Mitos ‘Hamil’ Ini Bukti Buruknya pendidikan Seks di Indonesia!

Mitos ‘Hamil’ Ini Bukti Buruknya pendidikan Seks di Indonesia!
http://Keepo.me

Berenang bikin hamil?

Beberapa waktu lalu, akun instagram @catwomanizer mendapat DM yang menanyakan apakah hamil bisa menular lewat psikologis. Entah bagaimana maksudnya, namun wacana takut 'hamil' karena hal nggak masuk akal ini terdengar begitu familiar di kuping kita. Jika kamu ingat, dulu saat kecil kita kerap mendengar selentingan seperti "Kalau cewek - cowok pegangan tangan nanti bisa hamil lho", "Kalau ciuman nanti hamil", atau lebih lucu lagi "Hati-hati berenang sama cowok nanti spermanya bisa berenang juga terus kamu hamil."

Semua argumentasi di atas, selain ngawur dan bersifat menakut-nakuti, juga merupakan bukti buruknya pendidikan seksual di Indonesia. Alih-alih menjelaskan secara rasional mengenai hubungan seksual bersama dengan plus-minusnya, kita justru cenderung menakut-nakuti dengan dalih yang nggak rasional. Hal ini malah membuat anak-anak dan remaja jadi lebih rawan terlibat dalam hubungan seks tidak sehat karena minimnya informasi.

Pasalnya, pendidikan seks dianggap sebagai hal yang tabu di Indonesia. Berdasarkan artikel New York Times, Ma’ruf Amin selaku ketua MUI sempat menyatakan bahwa anak sudah bisa mencari sendiri pengetahuan tentang seks, apa yang harus anak-anak ketahui adalah tentang limitasi terkait seks agar anak-anak nggak melakukan seks sebelum nikah.

Nahasnya, men-tabu-kan pendidikan seks ternyata justru dapat berimbas pada perilaku seksual berisiko dan meningkatnya HIV, praktik aborsi, kehamilan di luar pernikahan dan sebagainya. Tercatat di Indonesia sebanyak 49% penderita HIV merupakan generasi muda di usia 20 - 29 tahun.

Baca Juga:

Selain itu, informasi mengenai seks secara menyeluruh justru dapat membuat anak-anak mengambil keputusan yang rasional terkait hubungan seks alih-alih membiarkan mereka penasaran dan menakut-nakuti mereka. Mereka juga akan paham mengenai hak mereka atas tubuh sendiri dan bagaimana menolak serta mengantisipasi pemaksaan untuk berhubungan seks dari pasangan sendiri dan orang lain.

Jangan melulu anggap pendidikan seks itu tabu, saat diberikan secara baik, pendidikan seks justru dapat menjaga generasi muda dari perilaku seks bebas yang berisiko tinggi.

Tags :