Senang Poligami hingga Punya 42 Istri dan 156 Anak, Pria 'Big Dad' Ini Meninggal Dunia!

Senang Poligami hingga Punya 42 Istri dan 156 Anak, Pria 'Big Dad' Ini Meninggal Dunia!
Senang Poligami hingga Punya 42 Istri dan 156 Anak, Pria 'Big Dad' Ini Meninggal Dunia! | wolipop.detik.com

Reputasinya yang baik membuat banyak orang merasa kehilangan.

Seorang pria yang dikenal sebagai tokoh poligami di Angola akhirnya menghembuskan napas terakhirnya. Dia meninggalkan 42 istri dan 156 anak, yang menangisi kepergian Francisco Tchikuteny Sabalo yang terkenal sebagai tokoh poligami di negara tersebut.

Melansir VOA, Detik.com melaporkan bahwa Francisco menghembuskan napas terakhirnya pada Selasa (14/4/2020), di usia 70 tahun. Namun, jenazahnya baru dimakamkan lima hari kemudian atau pada Minggu (19/4/2020). Dia sudah lama sekali berjuang untuk melawan penyakit kanker prostat yang dideritanya.

Meski di Angola pemerintahnya mengimbau untuk melakukan physical distancing demi memutus penyebaran COVID-19, namun hal itu tidak menghalangi ribuan pelayat untuk mengantar kepergian pria berjuluk "Pai Grande" atau "Big Dad" itu.

Senang Poligami hingga Punya 42 Istri dan 156 Anak, Pria 'Big Dad' Ini Meninggal Dunia!
Senang Poligami hingga Punya 42 Istri dan 156 Anak, Pria 'Big Dad' Ini Meninggal Dunia! | media.voltron.voanews.com

Upacara pemakaman Big Dad dipenuhi dengan suara tangis dan nyanyian dari para pelayat. Tak peduli wabah virus corona, mereka mengabaikan imbauan physical distancing dengan berpelukan meratapi kepergian tokoh yang sangat disayangi tersebut.

Baca Juga: Hobi Berburu Berondong, Nenek 60 Tahun Ini Ngaku Kuat Bercinta 28 Kali Sehari

“Di sini selalu ada aturan bahwa kami semua harus bersatu dan memiliki hak yang sama,” ungkap Sabalo Pedro, saudara Francisco.

Francisco kemudian dikebumikan di pemakaman keluarga di Giraul do Meio, atau oleh warga lokal dikenal sebagai Pulau Mungongo. Pemakaman itu terletak di selatan kota pelabuhan Namibe.

Di mata para pengikutnya, Francisco merupakan sosok panutan. Seorang pelayat mengatakan dia adalah manusia yang 'komplit' karena mengutamakan keluarga dan pendidikan.

Baca Juga: Kisah Romantis Pria di Pekalongan Nikahi Wanita dengan Kelainan di Wajah: Cintaku Tak akan Luntur

Senang Poligami hingga Punya 42 Istri dan 156 Anak, Pria 'Big Dad' Ini Meninggal Dunia!
Senang Poligami hingga Punya 42 Istri dan 156 Anak, Pria 'Big Dad' Ini Meninggal Dunia! | gdb.voanews.com

Francisco dikenal aktif berjemaat di gereja New Ecclesiastic Order of Angola. Semasa hidupnya, ia aktif mendedikasikan diri untuk mengedukasi anak-anak yang kurang mampu. Bahkan ia pernah menjadi relawan dengan mengajar sekolah dasar selama lima tahun.

Semasa hidupnya Francisco memiliki keinginan untuk melihat beberapa anaknya mengenyam pendidikan sains dan teknologi. Beruntung, keinginan tersebut akhirnya terwujud.

Baca Juga: Siswa Tak Punya Ponsel, Guru di Jatim Harus Mengajar dari Rumah ke Rumah

Tiga anak perempuannya saat ini sedang mempelajari ilmu kedokteran, dan dua putranya sedang belajar ilmu komputer, semuanya di tingkat sekolah menengah.

"Ayah kami melakukan segalanya untuk kami pelajari dan dengan kematiannya kami tidak tahu apa yang akan terjadi dengan kami, sekarang semuanya akan menjadi sulit bagi keluarga kami," kata salah seorang putra Francisco, Lumbaneny Sabalo.

Senang Poligami hingga Punya 42 Istri dan 156 Anak, Pria 'Big Dad' Ini Meninggal Dunia!
Senang Poligami hingga Punya 42 Istri dan 156 Anak, Pria 'Big Dad' Ini Meninggal Dunia! | cdn1.portalangop.co.ao
Artikel Lainnya

Selain aktivitas sosial dan kontribusinya terhadap masyarakat, Big Dad juga dikenal karena kehidupan pribadinya sebagai pria yang memilih untuk berpoligami. Ketika tutup usia, ia meninggalkan 42 istri, 156 anak, 250 cucu, dan 67 cicit.

"Saya akan melakukan apa pun demi menafkahi anak-anak," kata istri pertamanya, Eva Domingos Bartolomeu, yang berharap semua keluarganya tetap bersatu meski Francisco telah meninggal.

Perlu diketahui bahwa Angola memberlakukan larangan bagi pria untuk poligami, tetapi hal itu masih dipraktikkan secara luas di negara yang mayoritas beragama Kristen itu.

Tags :