Jadi Pembalap dan Sekolah Pengolahan Bir, Peggy Melati Sukma Curhat Perjalanan Hidup

Peggy Melati Sukma | keepo.me

Peggy ternyata melewati perjalanan hidup yang panjang dan berliku.

Peggy Melati Sukma telah cukup lama vakum dari dunia entertainment dan memilih untuk menekuni kegiatan dakwah agama. Sebelum memutuskan untuk hijrah, rupanya Peggy telah menjalani lika-liku kehidupan, sebagaimana yang ia ceritakan melalui kanal YouTube Cinta Quran TV.

Peggy Melati Sukma | www.kapanlagi.com

Video yang tayang tanggal 18 Desember 2019 ini menampilkan Peggy dengan berbagai perjalanan hidupnya. Peggy mengaku ia sempat menjadi seorang pembalap mobil. Tak main-main, Peggy bahkan pernah menggondol sejumlah piala dari hobinya sebagai pembalap ini.

BACA JUGA: Lama Tak Terdengar Kabarnya, 7 Artis Era 90-an Ini Sudah Berhijrah

“Saya dulu pembalap, punya beberapa piala,” ujar Peggy yang kini tampil bercadar.

Tak hanya hobi balap, Peggy pun pernah menjajal kemampuan sebagai bungee jumper.

“Saya juga seorang jumper. Dulu saya bungee jumper, punya penghargaan loncat tertinggi di Indonesia 76 meter kalau gak salah,” papar Peggy.

BACA JUGA: Mantap Berhijrah, 5 Artis Ini Juga Rutin Berdakwah untuk Umat

Selain menorehkan prestasi di bidang olahraga, perempuan dengan nama lengkap Raden Peggy Melati Purnama Dewi Sukma ini juga berprestasi di dunia pendidikan, lho. Bahkan, Peggy sempat mengenyam pendidikan untuk pengolahan bir di Manchester, Inggris.

“Non formalnya, saya memang sekolah di Manchester untuk pengolahan bir dan waktu itu dari murid-murid yang pernah belajar di sana sekitar 26 negara, saya salah satu lulusan terbaik,” ujar Peggy.

Sebelumnya, Peggy sangat aktif di dunia entertainment sebagai pemain sinetron. Selain itu, Peggy juga berkecimpung di kegiatan sosial. Peggy sempat ditunjuk oleh mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan, Meutia Farida Hatta, untuk menjadi duta Indonesia dan menjadi pembicara di PBB untuk membahas perlindungan perempuan di New York, tahun 2006 silam.

Peggy Melati Sukma | www.wowkeren.com

Peggy mengakui sebelum ia sampai di titik sekarang, ia telah mengalami berbagai macam perjalanan hidup. Peggy mulai berhijrah di tahun 2010 hingga 2012. Saat itu, Peggy merasa mendapatkan panggilan dari Allah untuk mulai menapaki jalan hijrah.

“Hijrah itu kan keharusan. Datang masanya 2010 sampai 2012 pertengahan, panggilan dari Allah yang beruntut gak ada berhentinya. Macam-macam peristiwa dan dari berbagai penjuru. Saya mengalami macam-macam dalam proses hijrah tersebut, ibaratnya sampai hancur-hancuran,” beber Peggy.

BACA JUGA: 6 Mantan Model Hot Ini Kini Tampil dengan Balutan Hijab

Kini Peggy telah mantap menjalani hijrahnya dan turut pula mendakwahkan agama.

Tak berhenti sampai di situ, sebuah kabar kurang menyenangkan datang dari Peggy di akhir tahun 2018 lalu. Peggy dikabarkan menderita tumor. Meski demikian, Peggy tak menjelaskan lebih lanjut mengenai penyakit yang ia derita.

“Ayah saya sebetulnya yang kanker. Kalau saya tumor, dan ibu saya ada kelainan tulang belakang dan beberapa penyakit lainnya. Empat bulan terakhir,” kata Peggy, dikutip dari Liputan6.

Artikel Lainnya

Serius menjalani aktivitas sebagai pendakwah, Peggy kini telah meluncurkan tiga buah buku, yakni Ya Rabbana, Aku Ingin Pulang, Kun Fayakun! Menembus Palestina, dan Kuketuk Langit dari Kota Judi: Menjejak Amerika.

Tags :