10 Judul Sinetron Indonesia Kontroversial yang Ditegur KPI

Gambar hanya ilustrasi | www.pexels.com

10 Sinetron Indonesia yang Pernah Ditegur KPI

Sebagai salah satu alternatif utama hiburan masyarakat di tanah air, sinetron Indonesia tetap dirilis di berbagai stasiun TV swasta. Hadir dengan format FTV yang tamat dalam durasi 1 jaman hingga yang punya ratusan episode tetap dikembangkan dan ditayangkan.

Dari sekian banyak judul, nyatanya ada banyak sinetron Indonesia ditegur KPI (Komisi Penyaiaran Indonesia) karena melanggar aturan yang sudah ditetapkan. Tentu saja hal ini seketika menjadi kontroversi dan ramai diperbincangkan di media sosial.

Di bawah ini, sudah ada kompilasi sinetron Indonesia terbaru yang sempat dicekal dan mendapat teguran keras dari komisi yang mengontrol konten yang disiarkan di layar televisi. Apa saja yang menjadi alasan di balik tindakan ini?

1.

Tukang Bubur Naik Haji (2012)

Tukang Bubur Naik Haji | sinetronlaku.blogspot.com

Sebagai salah satu sinetron Indonesia andalan di RCTI, Tukang Bubur Naik Haji mampu mengudara sejak 2012 hingga 2017 dalam 2 ribuan episode. Meski serial religi ini banyak disukai, ada beberapa episode yang menjadi alasan KPI untuk melayangkan peringatan tertulis.

Salah satunya adalah ketika Wiranto dan Hary Tanoesoedibjo muncul sebagai cameo. Selain itu, visual jasad penuh luka dan membusuk juga pernah ditayangkan. Tak berhenti di situ, dialog dengan konotasi kasar dan negatif juga menguatkan alasan bagi KPI untuk kembali melayangkan surat teguran resmi kepada pihak penyiarnya.

2.

Diam-diam Suka (2013)

Diam-diam Suka | twitter.com

Kisah cinta remaja yang duduk di bangku SMA menjadi highlight dari Diam-diam Suka. SCTV menayangkan sinetron garapan Screenplay Production yang menggandeng eks member BLINK dan Derby Romero pada 2013 lalu.

Sayangnya, ceritanya perundungan yang menimpa Sri sebagai lakon utama, ternyata membuat tayangan ini mendapat teguran dari KPI. Adegan perkelahian remaja pria dan pemaksaan remaja perempuan di toilet membuat tontonan ini masuk daftar hitam.

Baca juga: Film Indonesia yang Sukses di Luar Negeri dan Diakui Dunia

3.

Ganteng-ganteng Serigala (2014)

Ganteng-ganteng Serigala | www.popmagz.com

Apakah pada sekitar 2014 lalu kamu menjadi salah satu penonton setia GGS? Ganteng-ganteng Serigala yang tayang di SCTV ini memang mampu menarik perhatian publik terutama remaja dengan menggandeng wajah baru yang rupawan. Mengadaptasi kisah cinta antara manusia, vampire, dan jerlmaan serigala seperti Twilight Saga, ceritanya dibuat mengikuti keseharian remaja di tanah air.

Didominasi dengan balutan fiksi dan fantasi, cerita dari sinetron Indonesia dinilai oleh KPI kurang menonjolkan nilai moral yang positif. Kisah romansa dan kekerasaan yang berlebihan di kalangan remaja mampu membawa dampak besar bagi perkembangan anak-anak dan remaja yang menyaksikannya.

4.

Anak Langit (2017)

Anak Langit | www.vidio.com

Mendapatkan slot penayangan prime time, membuat Anak Langit menjadi salah satu judul sinetron yang dinantikan oleh anak-anak dan remaja. Dinamika remaja yang tergabung dalam gang motor ini sempat tersandung kasus dan menjadi salah satu sinetron Indonesia ditegur KPI menjelang akhir penayangannya.

Beberapa episodenya menonjolkan adegan kekerasan dan perkelahian yang justru seharusnya dihindari oleh sinetron dengan klasifikasi tontonan untuk anak-anak dan remaja. SCTV sebagai penyiar pun mendapatkan surat teguran dari komisi berwenang ini.

Baca juga: Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa

5.

Siapa Takut Jatuh Cinta (2018)

Siapa Takut Jatuh Cinta | www.kincir.com

SCTV memang menjadi salah satu stasiun televisi yang cukup rajin memproduksi sinetron remajanya. Pada akhir 2017, Siapa Takut Jatuh Cinta menayangkan episode perdananya dan menjadikan Verrell Bramasta dan Natasha Wilona sebagai lakon utamanya.

Episode 383 yang tayang pada September 2018 pun sempat jadi topik panas karena adanya adegan ranjang yang cukup vulgar. Adegan ranjang tokoh Leon dan Dara yang diceritakan sudah menikah dinilai terlalu “panas” untuk tayangan televisi remaja.

6.

