Penghasilan 5 M Sebulan, Tapi Gen Halilintar Masih Minta Traveling Gratisan. Ngirit atau Pelit?

Atta Halilintar
Atta Halilintar | keepo.me

Modal exposure doang bikin calon klien mundur terartur

Punya 70 juta subscribers, puluhan juta followers, dan dua diamond buttons menjadi modal kuat yang mengukuhkan posisi keluarga Gen Halilintar sebagai keluarga influencer paling raksasa di tanah air bahkan di Asia. Pencapaian-pencapaian tersebut seperti sebuah mata air yang mengalirkan kekayaan untuk keluarga dengan 11 orang anak ini.

Sumber pundi-pundi kekayaan Gen Halilintar bisa dibilang paling besar berasal dari adsense Youtube. Namun tunggu dulu, modal puluhan juta subscribers dan followers serta raihan diamond dan golden buttons tampaknya tak mungkin didiamkan begitu saja. Itu semua bisa menjadi senjata andalan untuk melegitimasi mereka sebagai influencer paling berpengaruh dan terpercaya di Indonesia.

Dengan jumlah pengikut yang fantastis hingga puluhan juta akun, Gen Halilintar akan sangat mudah dipercaya untuk menjadi pengiklan produk barang atau jasa yang sangat moncer, diluar prosedur pengiklanan melalui pengelola platform Youtube. Gen Halilintar bisa dengan mudah membuat konten Youtube dan Instagram berisi informasi dan testimoni sebuah produk. Membuat nama produk tersebar luas juga bukan perkara sulit bagi mereka karena jumlah followers yang selangit.

Pada akhirnya, banyak pemilik brand yang menawarkan diri atau bahkan ditawari bekerja sama dengan imbalan berupa exposure dari pihak influencer.

Atta Halilintar
Gen Halilintar | thegorbalsla.com

Exposure sih exposure, tapi jangan bikin klien babak belur!

Hal yang paling penting untuk mendapat perhatian dalam perjanjian kerja sama dengan imbalan exposure adalah kesepakatan kontrak hitam di atas putih. Soalnya, kejadian yang paling sering terjadi adalah kerugian yang dialami pemilik brand akibat timbal balik dari influencer yang tak setimpal hingga tingginya harga barang atau jasa yang diminta oleh pihak influencer.

Baca Juga: Heboh Gen Halilintar 'Ngemis' Liburan Gratis, Travel Agent: Disuruh Biayain Rombongan Haji Imron ke Jepang

Hal ini harus banget jadi catatan mengingat dampak baik yang diterima oleh pemilik brand tak sebanyak yang diterima pihak influencer. Respon dari subscribers dan followers tak langsung fokus pada produk yang dipromosikan karena mereka sudah terikat dengan influencer tersebut. Jadi, penting bagi para pemilik brand yang ingin menjalankan kerja sama dengan imbalan exposure untuk memperhitungkan untung rugi dari aktivitas tersebut. Begitu pula dengan para influencer yang ingin menawarkan exposure produk, bijaksanalah dalam meminta produk barang atau jasa yang sekiranya setimpal dengan timbal balik yang diberikan. Jangan tegaan ya!

Baru-baru ini Gen Halilintar ramai diperbincangkan netizen karena viralnya pengakuan dua agen perjalanan yang menyebut diajak bekerja sama oleh keluarga Youtuber nomor satu di Indonesia. Dalam pengakuan itu, disebutkan bahwa keluarga influencer ini meminta untuk diberi paket perjalanan lengkap ke Los Angeles dan New York selama 2 minggu untuk 20 orang dengan timbal balik exsposure lewat Instagram dan Youtube.

Permintaan ini bukan hanya ditolak oleh pihak pemilik brand agen perjalanan tersebut tapi juga menjadi bahan olokan para netizen. Mereka mempertanyakan, pantaskah itu dilakukan? Wajarkah ditawarkan oleh influencer berpenghasilan miliaran rupiah per bulan?

Baca Juga: Millen Cyrus Goyang Vulgar Bareng Bule Ganteng, Netizen: Lanjut ke Kamar Tuh Pasti

Atta Halilintar
Percakapan dengan agen perjalanan | twitter.com

Kalau gratisan buat 1 orang doang sih wajar, kalau 20 orang ya sungguh terlalu

Wajar saja kalau agen perjalanan itu menolak permintaan kerja sama exposure ini. Logikanya, sebesar apapun peningkatan penjualan setelah produk diiklankan lewat exposure oleh pihak influencer, biaya yang dikeluarkan untuk memberagkatkan 20 orang ke Amerika sungguh tak masuk akal untuk bisa ditanggung oleh perusahaan atau pemilik produk.

