Niat Tagih Hutang Rp 2 Miliar, Uang yang Diharap Tak Datang Pengusaha ini Malah Dimutilasi di Malaysia
12 Februari 2019 by Moseslaz
Istri korban meminta pertolongan pemerintah untuk mengusut dalang pembunuhan suaminya
Beberapa waktu lalu dua orang Warga Negara Indonesia (WNI) ditemukan sudah jadi korban mutilasi yang ditemukan di tepi Sungai Buloh, Selangor, Malaysia. Keduanya adalah Nuryanto dan Air Munawaroh, Nuryanto sendiri adalah bos tekstil asal Kabupaten Bandung.
Istri Nuryanto angkat bicara, Meli Rahmawati mengatakan tujuan suaminya tersebut ke Malaysia adalah untuk menagih uang hasil bisnis yang mencapai jumlah miliaran rupiah.
"Dia mau ngambil uang (penagihan). Dia bilang di Malaysia sudah numpuk, masih besar sekitar Rp 2 miliar, yang belum tertagih. Saya enggak tahu itu dari berapa orang pengusaha di sana," ujar istri korban, Meli Rahmawati (33), di rumahnya, Kampung Ciodeng, Desa Bojong Malaka, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung (Tribunnews.com).

Meli mengaku, bahwa suaminya terlihat stres sejak tiga sampai empat bulan sebelum memutuskan berangkat ke Malaysia, hal itu karena banyaknya pengusaha yang menunggak pembayaran ke Nuryanto. Padahal Nuryanto sendiri harus membayar hasil bisnisnya ke pihak pabrik karena sudah ditagih.
"Masalah mah ada, banyak yang macet di luar, sementara ke pabrik harus lancar. Aa bilang, 'Mi barang di sini (Malaysia) masih banyak sekitar Rp 2 miliar. Kalau barang yang sudah laku Rp 7 miliar'," ujarnya.
Sehingga Nuryanto berusaha menagihnya langsung dengan pergi ke Malaysia menemui rekan bisnisnya tersebut. Berangkat pada 17 Januari 2019, di Malaysia Nuryanto sempat tiga kali pindah hotel. Sampai akhirnya putus komunikasi dengan Nuryanto pada 22 Januari.
Sang istri, Meli Rahmawati memohon pada pemerintah untuk mengusut tuntas kasus pembunuhan sadis yang menimpa suaminya.
"Saya mohon kepada pemerintah, kalau itu benar suami saya tolong usut secara tuntas dan pelakunya siapa tolong dihukum seperti di Indonesia. Apa motifnya sampai suami saya dianiaya seperti itu," ujarnya.
Nuryanto meninggalkan tiga orang anaknya hasil pernikahan dengan Meli, masing-masing bernama Aditya Firdaus (16), Mohammad Nazril Ihsan (9) dan Aliya Aznia Rismawati yang masih berumur 11 bulan.
Sampai saat ini, kasus mutilasi masih menunggu pemeriksaan pencocokan sidik jari. Data sidik jari tersebut sebelumnya sudah dikirim ke Indonesia untuk proses pencocokan sidik jari tersebut. KBRI Kuala Lumpur akan terus mengawal penanganan kasus mutilasi ini sampai mencapai kepastian bahwa kedua korban adalah WNI.

Semoga kasus ini segera menemukan titik terang, siapa pelaku dan apa motif pembunuhan keji tersebut dan diadili sesuai hukum yang berlaku juga seadil-adilnya. Sampai saat ini otoritas Malaysia sudah menahan dua orang dan akan terus melakukan pemeriksaan lebih lanjut.