Pemilu Dua Hari Lagi, Para Mahasiswa ini Demo Tolak Pilpres 2019!
15 April 2019 by Moseslaz
Kira-kira apa alasan mereka menolak Pilpres?
Memasuki masa tenang menuju Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, sejumlah mahasiswa berdemo menolak Pilpres. Mahasiswa tersebut mengatasnamakan diri KK Bali, di Lapangan Renon, Denpasar, Bali mereka melakukan aksi demonya.
Aksi tersebut diamankan polisi karena dinilai bertentangan dengan ajakan pemilu yang damai dan sejuk di Pemilu 2019 ini. Menurut pihak kepolisian aksi juga bukan pertama kalinya digelar.

"Melakukan tindakan bukan pertama kali ya dan bertepatan dengan hari tenang. Dari teman-teman dan masyarakat mereka spanduknya jelas-jelas menolak pilpres di satu sisi kita tuh membuat suasana pemilu aman, damai, sejuk, jadi sangat bertentangan dengan mereka," kata Kabag Ops Polresta Denpasar Kompol I Nyoman Gatra (Detik.com).
Gatra juga mengatakan bahwa spanduk-spanduk yang dibawa oleh para mahasiswa pendemo tersebut dinilai provokatif. Apalagi menurut Gatra saat ini adalah masa tenang sebelum Pemilu berlangsung 17 April nanti.
"Sehingga atas perintah Bapak Kapolresta kita ya mengamankan. Sebelum itu kita melakukan tindakan-tindakan mengimbau agar tindakan ini tidak dilakukan lebih-lebih ini masa tenang," jelasnya.
Sudah berusaha mengimbau massa pendemo agar bubar namun Gatra menyebut para mahasiswa tersebut tak menghiraukan imbauan petugas. Para pendemo tersebut berjumlah sekitar 20-25 orang menurut info dari bagian intelejen.
"Mereka memaksakan kehendak. Sekitar 20-25 orang info dari bagian intelijen korlapnya kurang komunikatif dikasih masukan supaya tidak melakukan aksinya tutup mulut, bahasanya satu komando," ujarnya.
"Seharusnya polres memberikan tindakan tegas. Tapi kami memberi toleransi karena ada aturan menyampaikan hak, cuma karena saat ini bertepatan dengan masa tenang sangat disayangkan," sambung Gatra.
Gatra menyesalkan sikap para mahasiswa yang melakukan demo tersebut. Ditambah menggunakan spanduk-spanduk yang cenderung provokatif dan bertentangan dengan ajakan untuk tak golput dalam pemilu nanti.
"Yang paling provokatif menolak Pilpres 2019. Padahal kita gaungkan ke seluruh Indonesia gerakan antigolput, dan sebagainya. Jadi kalau mereka terbalik sama dengan tidak mendukung kebijakan pemerintah. Mestinya mereka sadar dan ikut mendukung karena mereka di Bali, Bali itu bagian NKRI. Karena dari dulu saya ikuti Papua bukan bagian dari Indonesia nggak boleh itu, menurut saya pribadi itu kurang pas," tuturnya.
Saat ini para pendemo tersebut masih menjalani pemeriksaan di Polresta Denpasar. Barang bukti berupa spanduk disita petugas.
"Nanti akan dilaksanakan BAP, apa yang mendasari mereka melakukan itu, apa mereka memahami kita lagi membuat situasi kondusif jelang Pemilu 2019 mudah-mudahan dari mereka bisa memahami karena itu kewajiban kami. Mohon dimengerti kewajiban kami untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif," ucap Gatra.

Banyak gaungan soal agar jangan sampai golput dalam pemilu nanti, karena mengingat suara pemilih berperan penting dalam memilih pemimpin untuk 5 tahun kedepan. So ingat tanggal 17 April datang ke TPS daerahmu, coblos pilihanmu, dan celup jarimu ke tinta ya guys.