Kisah Pedih Dokter Robert Marampe Meninggal Tertular Corona, Tunda Nikah Demi Ribuan Pasien!

Dokter Michael Robert Marampe meninggal dunia usai terinfeksi corona. | www.instagram.com

Meninggalnya dokter Robert Marampe usai tertular corona menyisakan banyak kisah duka. Sedih

Seorang dokter muda asal Sulawesi Utara, Michael Robert Marampe dikabarkan meninggal dunia setelah mengalami gejala terinfeksi virus corona atau Covid-19.

Kisahnya pun viral usai video yang memperlihatkan dokter Robert memberikan semangat kepada rekan seprofesi dan petugas medis muncul di media sosial. Banyak warganet yang akhirnya turut merasakan kehilangan dokter muda ini.

Ilustrasi: Positif Corona | metro.tempo.co

Seperti dilansir dari CNNIndonesia.com, Minggu (26/4), Robert sendiri merupakan seorang dokter muda yang belum lama ini ditugaskan untuk membantu penanganan Covid-19 di Jakarta.

Namun setelah beberapa waktu mengabdi dan berjuang di garda terdepan, Robert akhirnya tertular virus corona hingga akhirnya harus dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Polri Kramat Jati.

Baca Juga: Stafsus Milenial Jokowi Berguguran, Giliran Andi Taufan Garuda Mundur Dari Jabatan!

Sayangnya, dokter muda tersebut tak sanggup bertahan lebih lama untuk melawan ganasnya virus Covid-19. Robert pun dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu (23/4).

Kabar ini pun beredar luas usai diunggah salah satu pengguna Twitter, @firmandamopoli pada Minggu (26/4).

“Innalillahi wa inna illaihi rojiun. Selamat jalan dokter pejuang Covid-19. Telah berpulang ke pangkuan Tuhan YMK. Malam ini pukul 22.00 WIB di rumah sakit POLRI Kramat Jati Jakarta. Dokter muda asal Kotamobagu. Alm Dokter. Michael Robert Marampe,”

Dalam cuitannya itu, @firmandamopoli juga mengungkapkan kepergian dokter Robert menyisakan banyak kepedihan bagi orang terdekatnya.

Terlebih, almarhum sebelum bertugas sempat akan menjalankan pernikahan yang dijadwalkan berlangsung pada 11 April 2020 lalu.

Baca Juga: Resahkan Rakyat Karena Bebaskan Napi Saat Corona, Menkumham Digugat. Netizen: Bikin Repot Aja!

Momen Dokter Robert memberikan semangat pada petugas medis di garda terdepan melawan corona sebelum dinyatakan meninggal. | www.instagram.com

Namun keinginan itu ditunda dokter Robert demi bisa mengabdi dan merawat para pasien yang saat ini sedang berjuang sembuh dari Covid-19.

Robert sendiri juga sempat menuangkan curhatannya di akun Instagram @miknov.id. Dalam video tersebut, dia diketahui sudah menjalani perawatan selama 8 hari akibat corona.

Dia pun meminta agar para rekan petugas medis bisa tetap semangat berjuang di garda terdepan melawan wabah pandemi ini. Robert juga mengakui bahwa pekerjaan sebagai seorang dokter adalah sebuah kebanggaan.

“Buat teman-teman semua di garda terdepan, tetap semangat dan wajib menggunakan APD yang lengkap. Selalu semangat teman-teman semua,” ucap Robert dalam video.

Baca Juga: Sebut Bukan Mudik Saat Perantau Kembali Ketika Corona, Jokowi: Itu Pulang Kampung

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pun membenarkan kabar meninggalnya dokter Robert Marampe kemungkinan besar akibat infeksi Covid-19.

Humas IDI, Halik Malik menjelaskan bahwa Robert usai sakit sempat mengalami gejala yang mirip dengan serangan corona yakni sesak napas. Bahkan, almarhum juga sempat berstatus sebagai PDP corona.

“Yang kita tahu memang sempat dirawat dengan keluhan sesak napas salah satunya. Jadi status perawatannya disebut dalam pengawasan, dalam observasi Covid-19,”

“Jadi memang ada dugaan (terinfeksi virus corona) ke sana, dari gejala yang dikeluhkan selama perawatan,” jelas Halik seperti dikutip dari Detik.com, Senin (27/4).

Artikel Lainnya

Gugurnya satu lagi petugas medis yang bertugas di medan pertempuran melawan wabah pandemi Covid-19 memang terus memberikan kepedihan untuk masyarakat di Indonesia.

Untuk itu, mari kita bersama-sama membantu perjuangan para dokter dan petugas medis yang berada di garda paling depan dengan tetap di rumah saja dan menjaga kesehatan supaya penularan wabah ini tak meluas.

Jangan sampai keegoisanmu membuat makin banyak nyawa dokter yang menghilang akibat pandemi ini.

Tags :