Viral Video Menjijikkan Pembuatan Cilok hingga Saus, Adonan Diinjak Pakai Kaki Kotor!

adonan membuat cilok
adonan membuat cilok | twitter.com

Bahan baku cilok hingga saus diinjak dengan menggunakan kaki kotor

Cilok adalah salah satu jajanan khas Sunda yang sudah terkenal di penjuru Indonesia. Jajanan berbahan dasar aci ini mudah sekali ditemui di pinggir jalan atau di sekolah-sekolahan. Teksturnya yang kenyal dan nagih membuat siapa saja suka menyantap cilok. Namun para pelanggan setia cilok tampaknya harus lebih berhati-hati dalam memilih jajanan cilok.

Pasalnya dalam sebuah tayangan investigasi, memperlihatkan proses dibalik pembuatan cilok yang jauh dari kata higienis. Hal ini dikarenakan adonan cilok diolah dengan cara diinjak menggunakan kaki kotor.

1.

Cilok rasa kaki

Proses pengolahan cilok menggunakan kaki ini ditelusuri dalam sebuah tayangan investigasi Buser yang tayang di SCTV. Proses pembuatan cilok yang terkesan jorok ini menjadi viral setelah diunggah oleh akun Twitter @_o00icha00o_ pada hari Kamis (23/01/20) kemarin.

Terlihat dalam video berdurasi 32 detik itu memperlihatkan proses pengolahan cilok di salah satu rumah pedagang cilok. Pembuat cilok tersebut terlihat mengesampingkan kebersihan saat mengolah bahan dasar berupa aci yang ditambah berbagai bahan lain. Bahkan adonan cilok itu diinjak menggunakan kaki kotor agar merata.

Baca juga: Viral Bocah di Aceh Digantung dengan Kaki Terbalik oleh Ibunya, Lalu Ditinggal Seharian

“Nah itu kakinya nggak di cuci dulu?” tanya investigator.

“Mau dicuci mau nggak ya nggak apa-apa. Orang pembeli 'kan nggak tahu,” jawab pembuat cilok.

Tak hanya diolah menggunakan kaki, namun cilok tersebut juga diberi tambahan pijer atau boraks yang merupakan bahan pengawet berbahaya. Takaran boraks yang dituang dalam adonan cilok pun tak dikira-kira dan asal dituang.

“Makin banyak (boraks) makin bagus nih,” ujar pembuat cilok.

Baca juga: Heboh! Warga Sidrap Diresahkan dengan Kemunculan Makhluk Jadi-jadian 'Parakang'

2.

Tanggapan netizen

adonan membuat cilok
Cilok rasa kaki | twitter.com

Video tersebut langsung membuat para netizen bereaksi. Bahkan video itu telah di-retweet lebih dari 10 ribu kali. Netizen langsung menuliskan reaksinya melalui kolom komentar. Banyak yang merasa jijik saat melihat pengolahan “Cilok Rasa Kaki” tersebut. Ada pula yang menanggapi video tersebut dengan santai dan guyonan.

@Sandi_alfarizie: “Herannya kenapa sih pedagang kayak gini tuh demen bgt nginjek nginjek dagangannya, tangannya cyborg apa? Ngeri konslet kena gumpalan aci?”

@BiawakRawaa: “Bodo amat mau kek mana yang penting enak”

Baca juga: Bejat! Ayah Tega Perkosa 2 Putri Kandung, Nekat Setubuhi Korban di Depan Cucu

@cluvies: “Astaga, pantesan tadi pas makan cilok nyium ada bau bau kaki gitu..”

@justhoomann: “Emang paling bener dah cilok itu bikin sendiri aja”

3.

Saus pepaya dan tomat busuk

Pada bulan Oktober 2019 lalu masyarakat dihebohkan dengan proses pembuatan saus dari bahan pepaya dan tomat busuk. Masih dalam tayangan investigasi yang sama, terlihat proses pembuatan saus yang dilakukan oleh sepasang suami istri. Mereka terlihat mengupas tomat dan pepaya busuk sebagai bahan dasar pembuatan saus.

Baca juga: Pernikahan Cuma Bertahan 12 Hari, Wanita Ini Ditinggal Suami Tanpa Alasan hingga Ingin Bunuh Diri

Melihat bahan bakunya saja sudah pasti merasa jijik dan sudah jelas tidak layak dikonsumsi. Ditambah proses pengolahan saus itu dengan cara menginjak bahan baku dengan kaki telanjang agar hancur dan mudah diolah.

Sama halnya seperti pengolahan cilok di atas, pasutri ini tak mencuci kaki mereka atau bahkan tidak mengalasi kaki dengan plastik.

"Ibu ngga cuci kaki dulu itu?" tanya investigator.

"Nggak, langsung aja," ujar suara yang diduga si istri.

"Orang kan nggak tahu, mas," sambungnya.

Artikel Lainnya

Tayangan tersebut membuat kita sebagai pelanggan cilok maupun saus harus lebih berhati-hati. Namun perlu diketahui, bahwa tak semua cilok dan saus diproses dengan cara menjijikan seperti di atas. Masih banyak para pengolah cilok dan saus yang mengutamakan kebersihan serta kejujuran.

Tags :