Kanker Payudara dan Gaya Hidup Wanita Milenial Masa Kini. Masihkah Tidak Peduli?

Kanker Payudara dan Gaya Hidup Wanita Milenial Masa Kini. Masihkah Tidak Peduli?
https://www.bustle.com/p/7-unexpected-signs-of-breast-cancer-according-to-a-doctor-12275144

Jangan lagi abaikan pentingnya deteksi dini.

Kanker payudara masih menjadi salah satu ancaman mengerikan bagi wanita. Namun faktanya, hingga saat ini nggak sedikit dari kamu yang belum benar-benar peduli dengan masalah ini. Padahal, kanker payudara salah satu dari lima jenis kanker paling mematikan di dunia. Itulah mengapa, wajib hukumnya bagi semua wanita untuk menjaga kesehatan salah satu aset penting bagian tubuh ini.

Melansir laman Detik, penelitian International Agency for Research on Cancer (IARC) menggunakan data 185 negara dengan 36 jenis kanker. Dari data ini diperkirakan satu dari lima pria dan satu dari enam wanita mengidap kanker saat hidup. Sekaligus satu dari delapan pria dan satu dari sebelas wanita mati karena kanker. Kanker paru, payudara, dan kolorektal (usus besar) adalah tiga tipe yang paling sering diidap.

Lalu dengan fakta ini, apakah kamu masih tidak peduli? Terlebih lagi gaya hidup wanita milenial yang dinilai bisa mendorong resikonya terkena penyakit tersebut.

1.

Bagi wanita, wajib untuk lebih memahami tentang kanker payudara

Kanker Payudara dan Gaya Hidup Wanita Milenial Masa Kini. Masihkah Tidak Peduli?

Bagi wanita, payudara adalah aspek penting untuk dijaga. Apalagi jika nantinya kamu sudah memiliki anak dan menyusui. Melansir laman Cosmopolitan, Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) mencatat penyebab tingginya kanker payudara disebabkan terlambatnya penanganan medis. Hal ini dikarenakan kurangnya deteksi dini, banyak wanita yang takut dengan istilah medis (biopsi, operasi, kemoterapi dan radiasi), masih lebih memilih pengobatan tradisional hingga permasalahan ekonomi yang membuat mereka enggan memeriksakannya.

Selain itu, YKPI menyebutkan 70 persen kanker payudara yang berhasil ditemukan sudah memasuki stadium lanjut. Inilah yang menyebabkan peningkatan kasus ini semakin tinggi. "Bahkan WHO telah memperkirakan bakal terjadi ledakan kanker payudara di negara berkembang pada tahun 2030," tutur Linda Agum Gumelar, ketua YKPI, seperti yang dikutip dari Detik.

2.

Gaya hidup wanita milenial dinilai mendorong terjadinya kanker payudara

Kanker Payudara dan Gaya Hidup Wanita Milenial Masa Kini. Masihkah Tidak Peduli?

Banyak wanita muda yang tidak menyadari bahwa gaya hidup yang tidak sehat bisa mendorong risiko terkena kanker payudara. Kebiasaan seperti merokok, makanan tidak sehat, kurang istirahat, ini bisa berpengaruh terhadap kesehatan payudara. dr. Aru Wisaksono Sudoyon, Sp.PD-KHOM juga mengatakan tidak sedikit wanita Indonesia yang terkena kanker di usia produktif.

"Berbeda dengan negara maju. Di sana pasien kanker payudara datang diantar oleh anak-anaknya. Sedangkan di Indonesia, pasien yang datang membawa anak-anak. Jadi masih pada muda," katanya seperti dikutip dari laman Grid. "Di Indonesia sendiri pasien kanker payudara yang muda (di bawah usia 40 tahun) mencapai 30 persen," tambahnya.

Baca Juga: Baru Menikah? Ini 11 Starter Kit Berumah Tangga yang Harus Segera Kamu Miliki

3.

Sebenarnya kenapa wanita muda atau milenial beresiko lebih tinggi terhadap kanker payudara?

Kanker Payudara dan Gaya Hidup Wanita Milenial Masa Kini. Masihkah Tidak Peduli?

Selain yang sudah dijelaskan sebelumnya, ada beberapa hal lain yang membuat wanita usia muda lebih beresiko. Melansir laman Detik, dr. Martha Roida dari Poliklinik Deteksi Dini Kanker, saat ini kanker payudara bisa menyerang wanita yang masih muda. "Banyak faktor risiko yang mempengaruhi adanya kanker payudara. Ini bisa menyerang siapa pun meski umurnya masih muda. Hal ini biasanya karena gaya hidup yang tidak sehat, stres, atau riwayat kesehatan keluarga," jelasnya.

Selain itu, mengutip dari laman Health Site melalui Merdeka.com, dr. Sumeet Shah spesialisasi kanker payudara menjelaskan, kanker payudara tak hanya terjadi pada wanita yang usia lanjut. Saat ini juga banyak wanita muda yang diketahui terdiagnosis kanker payudara di usia 20 tahunan.

