Indonesia Darurat Sampah, Ini Benda Sehari-Hari Yang Ternyata Nggak Mudah Terurai!

Indonesia Darurat Sampah, Ini Benda Sehari-Hari Yang Ternyata Nggak Mudah Terurai!
http://Keepo.me

Bikin sampahnya cuma 5 menit, tapi mencemari alam sampai puluhan tahun!

Dalam sehari ini, sudah berapa banyak sampah yang kamu hasilkan dari kegiatanmu? Coba deh dihitung, berapa banyak botol plastik, tas kresek, hingga kemasan makanan ringan yang kamu buang di tempat sampah sedari pagi? Belum lagi sampah lain yang nggak kita sadari seperti kantong teh, kapas, tisu dan puntung rokok. Bisa dipastikan, dalam sehari kita setidaknya menimbulkan 10 item sampah plastik atau bahkan lebih.

Ya, tanpa kita sadari, ternyata jumlah sampah kita sehari-hari itu cukup fantastis lho. Melansir dari CNN Indonesia, hasil riset organisasi Sustainable Waste Indonesia menemukan bahwa Indonesia memproduksi 65 juta ton sampah setiap harinya. Bayangkan berapa banyaknya dan akan ke mana sampah-sampah tersebut pergi? Berakhir di TPA? Terurai begitu saja di alam? Didaur ulang dan menjadi barang baru? Atau mengapung di lautan dan merusak ekosistem laut?

Meski banyak dari kita yang mengira bahwa sampah-sampah tersebut sudah diatasi oleh pemerintah dengan baik, entah didaur ulang di TPA atau diuraikan, namun kenyataannya jauh dari itu. Hanya ada 7% sampah kita yang berhasil didaur ulang tiap harinya. 69% lainnya berakhir menumpuk di TPA dan 24% tidak tertangani sehingga mencemari lingkungan dan laut. Pada akhirnya, jutaan sampah kita berakhir di perut paus atau di hidung penyu yang tinggal di lautan. Apakah fakta tersebut nggak cukup menampar kita untuk lebih hati-hati dalam mengonsumsi sesuatu dan menimbulkan sampah?

Banyak juga sampah kita sehari-hari yang kita pikir dapat terurai dengan mudah namun nyatanya nggak demikian. Infografis di atas menunjukkan bahwa sampah-sampah ‘kecil’ yang nggak kita anggap ternyata berpotensi besar untuk mencemari lingkungan karena nggak terurai. Seperti puntung rokok yang membutuhkan waktu 10 – 12 tahun untuk terurai, kantong teh yang ternyata terbuat dari polypropylene dan membutuhkan waktu 10 -1000 tahun agar terurai sempurna, hingga kertas bungkus nasi yang baru dapat terurai setelah 6 bulan.

Padahal dalam sehari, berapa banyak sampah tersebut kita produksi? Jika kecepatan penguraiannya sangat lambat seperti di atas, bukankah menjadi wajar jika sampah menumpuk dan mencemari lingkungan? Pasalnya, tingkat produksi dan penguraiannya sangat nggak sebanding. Membakar sampah pun nggak akan membantu dan justru menambah buruk persoalan sampah. Sebab, mengubah plastik menjadi mikroplastik yang lantas bisa mencemari lingkungan dan merusak kesehatan kita dalam jangka panjang.

Baca Juga:

Melihat fakta di atas, bukankah akan jauh lebih baik jika kita mengurangi jumlah sampah kita hingga seminim mungkin agar menahan laju produksi sampah di Indonesia? Yuk mulai zerowaste living dengan mengurangi konsumsi benda-benda sekali pakai seperti botol minuman, tas kresek, Styrofoam dan sedotan.

Tags :