#LifeAsk: Catcalling Itu Pelecehan? Ini 5 Pendapat Para Cewek dan Bagaimana Mereka Mengatasinya

#LifeAsk: Catcalling Itu Pelecehan? Ini 5 Pendapat Para Cewek dan Bagaimana Mereka Mengatasinya
http://Unsplash.com

Banyak yang nggak sadar sama pelecehan verbal!

“Suiiiittt… Suittt... manis, kenalan dong?” atau “Ehm.. mbak, kenalan dong mba” adalah salah satu contoh bentuk catcalling yang banyak terjadi di Indonesia. Sayangnya, banyak cewek yang belum sadar bahwa ini merupakan sebuah fenomena yang termasuk dalam ranah pelecehan seksual secara verbal lho. Memang, catcalling masih menjadi polemik karena masih belum banyaknya perempuan yang menyadari risiko pelecehan satu ini. Untuk itu, Keepo mencoba untuk mencari tau tentang catcalling, dari sudut pandang para cewek milenial nih. Bagaimana pendapat mereka, apakah catcalling itu termasuk pelecahan seksual, atau sekadar iseng belaka dan tentunya bagaiaman sikap mereka dalam menanggapi catcalling tersebut.

So, yuk langsung aja kamu simak sesi #LifeAsk kali ini, girls!

1.

“Selama tidak menyerang fisik, cat calling bukan pelecehan seksual kok...”

#LifeAsk: Catcalling Itu Pelecehan? Ini 5 Pendapat Para Cewek dan Bagaimana Mereka Mengatasinya

Catcalling menurutku bukan sebuah pelecehan seksual sih. Selama itu tidak menyerang fisikku dan hanya sekedar verbal dan tidak menggangguku, aku merasa itu biasa aja. Aku pun pernah merasakan hal tersebut, tapi aku nggak peduliin catcalling itu. Karena, jika kamu merespon itu, para pelaku catcalling malah merasa senang karena mendapatkan perhatianmu. So, lebih baik kamu cuekin dan tetap chill aja. Nggak usah anggep mereka ada di dunia.” – Hening, suka update instastory makanan enak dan hits.

2.

 “Itu mengganggu tapi menurutku bukan pelecahan sih…”

#LifeAsk: Catcalling Itu Pelecehan? Ini 5 Pendapat Para Cewek dan Bagaimana Mereka Mengatasinya

Catcalling itu kan salah satu cara caper para cowok buat godain kita ‘kan ya. Tapi, menurutku itu bukan termasuk dalam pelecehan sih, tapi, itu juga salah satu aktivitas yang mengganggu. Yah, nggak nyaman aja dipanggil-panggil tapi bukan nama kita. Jadi, kalau aku kena catcalling, paling aku tegur dan bilang aku punya nama, jadi jangan asal siul atau manggil-manggil ya. Simpel, kelar, dan biasanya mereka langsung diem.” – Nia, suka selfie dengan gaya duck lips.

3.

“Aku nggak suka digodain kayak gitu, merusak privasiku sebagai seorang wanita!”

#LifeAsk: Catcalling Itu Pelecehan? Ini 5 Pendapat Para Cewek dan Bagaimana Mereka Mengatasinya

“Menurutku catcalling adalah salah satu tindakan pelecahan seksual. Yah, walaupun hanya secara verbal, tapi itu merupakan saah satu tindakan yang menunjukkan rasa tidak hormat pada seseorang. Dan, aku nggak suka digodain dengan cara kayak gitu, merusak privasiku sebagai seorang wanita. Kalau aku digituin, langsung aku tegur dan marahin sambil bilang ‘Jangan kurang ajar ya mas!’ gitu. Emangnya kita apaan di siul-siulin, burung aja tuh disiulin!” – Tiwi, suka update aktivitas good vibes bersama besties di coffee shop.

Baca Juga: Pacaran dengan Mantan Kekasih Sahabat? Begini Reaksi yang Harus Diantisipasi Saat Sahabatmu Tahu!

4.

“Aku merasa itu hal yang sangat aneh, tapi itu mengganggu…”

#LifeAsk: Catcalling Itu Pelecehan? Ini 5 Pendapat Para Cewek dan Bagaimana Mereka Mengatasinya

Catcalling bisa menghampiri siapa aja dan kapan aja, tapi aku merasa itu adalah tindakan yang mengganggu dan annoying. Tapi, aku nggak bisa bilang itu termasuk pelecehan, karena ketika aku mendapatkan cat calling aku merasa aneh dan awkward. Padahal penampilanku biasa aja dan sama sekali tidak menarik perhatian. Karena ngerasa aneh, ya, aku diem aja dan menganggapnya kayak angin lalu. Dan, jangan lupa ketawa, karena ternyata penampilan biasa aja kita bisa menarik perhatian para cowok-cowok.” – Ratna, suka nonton drama religi hidayah di tv.

5.

“Aku suka marahin dan mengumpat di depan mereka, biar mereka jera…”

#LifeAsk: Catcalling Itu Pelecehan? Ini 5 Pendapat Para Cewek dan Bagaimana Mereka Mengatasinya

“Jelas, catcalling adalah pelecehan seksual. Itu mengganggu kebebasan kita sebagai seorang wanita. Aku nggak suka mendapatkan catcalling, begitupun ketika aku melihat temanku mendapatkan perlakuan itu. Jadi, kalau aku nemuin catcalling, aku langsung samperin orangnya, berkata kasar, dan pergi. Biar mereka sadar dan nggak semena-mena nggodain cewek di tempat umum.” – Janet, suka banget sama Manchester United.

Baca Juga:

Fenomena catcalling memang masih menjadi perdebatan, sebagian cewek mengganggap itu merupakan sebuah pelecehan seksual yang memang harus dihilangkan di Indonesia. Tapi, sebagian lainnya lebih menanggapi santai fenomena tersebut selama tidak menyerang mereka secara fisik. Jika kita menilik kembali pada gambaran luas kekerasan seksual, catcalling jelas termasuk dalam pelecehan seksual secara verbal. Pasalnya, hal ini menimbulkan rasa nggak aman dan nggak nyaman pada pihak yang menjadi korban. Bukankah kita semua berhak mendapatkan rasa aman yang sama di ruang umum tanpa harus menghadapi siulan yang membuat kita takut diserang?

Di Indonesia, angka kekerasan seksual yang cukup tinggi yakni 16.217 pada tahun 2015 menurut laporan data Komnas Perempuan, merupakan bukti bahwa kesadaran kita akan kekerasan seksual ini cukup rendah. Yuk kita sadar dan melawan, pelecehan seksual itu bukan cuma ketika ada sentuhan fisik saja, namun juga dapat dilakukan secara verbal dan emosional seperti catcalling dan 'candaan' yang mengancam.

Tags :