Beberapa Hoax Tingkat Tinggi yang Berujung Mengerikan, Kematian Hingga Kehancuran Sebuah Negara

Beberapa Hoax Tingkat Tinggi yang Berujung Mengerikan, Kematian Hingga Kehancuran Sebuah Negara

Ngeri! Gara-gara hoax, beberapa negara ini ambruk!

Fenomena berita bohong alias hoax belakangan ini sering kita dengar, saking seringnya sampai banyak orang yang dipenjara lantaran menyebarkan hoax di media sosial. Contohnya seperti yang terjadi beberapa waktu lalu, seorang dosen yang seharusnya mendidik generasi muda agar lebih mencintai negaranya tertangkap polisi lantaran menjadi otak dibalik penyebaran hoax yang selama ini meresahkan masyarakat. Dan ada lagi seorang PNS sebuah Puskesmas yang setiap bulannya digaji pemerintah tertangkap lantaran menyebarkan hoax penganiyaan ulama dan yang lainnya.

Baca juga : 5 Tipikal Pembaca Berita Hoax  di Internet, Kamu Cenderung Tipe yang Mana?

Namun, jauh sebelum isu hoax mewabah di Indonesia, ternyata di luar sana isu semacam ini sudah seringkali digoreng. Dan hoaxnya bukan kecil-kecilan seperti ini, tapi lebih kearah hoax tingkat tinggi yang dampaknya sangat parah, dari kehilangan nyawa sampai bisa menggulingkan rezim di sebuah negara. Siapa saja para korbannya, berikut ulasannya.

1.

1889 - Hoax yang picu peperangan Amerika vs Spanyol

Beberapa Hoax Tingkat Tinggi yang Berujung Mengerikan, Kematian Hingga Kehancuran Sebuah Negara

Jauh sebelum perang pada tahun 1889, sebenarnya gesekan antara kedua negara ini kerap kali terjadi, apalagi terkait isu-isu perairan Karibia dan sekitarnya. Bagi Amerika, wilayah Karibia sangat menjanjikan, namun peluang untuk memiliki wilayah itu harus terganjal lantaran masih berstatus jajahan Spanyol. Maka dari itu, demi mewujudkan impiannya, Amerika secara diam-diam mengobok-obok beberapa koloni Spanyol dengan menyokong berbagai macam perlengkapan perang kepada pemberontak agar dapat melawan monarki. 

Tapi upaya pemberontak ternyata tidak membuahkan hasil. Amerika pun hopeless, namun rasa pesimistis itu akhirnya terbayar manakala kapal USS Maine di pelabuhan Havana mendadak meledak dan memakan 268 orang tewas. Meski sudah diketahui jika meledaknya karena human error, tapi Amerika memelintir kejadian ini dengan meminta seorang pengusaha koran asal AS, William Hearts untuk membuat kabar bohong jika kecelakaan ini adalah murni kesalahan Spanyol. Tanpa menunggu lama, kabar bohong ini direspon oleh seluruh warga Amerika yang marah dan mendesak Kongres (DPR) untuk menyetujui Amerika Serikat berperang dengan Spanyol. Akhirnya perang pun terjadi dengan Amerika-lah yang menjadi pemenangnya.

2.

1964 - Hoax yang picu perang di Vietnam

Beberapa Hoax Tingkat Tinggi yang Berujung Mengerikan, Kematian Hingga Kehancuran Sebuah Negara

Jika kalian pernah menonton film Rambo tentu kalian nggak asing dengan perang Vietnam. Sejatinya perang di kawasan Asia Tenggara itu murni soal ideologi semata. Amerika Serikat yang jumawa karena menjadi jawara di Perang Dunia ke-2 terus menerus mencoba melebarkan pengaruhnya ke seluruh dunia demi melawan seteru abadinya Uni Soviet (USSR) yang berpaham komunis.

Beberapa negara yang mengadopsi ideologi komunis sedikit demi sedikit digoyang oleh negeri Paman Sam agar terus bergejolak. Namun Paman Sam kecolongan manakala Kerajaan China ambruk dan bangkit dengan idelogi komunis dengan label Republik Rakyat China. 

