Unggah Status Radikalisme, Pilot Garuda Ini Langsung Dipecat! Netizen Takut Kejadian Malaysia Airlines Terulang

Unggah Status Radikalisme, Pilot Garuda Ini Langsung Dipecat! Netizen Takut Kejadian Malaysia Airlines Terulang
http://www.grid.id/read/04687115/postingannya-dianggap-membela-aksi-teroris-di-surabaya-pilot-garuda-indonesia-dikecam-netizen-dan-langsung-kena-batunya?page=all

Takut pilot bunuh diri seperti Malaysia Airlines, netizen ramai-ramai melaporkannya.

Kasus bom bunuh diri yang mengguncang tiga gereja di Surabaya pada Minggu (13/5/2018) lalu masih menyisakan duka yang mendalam bagi masyarakat Surabaya. Bagaimana tidak, dilaporkan satu keluarga memilih melakukan 'amaliyah' alias bunuh diri demi mencapai surga. Tak cuma itu saja, selang beberapa jam, beberapa keluarga yang sudah terpapar doktrin teroris juga memilih bunuh diri dengan menyerang kantor polisi. Usai kejadian ini, tak sedikit netizen yang mengecam perbuatan kejam para teroris. Namun ditengah-tengah duka dan traumatik yang mendalam, masih saja ada netizen yang mengatakan kalau kasus bom Surabaya ini hanyalah rekayasa belaka yang datang dari status viral seorang pilot Garuda Indonesia.

status pilot Garuda berinisial OGT


Dilansir dari akun Twitter @kurawa, seorang pilot berinisial OGT membagikan status bahwa bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya itu adalah settingan belaka.

Dalam status yang dibagikan OGT itu, disebutkan kalau para pelaku tidak pernah ke Suriah, dan pelaku dijebak mengantarkan paket dan ada orang yang menekan remot kontrol dari jarak jauh hingga paket tersebut meledak.
Tak hanya itu saja, OGT malah menuliskan kata "Du du du du.." di atas status itu.

Melihat status OGT itu sontak netizen pun heboh, dan baramai-ramai melaporkan OGT kepada sosmed asli milik Garuda Indonesia.

Sikap netizen terhadap status OGT
Sikap netizen terhadap status OGT

Menyikapi laporan tersebut, Garuda Indonesia langsung bertindak cepat dengan memecat OGT dari jajaran pilotnya pada Jumat (18/5/2018).

Garuda juga segera melakukan investigasi dan menelisi apa motif OGT mengunggah status tersebut dan lewat Vice Presiden Corporate Secretary, Hengki Heriandono juga meminta maaf kepada publik.

Hengki Heriandono juga mengedepankan etika dan memantau perilaku pegawainya baik dalam lingkungan kerja juga dalam beraktifitas di media sosial.

Tags :