.

Namun, akibat kondisi ekonomi yang kurang mampu, tiga anak ini akhirnya tidak mendapatkan perhatian yang layak.

Suryani mengatakan kebiasaan memakan sabun sendiri awalnya hanya dilakukan oleh Nofriani (11), tetapi lantas diajarkan kepada dua adiknya.

“Memang begitu, sudah sering. Padahal kalau makan, saya kasih tapi tetap saja dia mencari sabun dan memakannya. Kemudian diajarkan ke adiknya,”

Salah satu kerabat tiga bocah pemakan sabun, Nurkholila Lubis, juga membenarkan jika ketiga bocah pemakan sabun itu tak lagi mendapatkan perhatian dan kasih sayang.

“Sejak orangtua mereka pisah, ketiganya tak ada lagi yang memperhatikan. Nenek sudah tua, ayah mereka pun tidak mempunyai pekerjaan tetap. Jadi bisa dibilang faktor kemiskinan dan kasih sayang yang membuat seperti ini,” jelasnya.

Baca Juga: DPR Wacanakan Roda 2 Dilarang Lewat Jalan Nasional, Netizen: Naik Buroq Saja!

2.

Makan sabun selama 10 tahun

Kisah pilu ini terungkap setelah Andika mengalami sakit karena terlalu sering makan sabun. | m.siagaonline.com

Nurkholia juga menceritakan kebiasaan tak lazim para ponakannya itu sudah dilakukan selama 10 tahun lamanya dan itu menjadi kebiasaan yang tak bisa dihilangkan.

“Memang kakaknya (Nofriani) yang paling besar sejak (umur) 1 tahun sudah makan sabun. Sabun jenis apa saja, dan itu memang sudah bawaan,”

Peristiwa memilukan ini sendiri mulai memancing perhatian setelah Andika, yang merupakan anak paling kecil mengalami sakit.

Bocah mungil itu pun menjadi tampak tak seperti anak seumurannya akibat kebiasaan memakan sabun. Saat dibawa ke puskesmas pun, Andika sempat diduga mengalami kekurangan gizi.

Menurut pengakuan Nurkholia, tiga bocah pemakan sabun ini sebenarnya tidak memakan sabun dalam jumlah yang banyak tetapi hal itu dilakukan setiap hari.

“Katanya rasanya seperti susu. Sudah sering dilarang, tapi tetap saja dilakukan,” ungkapnya.

Baca Juga: Heboh Bocah Ingin Bunuh Diri Akibat Dibully, Disebut Penipu dan Cari Untung. Benarkah?

3.

Tiga bocah pemakan sabun diserahkan ke panti asuhan

Tiga bocah pemakan sabun diserahkan ke Panti Asuhan oleh pemerintah setempat. | sumut.antaranews.com

Setelah kondisi tiga bocah pemakan sabun ini viral dan mendapatkan sorota, pemerintah setempat pun langsung bergerak.

Nofriani, Yuliani dan Andika langsung dibawa ke panti asuhan agar bisa mendapatkan kehidupan yang lebih layak dan terurus. Hal ini disampaikan langsung oleh Camat Angkola Mauratasi, AM Fadhil Harahap.

“Kita sudah buat surat pernyataan, ketiganya kita tempatkan di Panti Asuhan. Tujuannya biar ada yang mengurus,”

Fadhil juga memastikan akan ada perawatan khusus pada tiga bocah pemakan sabun ini agar kesehatan mereka benar-benar terjaga.

“Soal kesehata juga sudah kita koordinasikan, terus dicek secara rutin,” ujarnya.

Artikel Lainnya

Kisah tiga bocah di Tapanuli Selatan yang memiliki kebiasaan makan sabun selama 10 tahun akibat tak mendapatkan perhatian orang tua memang sungguh memilukan.

Semoga hal ini bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua agar bisa benar-benar bijak sebagai orang tua, karena apapun masalah yang terjadi jangan sampai mengorbankan si buah hati.

Tags :