Tinggal Sama Sepupu, Wanita Ini Disuruh Bayar hingga Cium Kaki Kalau Ingin Nonton TV

Kisah menyayat hati dari netizen
Kisah menyayat hati dari netizen | twitter.com

Mendapat perlakuan tak menyenangkan dari sepupu hingga teman-teman sekolah

Menghadapi kehidupan yang tak selalu membahagiakan memang mengharuskan manusia untuk menjadi pribadi yang kuat. Seperti yang dialami oleh seorang wanita yang tak menyebutkan identitasnya ini. Wanita ini menceritakan kepahitan hidupnya di sebuah situs tanya jawab Quora yang kemudian diunggah kembali oleh akun Twitter @bonkymilitia.

Cerita tersebut mengisahkan seorang wanita yang tinggal bersama kakak sepupunya yang memperlakukan dirinya secara tak manusiawi. Kisah sedih wanita itu berhasil membuat netizen merasa iba karena kisahnya yang begitu menyayat hati.

1.

Kisahnya viral di media sosial

Pada hari Kamis (14/11/19) kemarin, akun Twitter @bonkymilitia mengunggah beberapa tangkapan layar yang diambil dari situs Quora. Foto-foto yang diunggah itu memperlihatkan kisah dari seorang anonim yang menceritakan kepahitan hidupnya saat tinggal bersama kakak sepupunya.

Penulis menyebutkan jika kisah yang ia tuliskan itu merupakan pengalaman pribadinya. Saat masih remaja, wanita itu pernah tinggal bersama sepupunya di rumah peninggalan kakeknya.

Baca juga: Mahasiswi Tewas Saat Selfie dari Tebing Setinggi 2.000 Meter

Bukannya mendapat perlakuan yang menyenangkan, ia dan keluarganya justru diperlakukan secara tidak manusiawi. Saat itu penulis tak memiliki televisi hingga memutuskan untuk menumpang nonton tv milik sepupunya.

“Akhirnya saya ikut menonton tv di rumah kakak sepupu saya dengan syarat harus membayar Rp2.000 tiap kali menonton,” tulis wanita itu.

2.

Diminta cium kaki sepupu

Kisah menyayat hati dari netizen
Ilustrasi penyiksaan | majalahouch.com

Penulis menceritakan saat itu uang sakunya hanya Rp3.000 karena kondisi ekonomi keluarganya yang sulit. Ia bahkan rela menyisihkan uang Rp2.000 untuk menonton tv. Meski demikian, ia kerap dicurangi sepupunya dengan tak langsung menyalakan tv saat tayangan yang ia gemari sudah diputar.

Baca juga: Viral Video Pemotor Ngamuk saat Lawan Arus, Netizen: Yang Salah Malah Ngegas

Pernah suatu saat, penulis tak memiliki uang untuk menonton tv. Sepupunya justru memintanya untuk mencium kaki sepupunya agar bisa menonton tv gratis. Ia pun bersedia melakukan perintah sepupunya itu.

“Suatu waktu saya tidak punya uang tapi ingin menonton, saya harus mencium kaki kakak sepupu saya itu sehingga bisa nonton tanpa membayar,” lanjut wanita itu.

Penulis bahkan kerap menerima perlakuan buruk dari anak-anak sepupunya saat menonton tv. Ia kerap diganggu seperti dijambak, dipukul hingga kacamatanya dibanting.

Baca juga: Gadis 17 Tahun Meninggal Usai Di-gangbang Sejumlah Teman Pria di Pesta

3.

Ditindas banyak orang

Kisah menyayat hati dari netizen
Ilustrasi depresi | bangka.tribunnews.com

Penulis juga menceritakan bahwa suami sepupunya adalah orang paling jahat. Seringkali saat mandi, suami sepupunya itu mendobrak pintu kamar mandi dengan dalih tak kuat menahan kencing.

Pria yang ia panggil om itu menatap tubuhnya yang telanjang meski mengaku tak tertarik dengan tubuhnya. Hal itu membuatnya merasa takut dan trauma setiap kali akan mandi.

Baca juga: Guru Honorer di Samarinda, Sudah Mengajar 10 Tahun Gajinya Tetap Rp 800 Ribu

“Saat itu saya sangat takut mandi dan saya mandi selalu tengah malam saat semua orang tidur,” lanjutnya.

Kemalangan yang ia alami tak sampai di situ saja, saat kelas 3 SMA sang ibu kabur dari rumah meninggalkan dirinya bersama sang adik untuk menikah dengan pria lain. Di sekolahan, ia mengalami hal yang sama.

Ia mengaku sering ditindas oleh teman-temannya. Melihat murid-murid menindas dirinya, sang guru justru hanya diam saja bahkan ikut tertawa seolah mendukung perbuatan kejam murid-muridnya itu.

Artikel Lainnya

Kisah tersebut menarik perhatian netizen. Sang penulis dibanjiri ucapan semangat dari para netizen. Melihat hal tersebut, penulis mengucapkan terima kasih dan mengatakan jika kehidupannya saat ini sudah jauh lebih baik.

Tags :