4.

Mulailah mengenali tanda-tanda kanker payudara sejak dini

Kanker Payudara dan Gaya Hidup Wanita Milenial Masa Kini. Masihkah Tidak Peduli?

Sangat penting kamu tahu tanda-tanda kanker payudara. Umumnya, penyakit ini ditandai dengan puting yang masuk ke dalam, payudara bengkak, keluar cairan dari puting, ada benjolan di sekitar payudara/ketiak, dan kulit daerah payudara memerah/mengeras.

Lalu untuk mendeteksinya kamu juga bisa melakukan secara mandiri, kok. Seperti yang dilansir dari laman Detik, pertama berdirilah di depan cermin. Lalu kamu bisa melihat apakah ada perubahan di permukaan kulit atau pembengkakan.

Kedua, angkat lengan kanan ke atas dan tekuk siku. Cermati seluruh bagian payudara kanan hingga mengarah ke ketiak. Lalu kamu bisa meraba dan sedikit menekan untuk memeriksa apakah ada yang mencurigakan seperti benjolan. Kemudian lakukan gerakan memijat mengelilingi payudara dari atas ke bawah. Setelah itu lakukan hal yang sama dengan payudara kiri. Ketiga, kamu bisa memencet kedua puting. Jika salah satu atau keduanya mengeluarkan cairan, kamu perlu segera konsultasi ke dokter karena bisa jadi ini salah satu tanda kanker.

Baca Juga: Alpha Women dan Beta Women, Kenapa Kita nggak Perlu Senang Saat Dibilang "Beda dari Cewek Kebanyakan"?

5.

Jika terdiagnosa, pengobatan apa yang perlu kamu lakukan dan berapa biayanya?

Kanker Payudara dan Gaya Hidup Wanita Milenial Masa Kini. Masihkah Tidak Peduli?

Tentu tidak ada yang menginginkan hal ini. Tapi jika kamu terdiagnosa, pengobatan bisa tergantung dari sifat tumornya. "Pengobatan ini tergantung dari sifat tumornya, harus dilakukan biopsi terlebih dahulu ganas atau tidak," kata dr. Rachmawati, SpB(K)Onk, ahli bedah kanker payudara seperti yang dikutip dari laman Detik.

Lalu untuk kisaran harga juga sangat bervariasi, bisa mulai dari tiga juta hingga ratusan juta rupiah. "Bisa sampai ratusan juta. Radiasi 25 kali pertemuan bisa sampai 50 juta untuk sekali perawatan. Kalau kemo menggunakan BPJS dalam 6 kali siklus berkisar 3 jutaan," ujar dr. Rachmawati.


6.

Cara meningkatkan kepercayaan diri bagi mereka yang payudaranya telah diangkat

Kanker Payudara dan Gaya Hidup Wanita Milenial Masa Kini. Masihkah Tidak Peduli?

Tak sedikit wanita yang merasa ‘tidak utuh’ setelah payudaranya diangkat karena kanker. Tentu saja hal ini bisa menjadi keadaan yang sulit sekaligus tantangan. Ahli radiologi onkologi, dr. Yuddi Wahyono, SPOnk, Rad, mengatakan pasien harus melakukan konseling sebelum melakukan prosedur.

"Seringkali pasien beranggapan 'tidak utuh' setelah mastektomi. Pasien harus tanyakan kepada suami atau keluarga. Kalau suaminya bilang tidak apa-apa, artinya dia mendapat motivasi," ungkapnya dalam laman Detik.

Itulah kenapa lingkungan sekitar seperti keluarga, pasangan, hingga teman-teman dekat adalah faktor penting dalam menumbuhkan kepercayaan diri bagi wanita yang payudaranya telah diangkat.

Lalu untuk masalah penampilan, dr. Yuddi juga mengatakan ada banyak cara yang bisa dicoba. Misalnya memasang implan payudara yang kini bisa dilakukan tanpa silikon, tapi diambil dari lemak tubuh lain. "Nggak usah khawatir untuk pasien yang masih memperhatikan penampilannya," tambahnya.

Baca Juga: 

Dari semua pembahasan ini kita semua menjadi sadar bahwa deteksi dini itu sangat penting untuk dilakukan semua wanita. Namun di sisi lain, kamu juga harus lebih waspada dengan berbagai faktor yang mendorong kanker mematikan ini seperti dari gaya hidup. Bahkan, sekalipun kamu tak punya riwayat dalam keluarga atau sudah melakukan gaya hidup sehat, tidak menutup kemungkinan kamu bisa terkena penyakit ini juga.

Termasuk stres, sebab, ketika stres daya imun tubuh menurun yang membuat seseorang mudah terkena penyakit termasuk kanker payudara. Selain itu, dokter juga menambahkan minum pil KB juga bisa memicu kanker payudara karena membuat hormon estrogen berlebihan. Bagaimana? Apakah kamu sudah mulai peduli?

Tags :