Kasus Kekerasan Seksual Makin Marak, Yuk, Sadari 4 Jenis Pelecehan Seksual Ini!

Kasus Kekerasan Seksual Makin Marak, Yuk, Sadari 4 Jenis Pelecehan Seksual Ini!
https://www.dailytelegraph.com.au/rendezview/how-to-stop-sexual-harassment-on-public-transport/news-story/729de0aba5b4ed747cce411cf19588a0?nk=b683c7580bf8fdcd626b7ebdb799b0d5-1539318167

Agar kekerasan seksual nggak makin merajalela dan bikin kita was-was

Nggak nyaman dan was-was, itu yang kita rasakan ketika membaca beberapa headline berita-berita viral beberapa hari ini. Terlebih pasca viralnya kasus pelecehan oleh oknum supir transportasi online di Indonesia, Grab. Bukan hanya sekali, ternyata pelecehan seksual oleh supir Grab ini telah terjadi berkali-kali di berbagai kota di Indonesia. Hal ini jelas membuat resah masyarakat yang lantas mendorong beberapa perempuan untuk berhenti menggunakan layanan Grab.

Fenomena pelecehan seksual ini memang semakin kerap terangkat ke permukaan. Dibuktikan dengan meningkatnya laporan kasus yang diterima oleh Komnas Perempuan. Data Catatan Tahunan (CATAHU) Komnas Perempuan dari tahun 2017 hingga 2018 pun menunjukkan terjadi peningkatan laporan pelecehan seksual yang dilakukan oleh orang asing dan tidak dikenal yang mencapai 508 kasus, yang mana itu terjadi di ruang publik.

Agar kejadian-kejadian serupa tidak terjadi, atau setidaknya bisa diminimalisir. Yuk, mulai sadari dan pahami apa saja tindakan yang masuk dalam kategori pelecahan seksual. Sehingga saat kamu menjumpainya, kamu tahu bagaimana harus bereaksi!

1.

Pesan mesum via sosial media

Kasus Kekerasan Seksual Makin Marak, Yuk, Sadari 4 Jenis Pelecehan Seksual Ini!

Tidak dipungkiri jika media sosial menjadi salah satu pemicu meningkatnya tindak pelecehan seksual di dunia. Seperti yang dilansir dari sebuah firma hukum internasional bernama The Epstein Law Firm yang menjelaskan jika candaan dan komentar berbau seksual bisa termasuk sebuah tindakan pelecehan seksual meskipun dilakukan melalui media sosial. Pasalnya secara tidak langsung pesan-pesan tersebut mengganggu ranah pribadi yang kita miliki dan membuat tidak nyaman.

Kasus di atas merupakan salah satu kasus yang sederhana yang bisa terjadi pada kita di sosial media dan untuk menanggapinya pun kamu harus dengan cerdas ya, girls. Beberapa cara yang bisa kamu lakukan agar kejadian ini tidak terluang adalah melakukan report as spam atau pun memblokir akun yang bersangkutan. Jika kamu berani, cobalah call out pelaku pelecehan tersebut untuk memberi efek jera.

2.

Godaan secara langsung di ruang publik

Kasus Kekerasan Seksual Makin Marak, Yuk, Sadari 4 Jenis Pelecehan Seksual Ini!

Kasus ini biasa disebuat dengan catcalling. Kamu pasti pernah merasakannya dan mungkin menganggap itu hal yang biasa dalam budaya kita. Namun, satu hal yang harus kita sadari, catcalling merupakan salah satu pemicu munculnya tindakan-tindakan pelecehan seksual lainnya yang lebih ekstrem. Namun, kamu harus cerdas menanggapi tindakan-tinadakan para catcaller (sebutan untuk pelaku catcalling) ini.

