Minta Bantuan Twitter, Mahasiswa ini Terancam DO Karena Padahal Sudah Lulus Ujian Skripsi

Mahasiswa terancam DO karena administrasi | twitter.com

Wah di detik-detik terakhir nih, nyesek juga ya

Twitter, please do your magic” itulah judul cuitan akun Twitter @malarea yang menceritakan masalah adiknya, seorang mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang terancam di drop out (DO).

Rea Handayani, pemilik akun @malarea menceritakan kini adiknya yang baru saja menyelesaikan sidang skripsi terancam di DO karena masalah administrasi. Selain itu ia juga minta bantuan pada warganet Twitter untuk meretweet cuitannya tersebut.

"Teman2, kalau boleh minta retweetnya, tolong bantu aku meminta kebaikan hati rektor @UMMcampus Adikku baru saja sidang skripsi di semester 14 dengan IPK 3,32; sekarang malah terancam DROP OUT karena masalah administrasi," cuitnya.

Rea melanjutkan kronologi bagaimana adiknya bisa terancam DO di cuitan selanjutnya. Karena menurut Rea di semester 14 ini adalah kesempatan terakhir untuk adiknya bisa lulus.

"Kronologinya begini, adikku adalah mahasiswa Teknik Informatika di @UMMcampus angkatan 2012. Semester ini adalah kesempatan terakhirnya untuk bisa lulus, sudah 14 semester. Naasnya, adikku lupa menginput "skripsi" ke dalam KRS semester ini sehingga statusnya "non aktif"," terangnya.

Permasalahan administrasi tersebut baru terungkap setelah sidang skripsi dilalui adiknya dengan lancar, tepatnya saat dosen akan memasukan nilai ke dalam sistem.

Ternyata nilai skripsinya tak bisa diinpun karena status si mahasiswa nonaktif.

"Lho ternyata statusnya tidak aktif. Nilai skripsinya tidak bisa diinput," tambahnya.

Kejadian itu membuat Rea terkejut. Ia bertanya-tanya mengapa semua pihak, termasuk adiknya, baru mengetahuinya setelah sidang.

"Karena dari awal semester 14 kemaren, adikku bisa menjalani proses pengerjaan skripsi tanpa hambatan dari pihak kampus," ujarnya.

"Adikku sudah bayar uang semester, uang skripsi, SK pembimbing, juga ada berita acara sudah ikut sidang skripsi. Kalaupun lupa input di awal semester, kenapa tidak ada notifikasi waktu bayar SPP dan uang skripsi, hingga bisa dapat SK pembimbing?" Lanjutnya.

Mahasiswa yang terancam DO akibat admnistrasi | twitter.com
Artikel Lainnya

Menanggapi cuitan Rea, UMM menyesalkan cuitan Rea di Twitter. UMM menyebut letak kesalahan ada pada mahasiswa tersebut karena teledor tak melakukan administrasi.

"Sebetulnya itu tidak usah dilakukan, karena penjelasan dari A sampai Z sudah disampaikan oleh kampus melalui Bidang Akademik. Letak kesalahan ada pada mahasiswa tersebut, karena teledor tak melakukan administrasi di awal semester 14," terang Kepala Humas dan Protokoler UMM Joko Susilo dikutip dari Detik.com.

Joko mewakili pihak kampus mengatakan cukup memahami apa yang dirasakan oleh keluarga Rahil Hamdani.

"Apalagi sudah semester 14, dimana tahun lalu telah dipanggil kampus dan berkomitmen menyelesaikan studi tahun ini, dan dibuat surat pernyataan," ungkapnya.

Jokow menyebut cuitan Rea bisa menimbulkan kesalahpahaman banyak orang. Membuat seakan-akan UMM tak peduli membantu mahasiswanya menempuh gelar sarjana.

"Sudah tidak kurang-kurang kami, dosen mengingatkan kepada yang bersangkutan. Jauh sebelum melanjutkan semester 14-nya. Yang diharapkan studinya bisa selesai tahun ini. Namun, karena beberapa hal yang disampaikan ke medsos dari orang yang mengaku keluarganya, seakan-akan letak kesalahan ada pada kami," tegasnya.

Cuitan ini menjadi viral usai 10 ribu lebih kali diretweet dan mendapat 441 komentar. Beberapa netizen menyebut kesalahan terletak di mahasiswa yang tidak menginput KRS hingga lewat masa waktunya.

Tapi beberapa juga menyayangkan kejadian ini. Kalau menurutmu sendiri yang salah siapa nih guys?

Tags :