Menyikapi hal ini, Amerika tak tinggal diam, ia bepfikir keras bagaimana caranya agar Asia Tenggara tidak terkontaminasi dengan ideologi komunis yang kini telah diadopsi oleh China. Agar dapat membendung ideologi ini, Amerika Serikat melempar isu bahwa dalang dibalik tenggelamnya kapal perang USS Maddox adalah Vietnam Utara yang berpaham komunis. Kemudian perang pun pecah!  AS mengirim pasukannya ke Vietnam. Lagi-lagi, yang diuntungkan secara finansial tentu saja para makelar perang (the industrial military complex)

3.

2003 - Hoax yang picu invasi Irak

Beberapa Hoax Tingkat Tinggi yang Berujung Mengerikan, Kematian Hingga Kehancuran Sebuah Negara

Sejatinya perang Irak bukanlah sebuah perang, tapi lebih ke arah invasi Amerika Serikat terhadap Sumber Daya Alam negara Aladdin ini.

Pemicu dari perang ini sebenarnya bermula dari sikap Presiden Saddam Hussain yang tidak ingin dikontrol oleh Amerika perihal sumber daya alam. Baginya, sumber daya alam di Irak haruslah dimiliki oleh segenap warga negara. 

Berbagai macam cara dilakukan Paman Sam agar kontrak migas dan proyek-proyek lainnya lolos, tapi Saddam tetap bergeming. Kesabaran Amerika pun habis dan seperti sebelum-sebelumnya lewat Presiden Bush Jr, Amerika melempar hoax jika Irak selama ini mengembangkan dan menyimpan senjata pemusnah massal yang sangat berbahaya jika tidak segera ditangani. 

Alhasil, Amerika Serikat mendapat restu untuk melakukan invasi ke Irak pada tahun 2003. Invasi dilakukan, rezim Saddam terguling, Saddam digantung, namun sampai kini tuduhan itu tidak terbukti.

4.

2011 - Hoax yang picu penggulingan rezim Muammar al-Gaddafi

Beberapa Hoax Tingkat Tinggi yang Berujung Mengerikan, Kematian Hingga Kehancuran Sebuah Negara

Pasca Irak runtuh, kini giliran Libya yang lagi-lagi harus mengalami nasib serupa lantaran tuduhan kepemilikan senjata pemusnah massal.

Puncaknya, pihak Dewan Keamanan PBB meminta Libya membuka akses bantuan kemanusiaan ke negaranya. Namun bagai udang dibalik batu, bantuan kemanusiaan itu ternyata hanyalah formalitas belaka.

Pada bulan Mei 2011, NATO di bawah pimpinan Amerika Serikat memborbardir Libya. Berbagai serangan negeri Paman Sam ini ternyata membuat Libya mengalami kerusakan yang sangat parah. Dampaknya, rezim Gaddafi runtuh dan lagi-lagi, proyek rekonstruksinya dipegang perusahaan Barat dan pembiayaannya dilakukan oleh pemerintah baru Libya dengan berhutang pada IMF dll.

5.

2013 - Hoax soal kepemilikan senjata biologis di Suriah

Beberapa Hoax Tingkat Tinggi yang Berujung Mengerikan, Kematian Hingga Kehancuran Sebuah Negara

Hoax kembali dilemparkan rezim Obama untuk menundukkan Suriah. Di mata negeri Paman Sam, Rezim Assad dituduh memiliki dan menggunakan senjata kimia terhadap para demonstran pada 21 Agustus 2013. 

Namun tuduhan itu segera ditepis manakala Rusia berada digaris terdepan membela adiknya tersebut. Amerika Serikat pun gamang dan hingga kini isu ini masih berada di Gedung Putih.

6.

Next - Korea Utara?

Beberapa Hoax Tingkat Tinggi yang Berujung Mengerikan, Kematian Hingga Kehancuran Sebuah Negara

Next, siapakah yang akan menjadi korban hoax selanjutnya?

Apakah Korea Utara dengan nuklirnya?

Meski kebenarannya masih simpang siur, bagi penulis, memiliki senjata nuklir bagi setiap negara itu hal yang wajar, bahkan para sekutu sudah punya, bahkan mencapai ribuan. Tidak menutup kemungkinan, jika tidak ada aral yang melintang, Indonesia juga akan memiliki nuklir untuk kepentingan sumber daya.


Berita bohong alias hoax tentu sangat merugikan. Jika tidak diberantas dari sekarang, hoax bisa memecah belah bangsa!

Apakah kalian mau Ibu Pertiwi hancur gara-gara termakan hoax

SAY NO TO HOAX!

Tags :