Perusahaan Amerika Jual Tisu Bekas Penuh Ingus Seharga 1 Juta Rupiah, Ternyata Ini Alasan Di Baliknya!

Tisu bekas untuk menularkan penyakit | time.com

Kalau kamu mau bolos kerja dengan alasan sakit, beli tisu ini nih!

Kalau kita sedang terserang flu, biasanya kita menggunakan tisu untuk membersihkan hidung atau menutup hidung saat kita bersin. Sebaliknya, di Amerika Serikat terdapat sebuah perusahaan produsen tisu yang justru bisa membuat orang sakit.

Kok bisa? Karena tisu yang diedarkan ini merupakan tisu bekas flu. Jadi, tisu ini bisa digunakan kalau sewaktu-waktu kamu ingin sakit. Inovasi yang sangat aneh!

1.

Penjualan tisu bekas untuk menularkan penyakit

Tampilan tisu bekas yang bisa menularkan penyakit | indianexpress.com

Sebuah perusahaan di Los Angeles, Amerika Serikat, menjual tisu bekas flu. Tisu ini ditujukan kepada konsumen yang memang ingin sakit. Dijual secara online, tisu bekas ini dipasarkan dengan US$ 79,99 atu setara dengan Rp 1 juta.

Mungkin kamu heran dan bertanya-tanya, apakah ada yang rela membeli tisu bekas seharga Rp 1 juta? Tentu ada. Bahkan perusahaan bernama Vaev ini sudah menjual tisu bekasnya selama berbulan-bulan.

Sebagaimana dilansir oleh Fox News, pihak perusahaan Vaev mengatakan, “Kami percaya bahwa ketika musim flu tiba, Anda ingin sakit sesuai keinginan Anda. Kami percaya menggunakan tisu yang sudah ditempeli bersin manusia akan membuat sakit dengan cara yang lebih aman dibandingkan jarum atau pil.”

Meski demikian, tisu bekas dari perusahaan Vaev ini tidak sembarangan. Mereka mengatakan bahwa tisu-tisu tersebut diperlakukan secara khusus dengan bahan-bahan organik yang nantinya akan bekerja menjaga sistem kekebalan tubuh.

Pendiri perusahaan Vaev, Oliver Niessen (34 tahun), mengatakan kepada TIME bahwa gagasan menjual tisu bekas flu ini adalah keinginan untuk menentukan sendiri kapan kita harus sakit, alih-alih mengobatinya ketika penyakit menyerang.

Bagi Neissen, kebebasan yang membuat kita bisa menentukan kapan ingin sakit adalah suatu kemewahan. Menurutnya, manusia bisa mendapatkan apapun yang diinginkannya, sehingga menginginkan kapan sakit pun hal yang mustahil.

2.

Pendapat para ahli medis

Tampilan tisu bekas yang bisa menularkan penyakit | www.fresnobee.com

Profesor Ilmu Mikrobiologi dan Lingkungan di University of Arizona, Charles Gerba, mengatakan bahwa cara kerja virus tidak semudah yang dibayangkan oleh Neissen. Menurut Gerba, ada 200 jenis virus flu, berarti kita membutuhkan 200 tisu agar mendapatkan virus yang sesuai sebab manusia mempunyai reaksi yang berbeda saat menerima virus.

Profesor Kesehatan di Divisi Penyakit Menular Vanderbirlt University, dr. William Schaffner, juga berpendapat bahwa tisu bekas flu ini sama sekali tidak memberikan hal yang positif.

Badan Kesehatan Federal pun mengatakan bahwa sebaiknya flu dihindari dengan rajin mencuci tangan, jangan menyentuh mulut, hidung, dan mata, serta menjauh dari orang-orang yang sakit agar tidak terkena virus.

Meski para ahli medis tidak sepakat dengan gagasan Neissen, ia tetap yakin bahwa tisu yang dijualnya berhasil membuat orang sakit. Buktinya, masih ada orang-orang yang mau membeli bahkan dalam waktu berbulan-bulan.

Sebagian besar pembeli tisu bekas flu ini adalah penduduk asal Los Angeles, orang tua muda, dan orang-orang yang berusia 20an. Rata-rata dari mereka ragu dengan vaksin flu, sehingga mereka mencari alternatif untuk membuktikan vaksin tersebut.

Artikel Lainnya

Bagaimana menurutmu? Inovasi yang bermanfaat atau sia-sia? Kalau penasaran, kamu bisa coba membeli produk dari Vaev ini secara online ya. Siapa tahu, kamu lagi pengen sakit, bisa deh pake tisu ini.

Tags :