Jika kamu mendapatkan perlakuan seperti ini, langkah tepat yang bisa kamu lakukan menurut seorang ahli self defense, Gabrielle Rubin, adalah dengan tetap percaya diri dan memberi mereka pandangan yang tajam serta sedikit merendahkan. Hal ini akan membuat catcaller berkurang rasa percaya diri dan berkuasanya. Tapi hanya lakukan ini jika kamu merasa aman dan nyaman ya, Girls!

3.

Godaan yang menjurus seksual yang dilakukan di ruang publik

Kasus Kekerasan Seksual Makin Marak, Yuk, Sadari 4 Jenis Pelecehan Seksual Ini!

Jika godaan ‘biasa’ aja merupakan sebuah tindakan pelecehan seksual, apalagi yang sudah jelas-jelas berbau seksual. Kasus ini sepertinya menjadi salah satu kasus yang hangat diperbincangkan, karena memang tindakan godaan yang menjurus seksual kini semakin meningkat. Ruang terjadinya pun di area publik seperti di transportasi umum seperti di dalam mobil taxi online. Beberapa kata yang bisa menjadi indikator godaan seksual yang kerap dilontarkan para pelaku adalah "aduh, aku sang*", "kamu s*ksi banget sih", dan bahasan-bahasan seksual lainnya yang seharusnya tidak dilakukan dengan sembarang orang.

Jika tindakan seperti ini kamu alami, maka hal yang harus kamu lakukan adalah menegur dengan keras dan melaporkannya pada pihak yang berwajib. Jangan malu untuk meminta pertolongan pada pihak berwajib jika kamu merasa terancam. Kamu bisa memprosesnya dengan membuat laporan pada pihak kepolisian atau aduan pada Komnas Perempuan. Tindakan hukum bisa memberikan efek jera dan menutup ruang gerak para pelaku pelecehan seksual untuk melakukan aksi-aksi lainnya yang bisa merugikan banyak perempuan Indonesia.

Baca Juga: Begini Langkah Yang Bisa Kamu Lakukan Jika Menghadapi Catcalling. Jangan Sepelekan Pelecehan Verbal!

4.

Kontak fisik

Kasus Kekerasan Seksual Makin Marak, Yuk, Sadari 4 Jenis Pelecehan Seksual Ini!

Ini merupakan tindakan paling berat yang sudah jelas-jelas termasuk pelecehan seksual. Kasus ini merupakan salah satu kasus yang bisa memberi efek trauma pada perempuan. Beberapa tindakan fisik yang sederhana tapi sudah masuk dalam pelecehan seksual adalah membelai rambut, memegang tangan, mencium, dan tindakan-tindakan lainnya yang mengganggu otoritas tubuhmu dan nggak kamu kehendaki. Karena tubuh setiap manusia merupakan otoritas pribadi yang seharusnya tidak disentuh tanpa persetujuan sang pemegang otoritas.

Jika ini terjadi padamu, kamu harus melaporkannya pada pihak kepolisian karena sudah melanggar Undang-Undang. Jangan takut untuk bersuara dan meminta keadilan, karena jika tindak ditindak secara hukum, kasus-kasus ini akan semakin banyak terjadi dan tentunya membuat banyak perempuan merasa tidak aman.

Baca Juga: 

Tindakan pelecehan memang menjadi salah satu krisis di Indonesia. Terutama setelah era digital, jumlah pelecehan semakin naik dari tahun ke tahun. Namun, meningkatnya laporan ini bisa dinilai sebagai sesuatu yang positif pula karena semakin banyak laporan maka semakin besar kesadaran perempuan tentang pelecehan seksual dan keberanian perempuan untuk bersuara . 

Dengan begini, akan lebih mudah bagi Komnas Perempuan dan Kepolisian untuk menindak para pelaku dan memberikan hukuman yang pantas. Jangan sampai, pelaku bisa bebas dan leluasa memberikan teror pada perempuan lainnya. Jadi, mulai peduli yuk, jangan ragu untuk menegur dan memberikan edukasi pada orang sekitar jika tindakan yang mereka lakukan memang masuk dalam ranah pelecehan seksual.

Tags :