Amplifying: Teknik Cerdas Dukung Perempuan Di Dunia Kerja!

Amplifying: Teknik Cerdas Dukung Perempuan Di Dunia Kerja!
https://www.elitedaily.com/life/ways-to-feel-better-work-personal-life-too-much/1812958

Sesama perempuan harus punya semangat empowering nih!

Saat ini kesempatan berkarier bagi perempuan memang sudah terbuka luas. Pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin mulai melonggar, sehingga para perempuan berkesempatan mengerjakan pekerjaan yang “secara tradisional dilakukan oleh laki-laki” dan begitu pula sebaliknya. 

Berbicara tentang perempuan dan karier, tentunya ada beberapa rintangan tersendiri yang harus dihadapi perempuan ketika terjun ke dunia karier. Tidak jarang pekerja perempuan merasa kinerjanya kurang dihargai hanya karena rekan-rekannya memandang ia sebagai “perempuan”. Perempuan pekerja yang telah menyandang status sebagai ibu pun kerap dihinggapi rasa bersalah karena harus meninggalkan anaknya selama beberapa jam serta harus berhadapan dengan stigma “ibu yang mengabaikan keluarga” .

Hal-hal demikian menunjukkan bahwa perempuan harus saling mendukung dan saling menyemangati dalam menghadapi berbagai macam rintangan dunia karier.  Semangat empowering ini sangat dibutuhkan oleh para perempuan yang bergulat di tengah berbagai diskriminasi di dunia pekerjaan. Seperti yang dilansir dari Femina, Principal Consultant dari Daya Dimensi Indonesia, Vina G. Pendit, mengatakan bahwa kita bisa melakukan teknik amplifying. Yaitu mendukung dan mempertahankan lahan sesama perempuan untuk menghindarkan diri dari interupsi dan dominasi laki-laki .

Baca Juga: #LifeAsk: Berkarir Atau Di Rumah. Ini 11 Pandangan Cewek Milenial Tentang Stigma Cewek Di Masa Depan

Dukungan dalam bentuk amplifying ini pertama kali diciptakan oleh staf perempuan di gedung putih dalam masa kepemimpinan Barrack Obama. Mereka awalnya merasa kesulitan karena dominasi staf laki-laki di ruang rapat yang kerap menginterupsi mereka saat menyampaikan pendapat, dan mengambil kredit atas ide mereka. Untuk itulah para staf perempuan gedung putih bersatu dan menemukan teknik amplifying ini untuk mendukung sesama rekan kerja perempuan mereka.

Amplifying bisa kita praktikkan di dunia kerja dengan cara yang sederhana. Misal, dalam sebuah rapat dengan mayoritas pegawai laki-laki, seorang pegawai perempuan tidak diberi kesempatan bersuara hanya karena ia adalah seorang perempuan. Nah, dalam situasi seperti ini kita harus melakukan amplifying dengan cara mengingatkan para pegawai laki-laki agar memberi kesempatan pada rekan perempuan karena siapapun yang berada dalam rapat tersebut berhak memberikan pendapat dan suaranya.

Selain itu, kita juga bisa melakukan amplifying dengan menyebarkan semangat positif lebih luas ke perempuan-perempuan lainnya. Kita tidak perlu merasa bahwa perempuan lain adalah saingan kita sebab setiap individu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing sehingga kita tidak perlu membandingkan hal tersebut.

Vina pun memberikan saran agar kita lebih fokus pada kelebihan yang kita miliki. Kita tidak perlu lelah hati, iri, dan membandingkan kelebihan yang kita miliki dengan yang orang lain miliki. Kelebihan yang dimiliki teman atau orang lain seharusnya kita apresiasi dan terus mendorongnya agar semakin berkembang.

Baca Juga:

Hal tersebut memang terlihat sederhana namun sangat berarti dalam positive sisterhood. Perempuan tidak akan lagi merasa sendiri karena ada perempuan-perempuan lainnya yang senantiasa memberikan dukungan dan semangat. Konsep amplifying ini pun juga dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan lainnya. Contohnya saat di kendaraan umum, kita bisa saling membantu perempuan lainnya yang sedang terancam atau kesulitan. Atau sesederhana menyemangati perempuan lain agar berani mengejar sesuatu yang ia inginkan.


Tags :