Sebut Pemerintah Thogut, Penyerang Mabes Polri Tinggalkan Surat Wasiat dan Minta Ibunya Berhenti Kredit Bank

Gedung Mabes Polri diserang teroris | agoda.com

Zakiah Aini, penyerang Mabes Polri tinggalkan surat wasiat untuk keluarganya. Berikut sederet isinya!

Gedung Mabes Polri baru saja diserang teroris. Salah seorang pelaku penyerang diketahui merupakan seorang perempuan milennial Jakarta, Zakiah Aini.

Penyerang Mabes Polri ini bahkan sempat terlibat aksi tembak menembak dengan petugas penjagaan Mabes Polri.

Peristiwa itu sendiri terjadi usai penangkapan terduga teroris dan ledakan bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar pada pekan lalu.

1.

Pelaku penyerang Mabes Polri meninggalkan surat wasiat

Surat wasiat Zakiah Aini, pelaku penyerangan di Gedung Mabes Polri | kompas.com

Sebelum melakukan aksinya, Zakiah Aini meninggalkan surat wasiat untuk keluarganya. Dalam surat wasiat tersebut, Zakiah meminta maaf karena menempuh jalan sebagaimana nabi dan agar diberikan syafaat.

Selain itu, wanita yang berusia 25 tahun itu pun mengungkapkan rasa sayang kepada sang ibunda dan keluarganya.

"Mama, sekali lagi Zakiah minta maaf. Zakiah sayang banget sama mama. Tapi Allah lebih menyayangi hamba-Nya. Makanya Zakiah tempuh jalan ini sebagaimana jalan Nabi/Rasul Allah untuk selamatkan Zakiah dan dengan izin Allah bisa memberi syafaat untuk mama dan keluarga di akhirat," kata Zakiah pada dua lembar surat wasiat yang ditulis tangan.

Zakiah Aini saat ingin melakukan aksi terornya sebelum akhirnya tewas di depan Gedung Mabes Polri | kompas.com
Artikel Lainnya
2.

Tersangka teroris menganggap kartu kredit bank adalah riba

Gambar kartu kredit yang dianggap riba oleh Zakiah Aini, pelaku penyerangan di Mabes Polri, Jakarta Selatan | abcnews.go.com

Tak hanya itu, Zakiah yang merupakan mahasiswi semester 5 di sebuah perguruan tinggi swasta di Depok, meminta keluarganya untuk berhenti berhubungan dengan bank. Menurutnya, bank dan kartu kredit itu riba, tidak diberkahi Allah.

"Pesan Zakiah untuk mama dan keluarga, berhenti berhubungan dengan bank (kartu kredit) karena itu riba dan tidak diberkahi Allah. Pesan berikutnya agar mama berhenti bekerja menjadi Dawis (dasa wisma-red) yang membantu kepentingan pemerintah thogut," tulis penyerang Gedung Mabes Polri itu.

3.

Surat wasiat juga ditujukan untuk sang kakak

Sosok Ahok | www.thejakartapost.com

Isi surat wasiat selanjutnya adalah pesan agar saudara dari pelaku penyerangan Mabes Polri ini berhenti membanggakan Ahok, dan agar sang kakak memakai hijab.

“Pesan berikutnya untuk kaka agar dirumah cibubur jaga dede dan mama, ibadah kepada Allah, dan tinggalkan penghasilan dari yang tidak sesuai ajaran Islam, serta tinggalkan kepercayaan kepada orang-orang yang mengaku mempunyai ilmu, dekati ustad/ulama, tonton kajian dakwah, tidak membanggakan kafir Ahok dan memakai hijab kak. Allah yang akan menjamin rizki kak.”

Sebagian warganet yang membaca surat wasiat Zakiah pun terheran-heran, karena mengapa dalam aksi terornya di Gedung Mabes Polri, ia menyangkut pautkan nama Ahok.

4.

Pesan terakhir pada surat wasiat agar keluarga tidak mengikuti kegiatan pemilu

Ilustrasi gambar saat pemilihan umum (pemilu) | kompaspedia.kompas.id

Pada lembar kedua surat wasiatnya, penyerang mabes polri ini pun meminta agar keluarganya tidak terlibat dalam pemilu.

“Inti pesan Zakiah kepada mama dan keluarga adalah agar tidak mengikuti kegiatan pemilu. Karena orang-orang yang terpilihitu akan membuat hukum tandingan Allah bersumber Al-quran – Assunnah. Demokrasi, pancasila, UUD, pemilu, berasal dari ajaran kafir yang jelas musyrik. Zakiah nasehatkan kepada mama dan keluarga agar semuanya slama dari fitnah dunia yaitu demokrasi, pemilu dan tidak murtad tanpa sadar.”

Zakiah kembali menulis pesan penutup sebelum ia melancarkan aksinya di depan Gedung Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, berharap agar ia dan keluarganya dapat bertemu di surga kelak.

“Maafkan bila ada salah kata dan perbuatan. Semoga Allah kumpulkan kembali di surga-Nya. Amiinn.”

5.

Polisi mendatangi rumah pelaku dan melakukan penggeledahan

Polisi mendatangi rumah pelaku, Zakiah Aini, dan melakukan penggeledahan | www.beritasatu.com

Setelah aksi Lone Wolf atau teror seorang diri yang terjadi hingga pelaku tewas di tempat, pihak kepolisian langsung melakukan dan mendatangi rumah Zakiah di kawasan Lapangan Tembak, Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur.

"Kita temukan saat penggeledahan di rumahnya surat wasiat dan ada kata-kata di WhatsApp group keluarga bahwa yang bersangkutan pamit," ungkap Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo dalam konferensi pers di Mabes Polri, Rabu (31/03/21) malam.

Listyo juga juga menerangkan bahwa ZA memiliki ideologi radikal ISIS. Hal itu dibuktikan dari penelusuran pihak kepolisian di media sosial pelaku.

"Kemudian yang bersangkutan memiliki Instagram yang baru dibuat atau di-posting 21 jam yang lalu. Di mana di dalamnya ada bendera ISIS dan ada tulisan terkait masalah bagaimana perjuangan jihad," terang Listyo.

6.

Tembak menembak terjadi sebanyak enam kali di depan Gedung Mabes Polri

Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo | kompas.com

Diketahui, Zakiah menyerang sejumlah anggota kepolisian di Mabes Polri pada Rabu (31/03/2021) sekitar pukul 16.30 WIB. Pelaku sempat mendatangi pos utama kepolisian untuk bertanya arah ke Kantor Pos.

Setelah diarahkan, Zakiah Aini kembali ke pos utama Mabes Polri dan melakukan penembakan hingga akhirnya tewas ditembak dan tergeletak di dekat pos penjagaan gedung utama Mabes Polri.

"Melakukan penembakan sebanyak enam kali, dua kali tembakan pada anggota di dalam pos, dua kali di luar, dan menembak pada anggota yang ada di belakang," jelas Listyo.

Zakiah Aini tewas di depan Gedung Mabes Polri setelah sempat menyerang dengan tembakan ke arah aparat | kompas.com
Tags :