Menurut Ahli, Begini Rahasia Di Balik Pernikahan yang Langgeng. Meskipun Nggak Seromantis Saat Pacaran!

Menurut Ahli, Begini Rahasia Di Balik Pernikahan yang Langgeng. Meskipun Nggak Seromantis Saat Pacaran!
http://Keepo.me

Ternyata, pernikahan yang awet pun ada ilmunya!

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa hubungan saat pacaran dan sesudah menikah itu cukup berbeda. Jika di masa-masa pacaran kita hanya perlu memikirkan waktu untuk bertemu atau aktivitas kencan yang menyenangkan, saat sudah menikah kita jadi harus memikirkan finansial rumah tangga, atau perkara sehari-hari seperti persediaan pangan atau atap rumah yang bocor. Persoalan seperti ini tentu membuat kita sibuk sendiri dan nggak sempat memikirkan untuk melakukan hal-hal romantis lagi dengan pasangan.

Contohnya, saat pacaran mungkin kita masih bisa sebulan sekali melakukan kencan romantis candle light dinner dengan pasangan. Kencan-kencan romantis semacam ini memang penting karena di masa pacaran adalah masa untuk merayu dan mengenali pasangan agar mau menjalin hubungan lebih serius dengan kita. Nah, saat sudah menikah, segala romantisme itu berangsur menghilang. Kencan candle light dinner pun berganti makan malam dengan lilin karena mati lampu.

Namun meski nggak semenyenangkan saat pacaran, kita tetap harus menyikapi segala sesuatu dengan positif. Menurut pakar hubungan, Dr. John M. Gottman, pernikahan yang bahagia dan awet adalah pernikahan yang memiliki Magic Ratio. Yaitu rasio interaksi positif dan negatif yang memiliki perbandingan 5:1. Maksudnya, dari setiap satu interaksi negative seperti pertikaian, atau ucapan negatif dalam hubungan tersebut, terdapat 5 interaksi positif atau ucapan positif. Dari penelitian Dr. Gottman, pasangan yang memiliki magic ratio tersebut memiliki risiko lebih kecil untuk bercerai.

Baca Juga:

Belajar dari fakta tersebut, kita yang sudah menikah maupun yang belum harus mencoba untuk bersikap positif dalam hubungan. Bukan berarti kita nggak boleh bertikai, tapi kita harus punya lebih banyak pengalaman positif dan kemesraan daripada pertikaian dengan pasangan. Lagipula, apa nggak lelah kalau dalam hubungan kita selalu bertengkar dan bersikap negatif?

Tags :