Mari kita berhitung, jika penerbangan Jakarta-New York pulang pergi dibanderol dengan harga 20 juta rupiah untuk satu orang, maka pihak agen perjalanan tersebut harus menyiapkan dana 400 juta rupiah untuk transport saja. Itu kelas ekonomi loh, kalau bisnis ya bisa jadi dua kali lipatnya.

Belum lagi biaya hotel, visa dan lain sebagainya, kalau dikalkulasi secara menyeluruh mungkin jumlahnya bisa sampai 1 Miliar rupiah termasuk urusan perut. Membebankan biaya penerbangan seluruhnya pada pihak agen perjalanan saja udah kejam banget, apa lagi ditambah komponen-komponen lain? Rugi bandar!

Baca Juga: Unggah Foto dengan Mata Biru, Meldi Ngaku Blasteran. Warganet: Blasteran Cacing sama Tokek!

Beda ceritanya kalau yang pergi ke Amerika nggak rombongan sekeluarga, pihak agen perjalanan bahkan mengaku akan menyepakati kerja sama jika keluarga influencer itu hanya minta gratisan untuk 1 orang. Tapi ya mau gimana lagi, mereka kan keluarga besar, kalau satu jalan-jalan yang lain ya harus ikut juga biar kompak, biar kontennya semarak, heboh, dan meriah. Cuan lagi deh!

Atta Halilintar
Gen Halilintar | www.idntimes.com

Kalau biayai sendiri demi keperluan konten apakah rugi?

Banyak netizen yang bingung dan sangsi kalau Gen Halilintar nggak kuat membiayai liburan ke Amerika dan Jepang bersama-sama sekeluarga. Netizen yakin keluarga super tajir ini bisa dengan mudah berlibur di Amerika selama dua minggu dengan merogoh kocek sendiri.

Dilansir dari Moneysmart.id, kanal Youtube Gen Halilintar dapat menghasilkan uang sebesar 5,5 miliar rupiah per bulannya. Cukup lah ya untuk liburan sekeluarga ke Amerika lima kali. Belum lagi penghasilan Atta Halilintar sebagai pentolan Gen Halilintar yang penghasilannya ditaksir mencapai 22 miliar rupiah sebulannya.

Bukan cuma 20 orang yang bisa diboyong, dengan penghasilan sebulan saja, ia bisa membawa serta ayah, ibu, 10 adik, pacar, dan 430 orang lainnya, wow! Minta jatah satu dong haha.

Hitung-hitungan seperti inilah yang membuat netizen bertanya-tanya dan menganggap permintaan kerja sama itu terlalu tega. Uang satu Miliar bagi Gen Halilintar bisa didapat dalam waktu kurang dari sebulan, tapi belum tentu demikian bagi pihak yang diajak bekerja sama. Ditambah lagi, konten yang tercipta selama di Amerika nanti juga bukan hanya akan berguna bagi pemilik brand tapi juga akan menghasilkan uang untuk Gen Halilintar sebagai pihak influencer.

Meskipun begitu, Atta menjawab tuduhan itu dengan menyebut bahwa ia dan keluarganya masih bisa berlibur ke Amerika dengan uang sendiri. Tawaran kerja sama itu disebut diajukan tanpa paksaan, jika setuju lanjut, jika tidak pun tak jadi soal.

Artikel Lainnya

Exposure? Nggak salah kok, asalkan....

Dilansir dari Kumparan.com, seorang influencer dengan akun Instagram @dindaps memberi penjelasan bahwa eksposure tak sepenuhnya negatif. Justru dari kerja sama itu bisa berpotensi menambah keuntungan dan jaringan konsumen yang luas.

Jadi, jika ada yang bertanya, ”Kenapa sih Youtuber udah sekaya dan sesukses itu masih minta gratisan pakai exposure?” Kalau memang terjadi kesepakatan dan bisa memuaskan kedua belah pihak, ya why not? Kuncinya adalah harus punya etika dan sopan santun saat terjadi tawar menawar. Jangan terlalu tega dengan meminta sesuatu yang berlebihan yang tampaknya sulit diberikan oleh calon klien dan yang sekiranya tak dihujat netizen.

Entah pelit atau irit, bisa jadi Gen Halilintar memang tipikal oportunis yang selalu memanfaatkan kesempatan baik. Jika bisa gratisan kenapa harus bayar?

Tags :