Terungkap! Ditanya Soal Masa Kecil Barbie Kumalasari, Ibunda Sebut Suka Makan Tembok

Barbie Kumalasari dan Ibunda
Barbie Kumalasari dan Ibunda | www.nusantaratv.com

Apakah kebiasaan makan tembok berimbas pada sifat muka tembok?

Barbie Kumalasari kini semakin laris diundang menjadi bintang tamu di berbagai talk show yang tayang di stasiun-stasiun televisi nasional. Sosoknya dianggap mampu menarik perhatian publik dengan sekala tingkah laku dan pernyataan halunya.

Meskipun sang suami sedang menjalani persidangan dan harus mendekam di tahanan, Barbie jarang menyambangi dan membesuknya. Ia justru sibuk seliweran dari satu acara ke acara lain mengumpilkan pundi-pundi dan mendongkrak popularitas.

BACA JUGA: Sebut Halu dan Alay, Anak Barbie Kumalasari Ejek Bibir Maminya Mirip Joker

Setelah sebelumnya muncul anak perempuan Barbie di berbagai media, kini giliran sang ibunda yang tampil mendampingi Barbie Kumalasari di berbagai kesempatan.

1.

Ibunda sebut Barbie suka makan tembok

Dalam sebuah talk show yang dipandu oleh Feni Rose, Ibunda Barbie diminta untuk menjelaskan masa kecil istri Galih Ginanjar tersebut dalam tiga kata. Ia lantas menyebut bahwa anaknya tersebut senang merusak tembok, mencongkelnya, dan memakan serpihan yang ia dapat dari tembok.

"Emang dari dulu masa kecilnya gimana sih Ma? Tiga hal deh soal Barbie Kumalasari selain suka ngedot itu tadi," tanya Feni Rose.

"Makan itu, tembok, tembok. Itu tembok dicongkel-congkel, entar dimakanin," jawab ibunda Barbie Kumalasari.

BACA JUGA: Ngaku Sanggup 8 Kali Sehari, Ini Transformasi Barbie Kumalasari yang Makin Seksi

Barbie Kumalasari dan ibunya
Barbie Kumalasari dan ibunya | www.instagram.com
2.

Barbie Kumalasari menikmati makan serpihan tembok

Barbie Kumalasari dan Ibunda
Barbie Kumalasari dan ibunya | www.kapanlagi.com

Mendengar penuturan ibunya, Barbie Kumalasari tertawa dan menyebut bahwa tembok yang ia makan enak. Sang ibu menambahkan bahwa Barbie Kumalasari akan sangat asyik bahkan tak bisa diganggu jika sedang makan serpihan tembok.

"Enak tau, gregek gregek gregek gitu," ucap Barbie menirukan bunyi saat ia mengunyah serpihan tembok.

"Jadi kalau dipanggil gitu, dia diem aja gitu mojok, kalau dipanggil 'Sari, Sari' tau-tau dia udah makanin, tembok bolong," kata ibunda Barbie Kumalasari.

BACA JUGA: Lagi! Barbie Kumalasari Dicuekin Saat Nyanyi di Panggung, Penonton Seliweran Sibuk Sendiri

3.

Suka ngedot

Barbie Kumalasari dan Ibunda
Barbie Kumalasari | www.youtube.com

Disebutkan juga oleh ibunda Barbie Kumalasari bahwa sang anak punya kebiasaan ngedot hingga umur tujuh tahun. Tanpa rasa malu, Barbie bangga mengakuinya dan menyebut kebiasaan ngedotnya itu menyebabkan bibirnya jontor seperti joker.

"Sampai umur berapa dia ngedot?" tanya Feni Rose.

"Senengnya ngedot, iya, sampai 7 tahun," ucap ibunda Barbie.

"Makanya kaya Joker yaaa bibirnya, langsung," ucap Barbie sambil memanyunkan bibirnya.

4.

Disambut hujatan warganet

Barbie Kumalasari dan Ibunda
Barbie Kumalasari dan ibunya | sajiansedap.grid.id

Potongan video yang diunggah oleh akun gosip Instagram @lambetruah tersebut dibanjiri komentar dari para netizen. Mereka menyebut kebiasaan makan tembok saat masih kecil merupakan penyebab Barbie jadi bermuka tembok yang bermakna tak punya malu.

"Pantesan kum-kum (Barbie Kumalasari) sekarang muka-muka tembok," tulis pemilik akun @eva.anggraeni5288.

"Pantesan muka tembok," tulis warganet dengan akun @megasridevi_.

"Pantesan jadi muka tembok," tulis @adistrsuryawan.

"Bisa ajaaa nyari sensasi bilang makan tembok," tulis netizen dengan akun @nonnie_86.

Artikel Lainnya

Pernyataan sang ibunda soal kebiasaan masa kecil Barbie Kumalasari yang gemar makan tembok disambut sinis oleh netizen. Mereka menyebut kebiasaan itu sebagai penyebab sifat tak tahu malu Barbie Kumalasari selama ini.

Ada juga yang menyebut bahwa pernyataan itu hanya sensasi semata agar mendapat perhatian dari khalayak ramai. Wajar bila para warganet menganggap demikian karena Barbie Kumalasari selama ini kerap membuat pernyataan-pernyataan asal-asalan yang tak pernah terbukti kebenarannya.

Tags :