Makhluk Manis dalam Bis (2018)

Makhluk Manis dalam Bis | www.layar.id

Film sinetron Indonesia yang baru tayang pun juga ada dalam kontrol KPI. Salah satu yang cukup menyita perhatian adalah Makhluk Manis dalam Bis yang tayang di SCTV pada 2018 lalu. Dipromosikan melalui media sosial resmi SCTV, banyak warganet yang memberi kritik bahkan tak segan untuk tag akun @kpipusat untuk ditindak.

Dari potongan video tersebut, ada sepasang muda-mudi yang berpelukan di rerumputan hijau. Meski terkesan biasa saja, kontennya tidak sesuai untuk jadi konsumsi anak-anak dan remaja.

Baca juga: Produser Film Indonesia Tersukses

7.

Muslimah (2020)

Muslimah | akurat.co

Titi Kamal, Okan Kornelius, dan Lucky Hakim adalah salah tiga dari lakon utama dari Muslimah. Sinetron ini sebenarnya sudah pernah ditayangkan di Indosiar pada 2008 hingga 2009 lalu dalam 263 episode. Pada 2020 ini, ditayangkan ulang di ANTV.

Tak disangka, penayangan kembali ini justru menjadi bumerang bagi stasiun TV ini. Beberapa episodenya yang menunjukkan adegan kekerasan fisik dan verbal disorot dengan serius oleh KPI. Dalam teguran pertama, sinetron Indonesia terbaru ini sudah melanggar enam pasal pedoman dan standar penyiaran P3SPS.

Baca juga: Film Action Indonesia dengan ‘Rasa’ Hollywood yang Kental

8.

Dari Jendela SMP (2020)

Dari Jendela SMP | www.tentangsinopsis.com

Buku karya Mira W. diangkat oleh SinemArt dan digodok menjadi sinetron yang tayang di SCTV sejak akhir Juni 2020 lalu. Baru beberapa episode yang ditayangkan, banyak warganet yang mengadukan kepada KPI karena ceritanya tidak sesuai dengan perkembangan psikologis remaja. Tak lama, KPI melayangkan teguran tertulis kepada pihak stasiun TV dan memberikan sanksi administratif.

Tayangan ini menceritakan tentang siswa dan siswi yang duduk di bangku SMP bernama Wulan dan Joko. Menimba ilmu di sekolah elit dan saling suka, membuat keduanya terjerumus dalam seks bebas. Hal ini mengakibatkan keduanya harus merencanakan pernikahan dini serta masa depan buah hatinya setelah Wulan melahirkan.

Baca juga: Film Indonesia yang Ajarkan Soal Toleransi Beragama

9.

Pesantren Rock N Dut (2020)

Pesantren Rock N Dut | www.popmagz.com

Termasuk dalam daftar sinetron Indonesia terbaru, nyatanya membuat Pesantren Rock N Dut tak luput dari teguran Komisi Penyiaran Indonesia. Ceritanya mengangkat tentang keseharian di pesantren yang dibalut dengan slice of life dan kisah cinta yang ringan.

Ternyata, ada adegan di salah satu episodenya yang menunjukkan seorang pria berteriak di microphone sebagai ajakan untuk salat di musala. Scene ini dianggap tidak menunjukkan penghormatan terhadap tempat ibadah. Teguran tertulis pun dilayangkan sebagai bentuk sanksi administratif yang diberikan kepada SCTV selaku stasiun yang menyiarkan.

Baca juga: Film Psikopat Indonesia yang Jahatnya Nggak Ketulungan

10.

Buanglah Cinta di Hatiku (2020)

Buanglah Cinta di Hatiku | dramavi.blogspot.com

Selain konten yang ditayangkan setiap hari, ada juga film sinetron Indonesia yang mendapat teguran dari pihak KPI. Salah satunya adalah Buanglah Cinta di Hatiku yang tayang pada Juni 2020 lalu. Film televisi yang menjadikan Dinda Kirana dan Fandy Christian sebagai lakon utamanya ini ditegur karena mengesampingkan norma kesopanan dan kesusilaan yang ada dalam masyarakat.

Salah satu adegan yang menjadi sorotan adalah ketika ada salah satu pemain prianya yang megenakan sweater dengan desain menyerupai buah dada wanita. Karena memiliki klasifikasi siaran R, sudah seharusnya tayangannya mengedepankan nilai positif untuk penontonnya yang didominasi oleh para remaja.

Artikel Lainnya

Apabila kamu termasuk yang “menjaga jarak” dengan tontonan TV tanah air, mungkin sudah menyadari tentang kehadiran sinetron Indonesia ditegur KPI. Tidak salah jika kamu lebih memilih untuk menonton tayangan dari negara maupun platform lain yang memiliki konten lebih mengedukasi dari yang mengudara di televisi Indonesia. Semoga ke depannya kualitas sinetron Indonesia bisa membaik dan KPI terus bekerja untuk memberikan standar ketat demi tontonan yang berkualitas, ya.

Tags :