Viral Penemuan Petai Raksasa, Peneliti : Tidak Untuk Dikonsumsi!

Petai Raksasa
Petai Raksasa | www.diadona.id

Bisa Dimakan Gak ya?

Petai atau yang lebih dikenal dengan sebutan pete memang disukai banyak orang di Indonesia. Pete memiliki aroma khas yang bagi pembencinya dianggap tidak sedap. Namun bagi penikmatnya, aroma itu justru menggiurkan dan memancing nafsu makan. Pete bisa disantap dengan banyak lauk, mulai dari ayam goreng, tempe, ikan, bahkan daging. Namun, pete paling serasi dengan sambal pedas dan lalapan.

Belum lama ini, ada kabar gembira dari Banjarnegara bagi para pecinta pete. Sekelompok masyarakat di sana menemukan pete raksasa ketika sedang melakukan aksi reboisasi di hutan dekat lingkungannya. Tentu penemuan ini mengejutkan, bukan hanya bagi warga Banjarnegara, tapi seluruh masyarakat Indonesia yang mengetahuinya. Lalu bagaimana respon BKSDA menanggapi penemuan ini?

Petai Raksasa
Petai Raksasa | banyumas.tribunnews.com

Salah satu pengguna media sosial Twitter @JokoSus46520969 mengunggah dua foto yang memperlihatkan petai dengan ukuran raksasa. “Ada yang mau masak pete?” tulis akun @JokoSus46520969 dalam foto yang ia unggah.

Unggahan foto itu pun langsung mendapatkan berbagai respons dari warganet. Tidak sedikit warganet yang mempertanyakan keaslian pete dalam foto tersebut hingga mempertanyakan apakah pete raksasa itu bisa dikonsumsi.

Seorang warga asal Banjarnegara yang pertama kali menemukan pete raksasa itu mengatakan bahwa ia menemukannya dengan tidak sengaja ketika organisasi pemuda akan melakukan kegiatan reboisasi di hutan.

Tidak sengaja. Ketika organisasi pemuda sedang melakukan kegiatan reboisasi penanaman pohon di hutan. Akhirnya sampai diketemukan buah itu, ujar Agus, dikutip dari Kompas.com.

Baca Juga : Penemuan Monster Air Dengan 18 Tentakel di Mulutnya

Petai Raksasa
Petai Raksasa | www.mongabay.co.id

Menanggapi penemuan pete raksasa ini, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah, Darmanto, mengatakan bahwa buah yang sangat mirip dengan pete itu sebenarnya bernama Gandu (Entada Rheedi Spreng).

Baca Juga : Penemuan Ini Membuktikan Bahwa Dinosaurus Tidak Hanya Punah Oleh Meteor

Dari hasil pengamatan dan identifikasi tumbuhan yang mirip dengan petai raksasa tersebut merupakan tanaman merambat atau liana jenis polong-polongan, masuk dalam familinya Fabaceae dan Genus Entada dengan rasa buah pahit, jelas Darmanto kepada Kompas.com.

Darmanto pun mengungkapkan lokasi penemuan buah itu berada di sekitar kawasan Cagar Alam Pringombo II. Selain itu, Darmanto juga menjelaskan bahwa buah ini tidak bisa dikonsumsi oleh manusia.

Masyarakat untuk tidak mengonsumsi buah tersebut dan ikut menjaga dan melestarikan tanaman tersebut karena tidak di semua kawasan hutan ada dan berada di dalam kawasan Cagar Alam Pringombo, tambah Darmanto.

Meski tidak bisa dikonsumsi, gandu ini rupanya banyak digunakan untuk obat herbal. Biji dari gandu biasanya dipakai untuk pengobatan tradisional di Mesir sebagai obat anti inflamasi dan anti rematik.

Baca Juga : 6 Hal yang Diprediksi Akan Muncul di Masa Depan

Artikel Lainnya

Sayang sekali, menurut BKSDA buah raksasa yang ditemukan bukanlah petai alias pete, melainkan buah bernama Gandu. Lebih disayangkan lagi, Gandu tidak dapat dikonsumsi oleh manusia. Hmm, padahal baru saja pecinta petai berharap bisa menyantapnya dengan sambal dan nasi panas.

Tags :