Sering Dicap Konservatif, Inilah Alasan Kenapa Ibu Rumah Tangga Itu Nggak Boleh Diremehkan!

Sering Dicap Konservatif, Inilah Alasan Kenapa Ibu Rumah Tangga Itu Nggak Boleh Diremehkan!
http://Keepo.me

Memangnya sanggup jadi ibu rumah tangga?

Bicara tentang ibu rumah tangga pada generasi milenial, mungkin akan ada banyak yang berpendapat bahwa menjadi ibu rumah tangga itu pilihan kuno nan konservatif. Perempuan sekarang sudah bisa berdikari dan berkiprah di kantor serta gedung-gedung besar. Sedangkan perempuan yang mau menjadi ibu rumah tangga itu adalah perempuan yang malas dan konservatif. Hmm, tapi benarkah begitu? Apakah perempuan yang memilih untuk menjadi ibu rumah tangga itu malas dan kuno? Atau justru mereka adalah perempuan yang hebat dan nggak kenal lelah?

Nyatanya, sebuah survei yang dilakukan suatu perusahaan di Amerika kepada 2000 Ibu rumah tangga membuktikan bahwa mereka bekerja lebih keras 2.5 kali lipat dibandingkan para pekerja kantoran. Ya, menjadi ibu rumah tangga yang mengurus segala pekerjaan rumah serta pengasuhan anak sendiri itu ternyata merupakan pekerjaan yang lebih berat daripada pekerjaan kantoran pada umumnya. Melansir dari NY Post, ibu rumah tangga rata-rata hanya memiliki waktu 1 jam 7 menit untuk dirinya sendiri tanpa adanya gangguan dari anak dan suaminya.

Melihat beban kerja sebanyak itu yang dilakukan tanpa mendapatkan bayaran melainkan ucapan terima kasih dan senyuman, maka wajar saja jika tingkat stress pada ibu rumah tangga jauh lebih tinggi daripada ibu yang bekerja. Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh University of Akron pada tahun 2012, ibu yang bekerja di luar rumah memiliki kondisi kesehatan tubuh dan mental yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang menjadi ibu rumah tangga.

Baca Juga:

Hal ini disebabkan karena kondisi rumah memang lebih membuat stress daripada di luar rumah, apalagi jika ibu rumah tangga tersebut enggan membagi tugas domestik dengan pasangan maupun anak-anaknya. Selain itu, ibu rumah tangga kehilangan sumber aktualisasi dan validasi diri yang biasanya mereka dapatkan dari luar rumah atau dari pekerjaan. Ketakutan ibu rumah tangga yang selalu mempertanyakan apakah mereka sudah membesarkan dan mendidik anak dengan baik merupakan faktor pemicu stress lainnya bagi ibu rumah tangga.

Karena itu, jangan sekali-kali remehkan ibu rumah tangga. Mereka adalah sosok yang berkorban paling banyak untuk keluarganya. Bukan hanya mengorbankan waktu dan energinya saja, namun juga kesehatan mentalnya, kehidupan sosialnya, hingga kesempatan aktualisasi dirinya. Menjadi ibu rumah tangga itu sama sekali nggak gampang!

Tags :