Bukan Cuma Soal Monster, Inilah yang Bikin Film "Godzilla" Versi Jepang Lebih Ciamik Daripada Punya Amerika

Bukan Cuma Soal Monster, Inilah yang Bikin Film "Godzilla" Versi Jepang Lebih Ciamik Daripada Punya Amerika
http://sploid.gizmodo.com/why-japans-godzilla-is-so-much-better-than-americas-god-1789582988

Gojiraaa~!!

Tanggal 29 Juli 2016 kemarin, production house Toho dari Jepang akhirnya ngerilis film Godzilla baru berjudul Shin-Gojira atau Godzilla Ressurgence, setelah film pertamanya di tahun 1954. Sejak tahun itu, film Godzilla beberapa kali di-remake sama Amerika. Tapi mungkin emang udah bukan rahasia lagi kalo film Jepang hasil saduran Amerika itu banyak gagalnya karena nggak bisa ngalahin cerita aslinya.

Mungkin secara angka, film Hollywood lebih sukses daripada Jepang. Tapi tahu nggak sih apa yang bikin Godzilla punya Amerika nggak sekeren versi aslinya? Ternyata penyebabnya adalah fakta-fakta mengengangkan yang dikupas tuntas sama YouTuber bernama Kaptain Kristian ini.

(Baca juga: Gimana Jadinya Kalo Tokoh Film Jadul Udah Punya Gadget Canggih? Yang Ada Ceritanya Malah Berakhir Konyol Begini deh)

1.

Godzilla bukan cuma monster penghancur

Bukan Cuma Soal Monster, Inilah yang Bikin Film "Godzilla" Versi Jepang Lebih Ciamik Daripada Punya Amerika
via thedissolve.com

Sosok Godzilla yang selama ini kamu tahu mungkin cuma monster kadal raksasa yang hobinya ngancurin peradaban manusia. Yup, setidaknya Godzilla seperti itulah yang digambarkan dalam film versi Amerika. Tahun 1954, film Godzilla pertama kalinya dibuat oleh Toho. Kemudian tahun 1956, film ini dibawa ke Amerika Serikat dengan editan di sana-sini dan judulnya juga diubah jadi Godzilla, King of the Monsters!

Jadi pada dasarnya ini adalah satu film, tapi versi Amerika udah mengalami "Amerikanisasi". Dalam Godzilla: King of the Monsters, sosok Godzilla diceritakan sebagai monster legendaris Jepang yang datang memporakporandakan Tokyo secara membabibuta. Padahal kalo di versi Jepang, ada fakta mengerikan sesungguhnya kenapa sosok Godzilla ini bisa tercipta.

2.

Ada hubungannya sama PD 2

Bukan Cuma Soal Monster, Inilah yang Bikin Film "Godzilla" Versi Jepang Lebih Ciamik Daripada Punya Amerika
via wikipedia.org

Film Godzilla Jepang ngambil setting setelah Perang Dunia Ke-2 berakhir, di mana waktu itu Jepang mengalami kekalahan besar. Munculnya Godzilla sebetulnya punya keterkaitan erat dengan kondisi Jepang pasca-perang waktu itu, terutama peristiwa bom atom.

Yup, Godzilla adalah penggambaran dari korban bom atom Hiroshima dan Nagasaki. Karena terlalu kejam kalo bikin film tentang korban bom dengan luka mengenaskan, Ishiro Honda selaku sutradara nyari alternatif metafora dan akhirnya muncullah sosok Godzilla yang kulitnya menyerupai keloid, sama kayak luka korban selamat dari bom atom.

3.

Godzilla = penggambaran tragedi bom atom

Bukan Cuma Soal Monster, Inilah yang Bikin Film "Godzilla" Versi Jepang Lebih Ciamik Daripada Punya Amerika
Desain awal Godzilla via giantmonsteramongus.blogspot.com

Lebih jauh lagi, sebenarnya Ishiro Honda nyiptain sosok Godzilla ini karena "terpaksa". Dia mau bikin film bertema perang, tapi pas masa pendudukan Amerika di Jepang, pemerintah melarang semua bentuk produksi film bertema propaganda, termasuk film militer dan sejarah.

Film Godzilla sendiri akhirnya dirilis setelah 2 tahun pendudukan Amerika di Jepang berakhir, tapi mereka masih terpengaruh dampak dari peraturan tadi. Honda ngedesain Godzilla buat ngegambarin peristiwa bom atom. Selain kulit Godzilla yang mirip kulit korban, kamu mungkin nggak sadar kalo bagian kepala Godzilla itu sebenarnya ngebentuk awan besar hasil ledakan bom atom.

4.

Banyak adegan yang di-<i>cut </i>di Godzilla Amerika

Bukan Cuma Soal Monster, Inilah yang Bikin Film "Godzilla" Versi Jepang Lebih Ciamik Daripada Punya Amerika

Meskipun berasal dari satu film, kayak yang udah ane bilang tadi, Godzilla Amerika udah diutak-atik sedemikian rupa buat menyesuaikan dengan audiens di Amerika. Ceritanya ditambahin tokoh utama baru, Steve Martin yang merupakan reporter asal Amerika yang datang ke Jepang. Amerika juga nambahin adegan-adegan dengan latar yang "keliatannya" Jepang banget, padahal mereka pakai pemeran figuran orang-orang Asia-Amerika.

Selain itu, banyak adegan yang akhirnya di-cut atau nggak dikasih subtitle maupun dubbing. Misalnya adegan repoter Jepang yang ngelaporin munculnya Godzilla dengan wajah ketakutan. Adegan ini diganti sama laporan Steve Martin yang terlalu tenang dan monoton. Kalo kata sutradara sekarang, "Mana ekspresinyaaa??"

5.

Dapat kritik jelek, tapi tetap sukses di Amerika

Bukan Cuma Soal Monster, Inilah yang Bikin Film "Godzilla" Versi Jepang Lebih Ciamik Daripada Punya Amerika
via youtube.com

Pas Godzilla: King of the Monsters rilis di Amerika, kritikus film New York Times Bosley Crowther ngasih penilaian yang jelek buat film ini. Meskipun begitu, film Godzilla: King of the Monsters cukup sukses di Amerika. Lebih-lebih karena perspektif ceritanya yang udah diubah jadi gaya Amerika, cuma fokus ke kehancuran Jepang tanpa tahu bahwa ada fakta sejarah di baliknya.


Jadi itulah faktor yang bikin film Godzilla versi asli jauh lebih keren daripada versi Amerikanya. Biarpun kelihatan kayak film Kaiju biasa, ternyata ada fakta sejarah besar di belakangnya. Kalo menurutmu, lebih keren mana nih, versi Jepang atau Amerika?

Tags :