Seorang Pria Ditangkap Karena Tinggal di Apartemen Bersama Mayat Kekasihnya!

Robert Calvin Mark.
Robert Calvin Mark. | www.wsmv.com

Sulit menghadapi perpisahan, pria ini memilih untuk menyimpan mayat kekasihnya.

Bagi sebagian besar orang, hidup bersama mayat dianggap sebagai hal yang sangat tidak lazim, bahkan bisa dianggap tabu.

Terlepas dari fakta bahwa jenazah manusia bisa menjadi sumber penyakit bagi orang yang masih hidup, hidup bersama mayat saja sudah menghadirkan kesan yang menyeramkan meskipun mayatnya adalah mayat orang yang dicintai.

Selain disebabkan oleh ketidakmampuan seseorang dalam beradaptasi ketika ditinggal orang yang dicintai, kecenderungan untuk hidup bersama mayat bisa saja menunjukkan gejala necrophilia, yakni ketertarikan seksual terhadap jenazah orang yang sudah meninggal.

Namun, kebanyakannya kasus-kasus ini memang didasari oleh keengganan seseorang untuk berpisah dengan orang yang mereka cintai, seperti dalam kasus yang melibatkan seorang pria dari Tennesse, Amerika Serikat.

Baca juga : Pria Rusia ini Ditangkap Bersama 29 Mayat Gadis yang Telah Diawetkan, Ada Fakta Mengerikan Dibaliknya!

Robert Calvin Mark.
Necrophilia, gejala mental yang ditandai oleh ketertarikan terhadap mayat. | www.wikiwand.com

Dilansir dari Listverse.com (09/12/19), Robert Calvin Mark (64) harus berurusan dengan aparat kepolisian karena dirinya ketahuan menyimpan jenazah di rumahnya tanpa meminta izin terlebih dahulu kepada pihak yang berwenang.

Pada akhir tahun kemarin, kepolisian Tennesse menggerebek kediaman Mark setelah mendapatkan laporan dan permintaan dari tetangga-tetangganya yang menyadari gerak-gerik Mark yang agak mencurigakan.

Robert Calvin Mark.
Kediaman Robert Calvin Mark. | www.theleafchronicle.com

Saat biro investigasi memeriksa kondisi kediaman Mark, mereka menemukan jenazah wanita lanjut usia bernama Doris Ann Braithwaite yang dibaringkan di lantai.

Mark langsung dibawa ke kantor polisi dan diperiksa di pengadilan. Akibat perbuatannya, Mark harus membayar uang denda sebesar 750.000 dolar atau setara dengan 10 miliar rupiah.

Baca juga : Ngeri! Di Guatemala Mayat Harus Bayar Pajak Jika Tak Ingin Diusir dari Kuburnya

Robert Calvin Mark.
Akibat perbuatannya, Mark harus membayar denda sebesar 750.000 dolar. | newschannel9.com

Ditinjau dari proses pembusukan yang terjadi pada tubuh Doris, tampaknya dia sudah meninggal sejak beberapa minggu sebelum pihak kepolisian menangkap basah Mark.

Rupanya, Doris adalah kekasih Mark dan mereka sudah tinggal bersama sejak lama. Saat Doris menemui ajalnya, Mark tidak mau lekas-lekas berpisah dengan kekasihnya dan menyimpan jenazahnya di rumah.

Para tetangga sudah mencurigai Mark sejak lama karena mereka sangat jarang melihat dia keluar dan tampak seperti sedang merahasiakan sesuatu. Dia hanya terlihat ada di luar apartemennya saat sedang merokok.

Artikel Lainnya

Tubuh manusia yang sudah meninggal rupanya bisa dilihat sebagai monumen kenangan bagi orang-orang seperti Mark.

Namun, perlu diketahui bahwa mayat makhluk hidup yang dibiarkan begitu saja dapat menjadi sumber-sumber penyakit berbahaya. Selain itu, bagi beberapa penganut kepercayaan tertentu, memperlakukan mayat seolah-olah mereka masih hidup merupakan tindakan yang kurang etis.

Tags :